Bagaimana menyikapi tenaga kesehatan yang melakukan manajemen kesehatan di luar kompetensi? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, mohon pendapatnyaBanyak masyarakat yang berobat ke tenaga kesehatan non dokter (tanpa menyudutkan satu profesi namun pengalaman pribadi pasien...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana menyikapi tenaga kesehatan yang melakukan manajemen kesehatan di luar kompetensi?

    15 Juni 2019, 16:51

    Alo dokter, mohon pendapatnya

    Banyak masyarakat yang berobat ke tenaga kesehatan non dokter (tanpa menyudutkan satu profesi namun pengalaman pribadi pasien saya berobat ke bidan) yang memiliki kecakapan yang kurang dalam menganamnesis mendiagnosis menterapi serta konseling.sebagai contoh pada kasus hipertensi penggunaan kontrasepsi hormon bukankah kontraindikasi atau harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Risiko stroke.

    Yang lebih sering lagi adalah pada kasus artritis di mana pasien lansia diterapi dengan tidak rasional dengan penggunaan steroid dan NSAID dalam waktu yang bersamaan hingga berefek samping pada sistem pencernaan nya. Yang pada akhirnya merugikan pasien.

    Saya kira kompetensi dan izin praktek mereka adalah memberi pelayanan ANC normal dan pengobatan sakit ringan pada ibu dan anak  

    Untuk kasus ini, mengingat 5star doctor menurut WHO juga adalah community leader, Bagaimana kita harus bersikap? Baik secara pribadi maupun lembaga? Siapa yang harus bersikap? 

    Btk coll

15 Juni 2019, 18:01
Alo dokter

Tidak bisa dipungkiri bahwa pemerataan dokter dan sepak terjang dokter yang berimbas pada komunitas masyarakat terutama pedalaman mungkin belum sampai terasa di beberapa daerah.
Keberadaan tenaga kesehatan non dokter (bahkan mungkin dukun) yang lebih berperan, dipercaya dan mendapat porsi di hati masyarakat sebagai figur yang dapat membantu mereka memperoleh pengobatan (yang sebenarnya perhatian lebih kepada mereka).
Kepercayaan pada figur tersebut yang perlu di tingkatkan lagi oleh peran pemerintah termasuk dinas kesehatan setempat untuk lebih lagi mensosialisasikan, bersama membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengumpulkan, mengorganisir para tenaga kesehatan semua untuk bersama-sama berbagi pengetahuan, ilmu dan standar pelayanan medis, batasan mana kompetensi daj sistem rujukan yang benar tanpa ada niatan menjatuhkan pihak tenaga kesehatan lain (dokter terhadap non dokter, juga non dokter terhadap dokter sendiri).
Termasuk dengan pemerataan dokter ke pedalaman sesuai program pemerintah.
Dari lubuk hati yang terdalam dari kita semua sebagai tenaga kesehatan pasti akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi sesama, lebih baik lagi dengan bekal ilmu standar pelayanan medik yang benar.
Salam.
16 Juni 2019, 18:57

Alodokter.

Izin urun pendapat, kemungkinan regulasi dan arahan dinkes kemudian sampai di daerah perifer kurang sosialisasi atau bahkan kurang tegas. Tanpa bermaksud untuk merendahkan profesi lainnya. Sudah sepatutnya kita sebagai dokter mampu bersinergis dengan bidan, dukun beranak atau figur tetua adat untuk dirangkul dan diberikan pemahaman mengenai langkah medik dasar. 
Tenaga non-dokter masih sangat diperlukan, pertama karena kader kesehatan yang kurang atau kesulitan akses ke RS yang fasilitas nya cukup lengkap.

Terkait kolaborasi dengan kader kesehatan lain, harapan saya yang juga pernah ke perifer untuk dimulainya program-program edukasi dan pelatihan bagi non-dokter dalam medik dasar dan tanggap darurat yang harus disupport langsung oleh pemerintah. 
Tetap semangat mengabdi, dok!

16 Juni 2019, 18:58

Setuju dgn dr. Anton

17 Juni 2019, 06:56
Sependapat dengan dokter.
Di beberapa daerah (terpencil & sangat terpencil) justru tenaga non medis (dukun dll) lebih dipercaya dibanding medis atau dokter.
Ini menurut saya perlu tindakan dari dinkes maupun pemerintah pusat terkait regulasi pengobatan spt itu.
02 Juli 2019, 08:47
Terimakasih atas masukannya ya Dok. 
04 Juli 2019, 12:08
Sangat setuju dok, apalagi jika dokter yang mau kepedalaman diberi dukungan lebih (lagi) hehe
15 Juni 2019, 18:08
Alo dokter. 
Sudah hal biasa di tempat saya terjadi demikian. 
Contoh sederhana: luka ulkus dirawat berminggu2, uang habis, luka tak kunjung sembuh, begitu kondisi memburuk baru dibawa ke RS sudah dalam kondisi sepsis. Semestinya ada regulasi yg mengatur ketidakpatutan bagi mereka2 utk mengerjakan hal2 demikian. 
16 Juni 2019, 18:48

Sependapat dokter

17 Juni 2019, 11:11
dr. Akram Chalid, Sp.B, M.Kes
dr. Akram Chalid, Sp.B, M.Kes
Dokter Spesialis Bedah
Kalau suatu daerah cuma ada tenaga bidan tanpa ada dokter mungkin bisa dimaklumi dok, tapi kalau ada dokter disitu bisa dikomunikasikan baik-baik ke pejabat terkait spt kepala puskesmas, saran saya sebisa mungkin menjaga hubungan baik dg sesama tenaga medis dan paramedis di daerah 
06 Juli 2019, 00:15
Terimakasih masukannya dok. Saya sepaham.
18 Juni 2019, 11:37
15 Juni 2019, 18:08
Alo dokter. 
Sudah hal biasa di tempat saya terjadi demikian. 
Contoh sederhana: luka ulkus dirawat berminggu2, uang habis, luka tak kunjung sembuh, begitu kondisi memburuk baru dibawa ke RS sudah dalam kondisi sepsis. Semestinya ada regulasi yg mengatur ketidakpatutan bagi mereka2 utk mengerjakan hal2 demikian. 
Sy pernah mendapatkan hal yg sm dok, malah lbh parah lg krn malah kami yg di tuduh melakukan tindakan mal praktek
05 Juli 2019, 23:47
Waduh, harus lebih berhati hati dok komunikasi di awal ttg risk and benefit pelayanan yg kita beri dan informed concern 🙈
28 Juni 2019, 17:40
Mohon izin dok, kalau dari pengalaman saya 10 tahun lalu sebagai tenaga medis di daerah, kita ajak tenaga kesehatan lain yaitu Pak Mantri dan Ibu bidan untuk bersahabat, sehingga nanti lama kelamaan, mereka akan merujuk dan konsultasi diskusi dengan kita, namun balik lagi apakah mereka mau bersahabat dengan kita.
05 Juli 2019, 23:51
Terimakasih sharing pengalaman nya dok. Setuju sekali kalau sudah bersahabat dan mengerti peran masing-masing, demi kebaikan pasien dan mereka sendiri maka mereka akan merujuk ke yang kompetensinya sesuai. 

 
04 Juli 2019, 15:18
Rangkul para bidan dan mantri tesebut, gencar adakan promosi kesehatan dan presentasi presentasi tentang penyakit di puskesmas puskesmas, dari sana akan timbul hubungan timbal balik yang baik antara dokter maupun bidan, mereka akan mengerti apa saja kewenangan mereka sebagai bidan, semoga bermanfaat
05 Juli 2019, 23:56
Terimakasih dokter Gede. Mudah-mudahan yang berkapasitas (instansi terkait) untuk itu melakukan nya. 
04 Juli 2019, 20:22
Rangkul para bidan dan mantri tesebut, gencar adakan promosi kesehatan dan presentasi presentasi tentang penyakit di puskesmas puskesmas, dari sana akan timbul hubungan timbal balik yang baik antara dokter maupun bidan, mereka akan mengerti apa saja kewenangan mereka sebagai bidan, semoga bermanfaat
Setuju dokter. Kita mulai dari hulu nya. Hospital without wall
04 Juli 2019, 20:23
Rangkul para bidan dan mantri tesebut, gencar adakan promosi kesehatan dan presentasi presentasi tentang penyakit di puskesmas puskesmas, dari sana akan timbul hubungan timbal balik yang baik antara dokter maupun bidan, mereka akan mengerti apa saja kewenangan mereka sebagai bidan, semoga bermanfaat
Setuju dokter. Kita mulai dari hulu nya. Hospital without wall
06 Juli 2019, 00:16
16 Juni 2019, 18:57

Alodokter.

Izin urun pendapat, kemungkinan regulasi dan arahan dinkes kemudian sampai di daerah perifer kurang sosialisasi atau bahkan kurang tegas. Tanpa bermaksud untuk merendahkan profesi lainnya. Sudah sepatutnya kita sebagai dokter mampu bersinergis dengan bidan, dukun beranak atau figur tetua adat untuk dirangkul dan diberikan pemahaman mengenai langkah medik dasar. 
Tenaga non-dokter masih sangat diperlukan, pertama karena kader kesehatan yang kurang atau kesulitan akses ke RS yang fasilitas nya cukup lengkap.

Terkait kolaborasi dengan kader kesehatan lain, harapan saya yang juga pernah ke perifer untuk dimulainya program-program edukasi dan pelatihan bagi non-dokter dalam medik dasar dan tanggap darurat yang harus disupport langsung oleh pemerintah. 
Tetap semangat mengabdi, dok!

Semangat!