Konsumsi Kopi dan Kesehatan: Tinjauan Payung Meta Analisis terhadap Berbagai Macam Luaran Kesehatan—Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr. Eduward T, SpPD

Coffee consumption and health: umbrella review of meta-analyses of multiple health outcomes

 Robin Poole, Oliver J Kennedy,  Paul Roderick, Jonathan A Fallowfield, Peter C Hayes,Julie Parkes

BMJ 2017;359:j5024 http://dx.doi.org/10.1136/bmj.j5024

Abstrak

Tujuan: Untuk mengevaluasi bukti yang tersedia mengenai hubungan antara konsumsi kopi dan berbagai macam luaran kesehatan.

Desain: Tinjauan payung pada berbagai meta analisis dari studi observasional dan intervensional tentang konsumsi kopi dengan luaran kesehatan apapun.

Sumber Data: PubMed, Embase, CINAHL, Cochrane Database of Systematic Reviews, dan skrining referensi terkait.

Kriteria Eligibilitas terhadap Studi yang Dinilai: Meta analisis terhadap studi observasional dan intervensional yang mengevaluasi hubungan antara konsumsi kopi dan luaran kesehatan apapun pada populasi dewasa di semua negara dan semua kondisi. Studi polimorfisme genetik tentang metabolisme kopi dieksklusi dari penelitian ini.

Hasil: Tinjauan payung mengidentifikasi 201 meta analisis terhadap studi observasional dengan 67 luaran kesehatan unik dan 17 meta analisis terhadap studi intervensional dengan 9 luaran unik. Konsumsi kopi lebih sering dikaitkan dengan manfaat daripada kerugian terhadap berbagai luaran kesehatan pada berbagai pengukuran paparan, yaitu konsumsi kopi yang banyak versus kurang, konsumsi kopi vs tidak konsumsi, dan ekstra satu cangkir kopi per hari.

Ditemukan bukti asosiasi nonlinear antara konsumsi kopi dan beberapa luaran kesehatan, dengan estimasi kesimpulan yang menunjukkan pengurangan risiko relatif terbesar pada asupan 3–4 cangkir kopi per hari versus tidak ada konsumsi kopi, termasuk pada kematian dengan semua penyebab (risiko relatif/RR 0,83, 95% konfidens interval/CI 0,83-0,88), mortalitas kardiovaskular (RR 0,81; 95% CI 0,72-0,90), dan insidensi penyakit kardiovaskular (RR 0,85; 95%CI 0,80-0,90).

Konsumsi kopi yang banyak versus kurang (high versus low) berhubungan dengan penurunan risiko kanker sebesar 18% (RR 0,82; 95%CI 0,74-0,89). Konsumsi kopi juga dihubungkan dengan penurunan risiko sejumlah kanker yang spesifik serta penyakit neurologis, metabolik, dan liver.

Hubungan yang merugikan (harm) sebagian besar “terhapus/nullified” setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor merokok, kecuali pada kehamilan. Jika dibandingkan dengan tidak ada konsumsi kopi, konsumsi kopi yang banyak (high) berhubungan dengan berat badan lahir rendah (odds ratio/OR 1,31; 95%CI 1,03-1,67), kelahiran prematur pada trimester pertama (OR 1,22; 95%CI 1,00-1,49) dan trimester kedua (OR 1,12;95%CI 1,02-1,22), serta abortus (OR 1,46; 95%CI 1,06-1,99). Terdapat pula hubungan antara konsumsi kopi dan risiko fraktur pada wanita, tetapi tidak pada pria.

Kesimpulan: Pada umumnya, kopi terlihat aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang normal/wajar. Hasil studi memperkirakan terdapat pengurangan risiko terbesar untuk berbagai macam luaran kesehatan pada asupan 3–4 cangkir kopi per hari, dan lebih mungkin memberikan manfaat daripada kerugian.

Uji acak terkontrol yang kuat masih dibutuhkan untuk memahami apakah hubungan yang diobservasi bersifat kausal. Hal penting lain adalah bukti yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa kopi dapat diuji sebagai intervensi tanpa risiko merugikan yang bermakna, kecuali pada kehamilan. Akan tetapi, wanita dengan risiko fraktur harus dieksklusi.

shutterstock_1325630591-min

Ulasan Alomedika

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Kopi memiliki bahan aktif, yaitu kafein, asam klorogenik, diterpen, cafestol, dan kahweol. Saat ini, telah tersedia beragam konklusi mengenai kontroversi apakah kopi bermanfaat atau berbahaya bagi kesehatan.

Tinjauan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hubungan konsumsi kopi dan luaran kesehatan menurut meta analisis terhadap studi observasional maupun intervensional yang ada.

Ulasan Metode Penelitian

Penelitian ini menerapkan umbrella review atau tinjauan payung terhadap semua meta analisis yang meninjau baik studi observasional maupun intervensional. Dengan metode sistematis, tinjauan ini melibatkan populasi orang dewasa di seluruh dunia dengan semua kondisi.

Studi yang meneliti hubungan polimorfisme genetik dan metabolisme kopi dan studi yang menguji paparan ekstrak kafein disingkirkan dari penilaian. Data diambil dari publikasi yang bersumber pada PubMed, Embase, CINAHL, Cochrane Database of Systematic Reviews, termasuk skrining referensi terkait.

Bukti meta analisis yang menguji risiko relatif, odds ratio, atau hazard ratio terhadap paparan yang sama terhadap luaran kesehatan yang sama akan dikumpulkan, kemudian dianalisis. Peneliti menilai kualitas metodologi studi yang tercakup dengan menggunakan AMSTAR. Oleh karena adanya heterogenitas di antara desain studi, populasi, metode preparat kopi, dan ukuran cangkir kopi, maka peneliti memutuskan untuk menerapkan model random effect (DerSimonian dan Laird random effect model).

Tim peneliti menggunakan pendekatan GRADE untuk menilai kualitas bukti dari setiap luaran yang diperiksa. Tes regresi Egger dipakai untuk menilai bias publikasi. Tim peneliti mengonstruksi forest plot dari data yang diekstraksi ke dalam 3 kategori paparan, yakni konsumsi kopi yang banyak versus kurang (high vs low/ or none), konsumsi kopi versus tidak konsumsi sama sekali (any vs none), dan ekstra 1 cangkir kopi per hari (relative vs none) terhadap luaran kesehatan.

Ulasan Hasil Penelitian

Hasil penelusuran database menemukan 201 meta analisis yang terdiri dari 135 meta analisis yang meninjau studi observasional dan 17 meta analisis yang meninjau studi intervensional (uji acak terkontrol), yang sesuai dengan kriteria eligibilitas.

Pada luaran mortalitas akibat semua sebab, estimasi hasil studi menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi kopi yang banyak (high intake) dan penurunan mortalitas (high versus low intake), dengan manfaat terbesar terlihat pada konsumsi 3 cangkir kopi per hari (RR 0,83; 95%CI 0,85-0,89).

Pada luaran penyakit kardiovaskular, konsumsi kopi secara konsisten berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Kesimpulan akhir menemukan bahwa pengurangan risiko relatif terbesar dijumpai pada konsumsi 3 cangkir kopi per hari (RR 0,81 dengan 95%CI 0,72-0,90 untuk mortalitas penyakit kardiovaskular; RR 0,84 dengan 95%CI 0,71-0,99 untuk mortalitas penyakit jantung koroner; RR 0,70 dengan 95%CI 0,80-0,90 untuk mortalitas stroke).

Konsumsi kopi >3 cangkir per hari tidak menunjukkan efek buruk, tetapi juga tidak menunjukkan manfaat yang lebih besar. Selain itu, konsumsi kopi juga berhubungan dengan rendahnya risiko insidensi penyakit kardiovaskular (RR 0,85; 95% CI 0,80-0,90), penyakit jantung koroner (RR 0,90;95%CI 0,84-0,97), dan stroke (RR 0,80; 95%CI 0,75-0,86), khususnya untuk konsumsi 3–5 cangkir kopi sehari.

Tidak ditemukan hubungan bermakna antara konsumsi kopi dan risiko tromboemboli vena. Selain itu, terdapat hubungan yang menguntungkan pada konsumsi kopi hingga empat cangkir per hari, yaitu pengurangan risiko gagal jantung (RR 0,89; 95% CI 0,81-0,99). Akan tetapi, risiko gagal jantung terlihat meningkat pada konsumsi ≥10 cangkir kopi sehari (RR 1,01; 95%CI 0,90-1,14).

Pada luaran kanker, meta analisis dari 40 studi kohort menemukan bahwa insidensi kanker lebih rendah pada konsumsi kopi yang banyak (high versus low; RR 0,82, 95% CI 0,74-0,89), konsumsi 1 cangkir kopi per hari (any versus no consumption; RR 0,87, 95%CI 0,82-0,92), dan ekstra 1 cangkir kopi per hari (one extra cup a day; RR 0,97, 95%CI 0,96-0,98).

Konsumsi kopi yang lebih banyak (high) berhubungan secara nonlinear dengan risiko rendah kanker prostat, kanker endometrium, melanoma, kanker mulut, leukemia, kanker kulit nonmelanoma, dan kanker liver.

Hubungan yang merugikan (harmful) terdapat antara konsumsi kopi dan kanker paru, baik untuk paparan high versus low consumption (odds ratio 1,59;95%CI 1,26-2,00), any versus none (RR 1,28; 95% CI 1,12-1,47), dan one extra cup a day (RR 1,04; 95%CI 1,03-1,05). Namun, efek tersebut menghilang setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor merokok.

Pada luaran penyakit metabolik, terdapat hubungan menguntungkan pada konsumsi kopi, yakni pengurangan risiko diabetes mellitus konsumsi kopi yang banyak (RR 0,70; 95%CI 0,65-0,75) dan ekstra 1 cangkir kopi per hari (RR 0,94; 95%CI 0,93-0,95). Hal serupa ditemukan pula untuk risiko rendah sindrom metabolik (high versus low consumption RR 0,91; 95%CI 0,86-0,95).

Di samping itu, terdapat juga hubungan merugikan antara konsumsi kopi dan kehamilan. Konsumsi kopi yang banyak berhubungan dengan berat badan lahir rendah (odds ratio/OR 1,31; 95%CI 1,03-1,67), kelahiran prematur pada trimester pertama (OR 1,22; 95%CI 1,00-1,49) dan trimester kedua (OR 1,12;95%CI 1,02-1,22), serta abortus (OR 1,46; 95%CI 1,06-1,99). Konsumsi kopi juga terkait dengan risiko fraktur pada wanita (RR 1,14;95%CI 1,05-1,24).

Kelebihan Penelitian

Ada sejumlah kelebihan dari tinjauan payung ini. Pertama, metode tinjauan payung telah secara sistematis meringkas bukti ilmiah yang ada saat ini untuk menilai hubungan antara konsumsi kopi dan semua luaran kesehatan. Studi ini juga menggunakan pendekatan terpercaya untuk menilai kualitas metode (AMSTAR) dan kualitas bukti penelitian (GRADE).

Selain itu, studi ini telah melakukan penyesuaian terhadap faktor perancu, seperti gaya hidup (merokok, alkohol, aktivitas fisik), tingkat pendidikan, faktor diet, hingga indeks massa tubuh.

Limitasi Penelitian

Limitasi penelitian ini terletak pada beberapa hal. Pertama, penelitian ini sebagian besar menggunakan data meta analisis dari studi observasional yang digabungkan dengan sejumlah kecil meta analisis dari studi intervensional, sehingga akan dijumpai heterogenitas antarstudi yang cukup signifikan.

Kedua, data studi observasional yang digunakan pada penelitian ini berkualitas rendah menurut penilaian GRADE.

Ketiga, penelitian ini tidak melakukan analisis lanjutan tentang paparan dosis ataupun subanalisis tersendiri terhadap perbandingan efek kopi dengan kafein vs kopi bebas kafein terhadap masing-masing luaran yang dinilai, akibat keterbatasan bukti yang tersedia.

Keempat, penelitian ini belum melakukan penghitungan excess significance test untuk menilai potensi bias publikasi hasil estimasi gabungan.

Kelima, hasil estimasi penelitian ini hanya mengungkapkan adanya hubungan nonlinear antara konsumsi kopi dan luaran kesehatan. Dengan kata lain, belum ditemukan bukti kausatif antara kedua hal tersebut. Limitasi di atas menekankan bahwa masih kurangnya bukti penelitian dengan metode sistematik yang adekuat dalam mencari hubungan kausal antara konsumsi kopi dan luaran kesehatan. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lanjutan di masa depan.

Aplikasi Hasil Penelitian Di Indonesia

Tak dapat dibantah bahwa kopi memang berhubungan (nonlinear) dengan sejumlah manfaat pada luaran kesehatan. Apalagi kopi merupakan salah satu minuman populer dan tersedia di seluruh bagian Indonesia. Hasil penelitian ini perlu diterapkan secara hati-hati, mengingat limitasi pada hasil penelitian terkini.

Misalnya, secara implikasi, penentuan berapa cangkir kopi yang dikonsumsi per hari, apakah lebih baik kopi dengan/atau tanpa kafein, dan apakah aman dikonsumsi oleh semua orang, termasuk wanita, belum diteliti.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan guna menegaskan hubungan kausal antara konsumsi kopi dan luaran kesehatan. Hingga saat ini, belum ada pedoman medis khusus yang menegaskan bahwa konsumsi kopi bermanfaat bagi luaran kesehatan tertentu.

Referensi