Bagaimana cara menyikapi pasien yang telah menyebutkan diagnosa, intepretasi hasil lab, hingga menanyakan efektivitas terapi yang telah didapatkan dari sumber yang belum tentu akurat - Diskusi Dokter

general_alomedika

Saat menerima konsultasi di Chat Bersama Dokter, tidak jarang kita menemui user yang sudah menyebutkan diagnosis, interpretasi hasil laboratorium bahkan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana cara menyikapi pasien yang telah menyebutkan diagnosa, intepretasi hasil lab, hingga menanyakan efektivitas terapi yang telah didapatkan dari sumber yang belum tentu akurat

    08 Mei 2020, 13:53

    Saat menerima konsultasi di Chat Bersama Dokter, tidak jarang kita menemui user yang sudah menyebutkan diagnosis, interpretasi hasil laboratorium bahkan menanyakan efektivitas terapi atau obat tertentu terhadap penyakitnya. Bagaimana rekan sejawat sekalian menyikapi hal ini?


    Tidak dipungkiri, saat ini kita berada di masa kita dapat mengakses informasi apapun tanpa batas. Dengan mengetik kata kunci tertentu kita sudah bisa mendapatkan berbagai artikel dan sumber mengenai hal yang ingin kita ketahui termasuk artikel mengenai kesehatan. Sayangnya, tidak semua sumber dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan kredibilitasnya. Inilah yang menjadi salah satu latar belakang hadirnya fitur Chat Bersama Dokter. Chat Bersama Dokter diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan informasi kesehatan langsung dari ahlinya sehingga informasi yang didapat dapat terjamin kebenaran dan kredibilitasnya. Maka, apabila Dokter sejawat mendapatkan user yang sudah menyebutkan diagnosis terhadap kondisinya bahkan menyebutkan interpretasi dari hasil laboratorium, sebaiknya Dokter menanyakan sumber informasi yang didapat oleh user. Apakah berasal dari sumber valid (dari dokter lain, tulisan/ artikel kredibel) atau dari yang kurang valid (mulut ke mulut, artikel non kredibel). Tujuannya agar Dokter dapat memberikan edukasi yang mumpuni juga memperbaiki bila ada pemahaman user yang kurang tepat mengenai suatu hal. Sehingga user dapat mengetahui informasi yang benar mengenai kondisi maupun terapi berbasis bukti terkait kondisi kesehatannya. 



    Bagaimana pendapat Dokter sejawat sekalian mengenai hal ini?

08 Mei 2020, 14:03
Siang dr. Rara,

Setuju dok, tetapi lebih baik disingkirkan dulu apakah ada keluhan klinis atau tidak. Jika terdapat keluhan klinis, maka bisa disampaikan informasi sesuai dengan kondisi yang dialami user.

Tentunya apabila pertanyaan terkait interpretasi hasil laboratorium, maka akan menjadi lebih baik dan tepat jika disertai dengan kondisi klinis yang dialami pasien. 
08 Mei 2020, 14:36
Betul sekali dr. Aldi, tentunya dengan dengan anamnesis yang baik dan menyesuaikan dengan klinis pasien, informasi yang diberikan akan lebih sesuai dan komprehensif.
11 Mei 2020, 14:06
terima kasih dok sangat bermanfaat..

setuju dok, skrg ini masyarakat awam sangat mudah dpt informasi dari sumber manapun.Tambahan juga, penting kita untuk tetap uptodate terhadap info-info medis, seperti yang kita tau penelitian terus berkembang, bisa jadi info yang kita ketahui tahun kemarin sudah berubah di tahun ini. Sehingga, nanti dalam penjelasan ke pengguna kita bs lebih open minded dan memiliki informasi kesehatan yang update untuk pengguna.
11 Mei 2020, 15:35
11 Mei 2020, 15:42
Terima kasih dok, sangat bermanfaat
11 Mei 2020, 16:51
dr. SK Sulistyaningrum, Sp.KK
dr. SK Sulistyaningrum, Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
08 Mei 2020, 13:53

Saat menerima konsultasi di Chat Bersama Dokter, tidak jarang kita menemui user yang sudah menyebutkan diagnosis, interpretasi hasil laboratorium bahkan menanyakan efektivitas terapi atau obat tertentu terhadap penyakitnya. Bagaimana rekan sejawat sekalian menyikapi hal ini?


Tidak dipungkiri, saat ini kita berada di masa kita dapat mengakses informasi apapun tanpa batas. Dengan mengetik kata kunci tertentu kita sudah bisa mendapatkan berbagai artikel dan sumber mengenai hal yang ingin kita ketahui termasuk artikel mengenai kesehatan. Sayangnya, tidak semua sumber dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan kredibilitasnya. Inilah yang menjadi salah satu latar belakang hadirnya fitur Chat Bersama Dokter. Chat Bersama Dokter diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan informasi kesehatan langsung dari ahlinya sehingga informasi yang didapat dapat terjamin kebenaran dan kredibilitasnya. Maka, apabila Dokter sejawat mendapatkan user yang sudah menyebutkan diagnosis terhadap kondisinya bahkan menyebutkan interpretasi dari hasil laboratorium, sebaiknya Dokter menanyakan sumber informasi yang didapat oleh user. Apakah berasal dari sumber valid (dari dokter lain, tulisan/ artikel kredibel) atau dari yang kurang valid (mulut ke mulut, artikel non kredibel). Tujuannya agar Dokter dapat memberikan edukasi yang mumpuni juga memperbaiki bila ada pemahaman user yang kurang tepat mengenai suatu hal. Sehingga user dapat mengetahui informasi yang benar mengenai kondisi maupun terapi berbasis bukti terkait kondisi kesehatannya. 



Bagaimana pendapat Dokter sejawat sekalian mengenai hal ini?

Alo dr Rara AR

Selain faktor sumber info pasien apakah sudah valid, penting diperhatikan aspek kesejawatan, apabila pasien, sifatnya hendak mencari second opinion.

Saat menjawab konsultasi via online dibandingkan dengan memeriksa langsung pasien, dapat terjadi perbedaan interpretasi/diagnosis/judgement, sehingga penting berhati-hati dalam memberikan second opinion ini.

Semoga dalam menghadapi pasien yang mencari second opinion ini, kita senantiasa mampu menjawab dengan bijak, agar tidak menimbulkan  masalah etika profesional kesejawatan (melanggar KODEKI).

Terima kasih. 

11 Mei 2020, 19:26
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Psikiater
Izin ikut berdiskusi dok,

Di layanan chat bersama dokter di bagian psikiatri, saya sering menemukan user seperti ini.

Sama seperti yang dilakukan, saya akan mencari tentang sumber nya dan biasanya mengajak user untuk berdiskusi sebenarnya apa yg diharapkan. Selama harapan tersebut bersifat informasi umum, biasanya saya akan memberikan informasi yang bersifat umum dan mengingatkan bahwa aplikasi ini tidak berfungsi sebagai second opinion melainkan lebih untuk tujuan informatif.

Sementara second opinion memerlukan pemeriksaan langsung.🙏

Selain itu jika yg terjadi terkait kondisinya yg mengalami perburukan atau sesuatu yg tidak berkenan biasa saya akan menyarankan user tersebut untuk kembali berkonsultasi dengan dokter yg bersangkutan. 🙏