Penggunaan Antihistamin tidak Disarankan untuk Penanganan Insomnia - Diskusi Dokter

general_alomedika

Obat golongan antihistamin merupakan obat bebas yang sering kali digunakan dan sering juga diresepkan oleh dokter untuk insomnia. Difenhidramin merupakan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Penggunaan Antihistamin tidak Disarankan untuk Penanganan Insomnia

    08 Februari 2019, 13:48
    dr. Andre
    dr. Andre
    Dokter Umum

    Obat golongan antihistamin merupakan obat bebas yang sering kali digunakan dan sering juga diresepkan oleh dokter untuk insomnia. Difenhidramin merupakan antihistamin yang paling banyak digunakan untuk kondisi ini. Penggunaan obat golongan antihistamin sebagai penanganan insomnia didasarkan pada efek sedasi yang dimilikinya.

    Bukti-bukti terbaru menunjukkan bahwa antihistamin tidak disarankan digunakan untuk menangani insomnia. Hal ini berkaitan dengan toleransinya yang cukup cepat terjadi dan efek samping yang dapat membahayakan seperti efek antikolinergik hingga dapat menyebabkan kematian. Perhatian penting lainnya pada penggunaan difenhidramin adalah kemungkinan terjadinya penyalahgunaan obat.

    https://www.alomedika.com/penggunaan-antihistamin-tidak-disarankan-untuk-penanganan-insomnia

    Alo dokter! Insomnia bukan cuma masalah pasien tapi dokter sendiri banyak yang mengalaminya lho. Apakah di sini ada yang pernah mengalaminya? Yuk share masalah insomnia dan penanganannya yang TS temui, baik yang dialami pasien TS, maupun yang TS sendiri alami.

08 Februari 2019, 13:59

selamat siang Dokter Andre, terima kasih untuk sharing artikelnya iya Dokter benar ya Dokter untuk gangguan tidur seperti insomnia adalah hal yang sering ditemui Dokter, dan penggunaan antihistamin sering kali digunakan untuk mengejar efek mengantuknya, namun umumnya untuk pasien gangguan tidur umumnya tetap ditekankan untuk menyelesaikan penyebabnya Dokter, apakah memang psikisnya, pola hidupnya atau memang ada penyakit yang mendasari Dokter, kadang kala juga pasiennya sudah lebih tahu dan kadang menggunakan sendiri obat yang memiliki efek mengantuk  dokter, sehingga kadang penting untuk edukasi ke pasiennya Dokter.

08 Februari 2019, 14:12
Selamat siang dok.. 
Saya setuju memang antihistamin bukanlah obat teraupetik untuk pasien insomnia dan memang tidak boleh digunakan jangka panjang karena side effectnya pada ginjal terutama. Obat ini sebenarnya sering digunakan untuk ambil efek samping saja karena obat tersebut paling gampang ditemui dok.. 😊😊
08 Februari 2019, 14:56
Terima kasih dok atas ilmunya. Soalnya saya masih sering menjumpai banyak pasien yang diberikan antihistamin seperti CTM untuk mengatasi gangguan tidurnya.
08 Februari 2019, 16:56
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum
Benar dok. Seharusnya kan kita memberikan obat berdasarkan efek kerja sesuai indikasi, bukan berdasarkan efek samping. Tapi kenyataannya antihistamin sering kali diberikan ya untuk gangguan tidur
08 Februari 2019, 17:52
Nice share
08 Februari 2019, 17:57
Iya dok yang mudah ditemukan di faskes 1 justru obat ini
Saya pribadipun juga demikian kadang2 saya gunakan dan hasilnya cukup baik meskipun tidak mengobati pencetusnya

Karena untuk obt antiinsomnia lainnya harus merujuk pasien.  Sedangkan kalau di faskes jauh dr RS ckup sulit juga. Pasien kdang2 yg tidak mau.. 
Di KIE cara2 meningkatkan kualitas tidur pun juga tidak banyak membantu.
10 Februari 2019, 19:55
dr. Nico Poundra Mulia, SpOG
dr. Nico Poundra Mulia, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Terimakasih sharingnya dok, bisa jadi tambahan informasi untuk pasien yang mengeluh insomnia ni 👍
10 Februari 2019, 20:43
Alo Dokter, terima kasih atas sharingnya dok😊 Saya juga sering menemui pasien yang insomnia dan ingin diberikan obat saja, biasanya saya akan menyarankan mengenai sleep hygiene walaupun banyak juga pasien yang ngotot maunya tetap diberikan obat akhirnya terpaksa memberikan antihistamin. Mungkin kita masih kesulitannya disitu ya dok, ketika kita sudah berusaha memberikan edukasi sebaik mungkin, namun pasien tetap maunya "ada output" diberikan obat untuk setiap keluhannya saat ia datang ke faskes.
11 Februari 2019, 13:59
Alo dokter

Terima kasih atas sharingnya.
Sangat berguna untuk menjelaskan ke klien tentang insomnia.
11 Februari 2019, 17:27
Terimakasih.
11 Februari 2019, 20:53
Terimakasih atas sharingnya dok, memang sebenarnya efek sedasi dari CTM kecil hanya efek samping saja. Biasanya tetap saya berikan jika di fasilitas primer dan pasien baru sekali gangguan tidur, itupun tetap 1 tab sekali minum sblm tidur. Selain diedukasi agar menghindari aktivitas berat di sore harinya, jgn tidur siang, dan baca2 buku sebelum tidur.
27 Februari 2019, 21:42
Terimakasih ilmunya dokter
28 Februari 2019, 00:45
Kasus insomnia atau tidak bisa tidur di malam hari juga sering ditemui pada pasien2 rawat inap di rumah sakit. Dokter jaga ruangan kerap dimintai mengatasi masalah ini. Memang sangat dilematis jika tidak memberikan obat tidur kepada pasien, pasien jadi tidak bisa tidur, merasa cemas sehingga istirahat pada malam hari menjadi tidak tercukupi dan pada akhirnya proses pemulihan pun menjadi terhambat. Beberapa sejawat memang kerap memberikan CTM sebagai obat tidur di rawat inap. Saya pribadi jika kasusnya termasuk ringan, sebisa mungkin mengedukasi pasien dan keluarganya mengenai efek samping dari obat tidur dan efek ketergantungannya di kemudian hari. Jika pasien masih kekeh minta obat tidur, saya pernah memberikan vitamin C sebagai placebo dan cara ini cukup berhasil untuk setting rawat inap. Apakah ada yang pernah melakukan hal yang serupa? Hehe.
28 Februari 2019, 09:06
Terima kasih dok, sangat bermanfaat