Revisi Protokol Penatalaksanaan COVID-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter!Di bulan Juli 2021 ini, lima organisasi profesi kesehatan Indonesia telah mengeluarkan revisi protokol penatalaksanaan COVID-19. Kelima organisasi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Revisi Protokol Penatalaksanaan COVID-19

    19 Juli 2021, 16:28

    Alo Dokter!

    Di bulan Juli 2021 ini, lima organisasi profesi kesehatan Indonesia telah mengeluarkan revisi protokol penatalaksanaan COVID-19. Kelima organisasi tersebut adalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia.

    Salah satu poin penting dari revisi ini adalah pernyataan bahwa oseltamivir, yang tadinya diberikan pada awal pandemi karena COVID-19 sulit dibedakan dari influenza, saat ini hanya diberikan bila pasien COVID-19 terbukti mengalami koinfeksi dengan influenza.

    Selain itu, azithromycin juga saat ini hanya dianjurkan untuk diberikan bila pasien COVID-19 memang memiliki koinfeksi dengan mikroorganisme atipikal.

    Untuk lebih detailnya, Dokter dapat meninjau revisi selengkapnya di dokumen terlampir ya, Dok.

    surat ke diryankesri - revisi protokol tata laksana covid Juli 2021.pdf
19 Juli 2021, 16:47
dr. Raymond Suryaatmadja Sp.KK
dr. Raymond Suryaatmadja Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
Terima kasih infonya dok🙏
19 Juli 2021, 17:04

Memang oseltamivir tidak mempunyai aktivitas antiviral terhadap COVID-19. Awalnya, oseltamivir dimasukkan di beberapa pedoman, terutama dari Amerika Serikat, karena pada awal pandemi mereka mengalami kasus influenza musiman. Jadi, oseltamivir ditujukan untuk mengatasi kasus influenza, yang mirip dengan COVID-19, karena pada saat itu pemeriksaan yang andal belum tersedia untuk membedakan influenza dan COVID-19. 

Syukurlah sekarang sudah tidak dianjurkan lagi ya, Dok. Terima kasih informasinya dr. Irene.

19 Juli 2021, 19:06
Alo dokter, terima kasih infonya dok
19 Juli 2021, 23:36
dr.Alexandra
dr.Alexandra
Dokter Bedah Anak
Terima kasih, berguna sekali
20 Juli 2021, 21:05
Terimakasih infonya dr. Irene,
sy ijin  mau bertanya pengobatan antivirus  baru boleh diberikan bila hasil PCR positif ya?  Bila Keadaannya pasien ada gejala dan rapid antigen positif. Berhubung utk menunggu hasil swab di daerah terkadang bisa menunggu 2 - 4 hari.
21 Juli 2021, 10:57

ALO, dr. Elisa..

Berdasarkan studi SOLIDARITY, yang merupakan uji klinis terbesar tentang terapi COVID-19 yang dilakukan oleh WHO, menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna terhadap angka mortalitas, durasi rawat inap, penggunaan ventilasi pada pasien yang mendapatkan remdesivir atau lopinavir/ritonavir, dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan antivirus tersebut. WHO sendiri tidak merekomendasikan pemberian remdesivir dan lopinavir/ritonavir sebagai terapi COVID-19. Sementara itu, penelitian tentang favipiravir masih memberikan hasil yang bertentangan. Ada RCT yang menunjukkan manfaat obat ini, tetapi studi meta-analisis tidak menunjukkan perbaikan klinis bermakna pada pasien yang mendapatkan favipiravir.  

https://www.alomedika.com/opsi-terapi-potensial-untuk-covid-19

https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2023184.%20DOI:%2010.1056%20/NEJMoa2023184

Pada pasien ini, terapi simtomatik dapat diberikan untuk meredakan gejala, Dok

21 Juli 2021, 00:19
Terima kasih infonya dokter 🙏
21 Juli 2021, 03:42
Terima kasih infonya Dokter 🙏
21 Juli 2021, 11:26
Terimakasih dokter infonya