Regulasi pembelian obat di Indonesia - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokterBagaimana tanggapan sejawat tentang regulasi pembelian obt di apotik di negara kita terutama antibiotik?Begitu mudah antibiotik dibeli tanpa resep....

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Regulasi pembelian obat di Indonesia

    16 Maret 2019, 07:54

    Alo dokter

    Bagaimana tanggapan sejawat tentang regulasi pembelian obt di apotik di negara kita terutama antibiotik?

    Begitu mudah antibiotik dibeli tanpa resep. Dan apotiknya memberikan begitu saja. 

    Ada pula justru pasien sakit datang ke apotik bilang sakit ini itu dan apotekernya memberikan obat begitu saja.

    Sering menemukan kasus demikian. Kadang2 miris. Pasien datang berobat karena sakit ini itu. Sudah minum obat berbagai macam bahkan antibiotik.

    Ditanyakan dapat dimana dan katanya dari apoteker.

    Jadinya bingung mau mengobati pasien dengan obat apa lagi. Antibiotik2 superior bahkan sudah dapat.

    Apa apoteker memiliki kewenangan demikian? Apa memang regulasi di negara kita yang tidak jelas?

    Bukan bermaksud menjatuhkan profesi tertentu. Pastinya hal ini hanya "oknum" tertentu ya. Saya yakin tidak semua bertindak demikian.

    Trimakasih

16 Maret 2019, 08:20
dr.Imam Suseno Bayuadi
dr.Imam Suseno Bayuadi
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
Bahaya resistensi antibiotics tinggi banget. Saya aja, kalau sakit, sebisa mungkin tidak minum antibiotics 
16 Maret 2019, 08:38
Setuju Dok. Ditakutkan beberapa puluh tahun kedepan lama2 tidak ada antibiotik yang sanggup mengobati.
Kembali seperti jaman dlu ketika belum ditemukan penicilin.
16 Maret 2019, 08:55
Saya sebagai masyarakat non medis (tidak menunjukkan diri sebagai dokter) juga pernah membeli obat antibiotik di apotek dan oleh pihak apotek tidak ada pertanyaan atau diminta resep sama sekali. Terkesan sesuatu yg biasa

Bahkan jika sejawat lihat di online shop banyak sekali obat seperti antibiotik, antiparkinson, antidiabetes, bahkan peralatan medis seperti jarum suntik, dsb dijual bebas
17 Maret 2019, 05:36
Trimakasih tanggapannya Dok

Harusnya ada tindakan tegas ya Dok untuk yang online ini. Dimudahkan boleh tapi tidak sampai begitu juga ya 
16 Maret 2019, 12:44

Sangat setuju dok, memang permasalahan antibiotic abuse di kalangan awam sangat mengkhawatirkan karena regulasi terkait akses antibiotik dibuat mudah dan tanpa prosedur diagnosis dengan dokter. Kita harus terima fakta di Indonesia seperti itu dok, sudah ada lobi dari IDI pusat terkait resistensi antibiotik ini, Namun, percuma ada kebijakan regulasi apabila di lapangan tidak dilaksanakan. Ketegasan pemerintah saja sih dok yang perlu digalakkan, profesionalitas etik Apoteker juga dipertanyakan apabila ada kasus seperti diatas... sangat disayangkan memang dok.

17 Maret 2019, 05:37
Trimakasih tanggapannya Dok. Semoga pihak2 terkait ada tindakan.
16 Maret 2019, 12:59
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
16 Maret 2019, 07:54

Alo dokter

Bagaimana tanggapan sejawat tentang regulasi pembelian obt di apotik di negara kita terutama antibiotik?

Begitu mudah antibiotik dibeli tanpa resep. Dan apotiknya memberikan begitu saja. 

Ada pula justru pasien sakit datang ke apotik bilang sakit ini itu dan apotekernya memberikan obat begitu saja.

Sering menemukan kasus demikian. Kadang2 miris. Pasien datang berobat karena sakit ini itu. Sudah minum obat berbagai macam bahkan antibiotik.

Ditanyakan dapat dimana dan katanya dari apoteker.

Jadinya bingung mau mengobati pasien dengan obat apa lagi. Antibiotik2 superior bahkan sudah dapat.

Apa apoteker memiliki kewenangan demikian? Apa memang regulasi di negara kita yang tidak jelas?

Bukan bermaksud menjatuhkan profesi tertentu. Pastinya hal ini hanya "oknum" tertentu ya. Saya yakin tidak semua bertindak demikian.

Trimakasih

Hal yang masih biasa di indonesia,
peran organisasi profesi apoteker sangat penting untuk mengedukasi anggotanya,
adanya regulasi agar antibiotik tdk bisa dijual bebas,
17 Maret 2019, 05:38
Setuju Dok. Trimakasih tanggapannya
17 Maret 2019, 05:38
Setuju Dok. Trimakasih tanggapannya
16 Maret 2019, 13:15
Alodokter, regulasi obat di negara kita sayangnya belum ketat. Pembelian obat tanpa resep dokter masih marak terjadi. Kita bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat yang rasional (RUM). Agar dapat memberikan wawasan dampak dan risiko apa saja yg bisa terjadi misalnya resistensi antibiotik dll. Paling tidak di lingkungan kita sendiri (pasien pribadi) maupun melalui sosial media
17 Maret 2019, 05:40
Trimakasih tanggapannya Dok.
Semoga pihak terkait ikut merespon juga ya.
29 Maret 2019, 14:32
Saya setuju sekali dok..
16 Maret 2019, 13:23
Iya Dok,  sebenarnya perlu regulasi yang teramat ketat terutama pada toko obat berizin,  apotik kecil,  apalagi situs dan aplikasi belanja online,  sangat mengerikan karena melihat obat keras terutama antibiotik dijual bebas tanpa resep. Peer besar untuk Indonesia kita 😕 Saya pernah negur penjual onlinenya,  malah Saya diblok 😅
17 Maret 2019, 05:41
Trimakasih tanggapannya Dok.
Wah takut tidak laku dagangannya mungkin ya.. 😁
16 Maret 2019, 13:53
16 Maret 2019, 08:20
Bahaya resistensi antibiotics tinggi banget. Saya aja, kalau sakit, sebisa mungkin tidak minum antibiotics 
Sangat setuju dok.
17 Maret 2019, 05:43
Trimakasih tanggapannya Dok
16 Maret 2019, 15:44
dr.A.Triadi,SpOG
dr.A.Triadi,SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
ibarat mencari jarum di jemari. Sudah sejak dulu kasus ini mencuak, ujungnya adalah profesi dokter yang berhadapan langsung dgn pasien babak belur.
Organisasi dan profesi serta pemerintah memang harus sinergis. 
Ada daerah yang menerapkan obat antibiotik dan obat keras lainnya wajib resep dokter, dan nyatakan berhasil.
17 Maret 2019, 05:42
Trimakasih tanggapannya Dok. Perlu kejelasan dan tindakan tegas ya Dok. 
16 Maret 2019, 19:24
Sangat setuju dr. Jeffry, sangat sering terjadi dimana pasien diijinkan membeli antibiotik di farmasi secara mandiri tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Di daerah Bali sendiri kasus ini sudah dilakukan riset dan penelitian di bagian Mikrobiologi RSUP Sanglah menunjukkan angka resistensi antibiotik yg saat ini semakin meningkat. Tentu perlu diadakan cross sharing antar apoteker dan dokter dengan pihak pemerintah dalam mengatasi hal tersebut. 
17 Maret 2019, 05:44
Trimakasih dr.Yoga untuk tanggapannya
16 Maret 2019, 21:07
Pembahasan yang menarik Dok. Memang ini sering sekali kita dapatkan terjadi di masyarakat. Kebijakan pemerintah dan pelaksanaannya yang perlu dibenahi, juga perlu lebih banyak edukasi ke masyarakat.
17 Maret 2019, 05:45
Iya setuju Dok. Trimakasih tanggapannya .
Smoga pihak terkait ada yang baca diskusi ini 😁
16 Maret 2019, 21:43
Pembahasan yang menarik dok, memang untuk saat ini hanya beberapa apotek besar yang sudah mengaplikasikan penggunaan resep dokter dengan ketat terutama untuk obat antibiotik, semoga ke depannya dapat diterapkan pada sebagian besar apotek serta terdapat regulasi yang memadai untuk menindaklanjuti permasalahan ini 🙏🙏
17 Maret 2019, 05:47
Smog terus berlanjut ya dok. Kalau bisa juga apotek2 kecil di daerah perlu ditegasi juga.
Karena kebanyakan di daerah terutama daerah saya pasien berobat ke apotek. Bukan ke dokter. Padahal sudah ada era bpjs. Saya pribadi miris
16 Maret 2019, 22:38
 Alo Dokter 
Sepertinya sekarang sdh ga bisa lagi beli antibiotik tanpa resep dokter. Sy sendiri pernah mengalaminya. Baguslah kalau sdh ada regulasi utk itu. 

17 Maret 2019, 05:51
Mungkin di daerah2 tertentu ya Dok. Kalau kota kecil gampang sekali dapat obat. Antibiotik superior asal pasien bisa menyebutkan namanya saja maka apotek berani memberikannya.
Pengalaman pribadi Dok. Dan saat saya tegur jawabnya "gapapa sudah biasa disini"
17 Maret 2019, 03:59
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Alo dokter!
Sangat disayangkan memang bahwa di era yang sekarang pembelian antibiotik tanpa resep masih sering ditemui. Bahkan pasien yang saya temui seringkali sudah mengobati dirinya sendiri dengan penggunaan antibiotik tanpa berkonsultasi dulu ke dokter dan sayangnya kebanyakan kasus seharusnya tidak memerlukan antibiotik dalam pengobatannya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal tingginya angka resistensi antibiotik di Indonesia. Mungkin aturan ketat seperti pada pembelian obat yang mengandung penenang (contoh sanmag, braxidin dan lain lain) dapat diberlakukan untuk mengurangi kejadian ini.
17 Maret 2019, 05:53
Iya Dok. Semoga segera ada aturannya. Dan di aplikasikan dengan benar.
Jangan sampai kembali ke era penyakit sebelum penicillin ditemukan. Mengobati pasien jadi serba sulit

Yang dirugikan akhirnya pasien itu sendiri
18 Maret 2019, 10:54
Saya beberapa kali juga menemukan pasien yang meminum obat antibiotik tanpa resep dokter dengan dosis yg tidak sesuai dan mengaku membeli obat tersebut di apotek. Ini pun menjadi tantangan sebagai dokter untuk bisa mengedukasi masyarakat supaya tidak meminum antibiotik sembarangan dan harus melalui resep dokter, kemudian juga meminunya sesuai anjuran dokter dan harus dihabiskan. Semoga profesi tenaga medis di Indonesia bisa bekerja sama lebih baik lagi.
18 Maret 2019, 11:13
Alo dokter! Betul dok, saya juga menyayangkan pihak toko obat berizin dan apotek yang menjual obat antibiotik dan obat-obat lain (bukan label hijau dan biru) tanpa resep dokter, bahkan ketika ada pembeli yang bertanya mereka berani merekomendasikan obat tanpa advice dari dokter, bahkan obat berlabel merah. Akhirnya banyak pasien yang berani beli obat tanpa saran dari dokter, padahal kan datang ke dokter itu bukan melulu untuk 'pulang harus bawa obat' :( Semoga regulasi pembelian obat di Indonesia ini menjadi lebih tegas dan bahaya resistensi antibiotik di Indonesia bisa semakin teratasi😊