Adakah Manfaat Antisepsis Vagina Sebelum Sectio Caesarean

Oleh dr. Alexandra Francesca

Antisepsis vagina segera sebelum sectio caesarean diduga dapat menurunkan risiko dan kejadian endometritis masa nifas.[1] Tindakan antisepsis vagina telah dikenal sejak tahun 1970-an, dengan menggunakan povidone iodine dan biasanya dilakukan sebelum operasi vagina dan histerektomi abdomen. Tindakan antisepsis dihubungkan dengan penurunan morbiditas akibat infeksi.[2]

Di Amerika Serikat, 1 dari 3 bayi dilahirkan secara sectio caesarean, dan di Indonesia sendiri tindakan ini diperkirakan semakin sering dilakukan.[3] Sumber lain menyebutkan bahwa wanita yang menjalani sectio caesarean memiliki peningkatan risiko infeksi dan morbiditas oleh karena infeksi sebesar 5-20 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang melahirkan secara normal pervaginam.[1]

Komplikasi infeksi pasca sectio caesarean antara lain endometritis (6-27%), demam yang signifikan secara klinis (5-24%), dan infeksi pada luka operasi (2-9%). [1] Risiko infeksi meningkat apabila wanita sudah dalam proses partus atau ketuban sudah pecah sebelum sectio caesarean dimulai.[3]

Komplikasi-komplikasi yang terjadi dapat memperlambat penyembuhan luka operasi dan pemulihan ibu pasca sectio caesarean, sekaligus mengganggu kemampuan ibu untuk merawat bayinya yang baru lahir.[3]

Dasar Teori Tindakan Antisepsis Sebelum Sectio Caesarean

Endometritis masa nifas terjadi pada 1-3% dari seluruh kelahiran, namun 10 kali lebih banyak ditemukan pada wanita pasca sectio caesarean. Penyebab utama endometritis masa nifas adalah ascending infection dari bakteri, terutama bakteri anaerob dari vagina.[1]

Pemberian profilaksis, dengan antibiotik spektrum luas, telah terbukti dapat menurunkan komplikasi infeksi pasca operasi sebesar 60-70%. Namun beberapa wanita masih dilaporkan mengalami komplikasi infeksi pasca operasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian profilaksis tidak sepenuhnya atau tidak cukup membunuh bakteri pada vagina. Selain itu, mungkin saja bakteri sudah resisten terhadap antibiotik yang diberikan.[1, 3] Hal inilah yang mendasari dilakukannya antisepsis vagina sebelum sectio caesarean.

Prosedur Antisepsis Vagina Sebelum Sectio caesarean

Antisepsis vagina sebaiknya dilakukan segera sebelum sectio caesarean, bersamaan dengan antisepsis kulit abdomen, sebelum dilakukan insisi.

Cairan antiseptik yang dapat digunakan untuk vagina adalah povidone iodine 10% yang dimasukan ke dalam vagina. [1, 3] Klorheksidin 0,25% juga dapat digunakan, dimana studi melaporkan tidak ada perbedaan bermakna efektivitas dan risiko infeksi masa nifas pada penggunaan klorheksidin dibandingkan povidone iodine. [3, 8, 9]

SC (2)

Efektivitas Antisepsis Vagina Sebelum Sectio Caesarean

Antisepsis vagina sebelum sectio caesarean terbukti efektif menurunkan insidensi endometritis masa nifas. Hal ini ditemukan lebih signifikan terutama pada wanita yang sudah dalam proses partus dan atau ketuban sudah pecah sebelum sectio caesarean serta antisepsis vagina dilakukan. Sebuah meta analisis melaporkan bahwa wanita yang diberikan tindakan antisepsis vagina berisiko lebih rendah terkena endometritis dibandingkan mereka yang tidak (4,5% VS 8,8%). Selain daripada itu, demam post operatif juga ditemukan lebih jarang terjadi (9,4% VS 14,9%).[1]

Sebuah ulasan Cochrane sebelumnya juga telah menyimpulkan hal yang serupa. Ditemukan bahwa antisepsis vagina sebelum sectio caesarean efektif menurunkan insidensi endometritis masa nifas dari 8,7% menjadi 3,8%, serta mengurangi demam pasca operasi dan infeksi luka operasi pada masa nifas. Perlakuan antisepsis juga tidak ditemukan berhubungan dengan adverse effect apapun. [3]

Studi lain sebelumnya menemukan bahwa antisepsis vagina dapat menurunkan jumlah spesies bakteri dalam vagina hingga 97%, terutama spesies Enterococcus. Oleh karena itu, antisepsis vagina dapat menurunkan bacterial load sehingga risiko infeksi masa nifas  dapat berkurang.[4, 5]

Walaupun terbukti menguntungkan, beberapa studi menemukan bahwa antisepsis vagina hanya menurunkan risiko infeksi pada wanita dengan risiko tinggi, misalnya wanita yang telah mengalami ketuban pecah serta telah dalam proses partus pada saat sectio caesarean dan antisepsis dilakukan.[6, 7]

Sebuah randomized controlled trial (RCT) yang dilakukan pada lebih dari 600 subjek, menyimpulkan bahwa antisepsis vagina sebelum sectio caesarean menggunakan povidone iodine bermanfaat dalam menurunkan risiko post operatif endometritis. Namun, manfaat ini hanya signifikan pada pasien dengan ketuban yang sudah pecah atau pasien yang sudah in partu sebelum tindakan sectio caesarean dilakukan. [6] Studi lain pada 400 wanita di Iran juga mendapat hasil serupa, yaitu antisepsis vagina sebelum tindakan sectio caesarean ditemukan tidak menurunkan risiko infeksi pada wanita dengan risiko infeksi rendah, misalnya pada sectio caesarean elektif. [7]

Kesimpulan

Antisepsis vagina segera sebelum sectio caesarean terbukti efektif menurunkan risiko infeksi pasca tindakan. Manfaat ini dilaporkan lebih signifikan pada populasi dengan risiko infeksi lebih tinggi, seperti wanita yang sudah dalam proses partus atau telah mengalami pecah ketuban sebelum tindakan sectio caesarean dilakukan. Prosedur antisepsis vagina dapat dilakukan menggunakan povidone iodine maupun klorheksidin, dimana tidak ada perbedaan efektivitas yang bermakna di antara keduanya.

Referensi