Perawatan paliatif pada pasien HIV dan kanker stadium lanjut di FKTP - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat malam sejawat sekalian. 🙏Saya izin membuka diskusi sekaligus bertanya terkait pengalaman dokter² menjalankan metode paliatif di FKTP dan daerah...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perawatan paliatif pada pasien HIV dan kanker stadium lanjut di FKTP

    Dibalas 09 Desember 2019, 08:13

    Selamat malam sejawat sekalian. 🙏

    Saya izin membuka diskusi sekaligus bertanya terkait pengalaman dokter² menjalankan metode paliatif di FKTP dan daerah perifer.

    Bagaimana metode paliatif di FKTP yg baik menurut sejawat? Apakah ada hambatan antara dokter dan tenaga kesehatan lain khusus nya perawat dalam menjalankan paliative care pada pasien HIV dan kanker stadium lanjut dengan akses fasilitas dan komunikasi terbatas?


    BTK Dok. 🙏😊

03 Desember 2019, 23:43
Selamat malam Dokter
Mencoba menanggapi hal ini kembali pada prinsip perawatan paliatif. Prinsipnya adalah sbb, menghargai setiap kehidupan, menganggap kematian sebagai proses yang normal, tidak mempercepat atau menunda kematian, menghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan, menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu, serta mengintergrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam perawatan pasien dan keluarga, menghindari tindakan medis yang sia-sia, memberikan dukungan yang diperlukan agar pasien tetap aktif sesuai dengan kondisinya sampai akhir hayat, serta memberikan dukungan kepada keluarga dalam masa duka cita.
Upaya yang termasuk prinsip tersebut dapat dilakukan dimanapun termasuk di FKTP maupun perifer dan memungkinkan juga untuk home care.

Semoga bermanfaat. 
Salam.
04 Desember 2019, 10:11
Terimakasih banyak dokter atas sharingnya 🙏

Izin sharing untuk fasilitas yg terdiri dari sarana dan prasarana, dokter, psikolog, perawat yang mendampingi pun terbatas.
Apakah ada kuisioner terkait indikator keberhasilan paliatif ini Dok? Seperti fokus meningkatkan kualitas hidup pasien terminal atau fokus menenangkan keluarganya.

BTK.
04 Desember 2019, 10:39
Terima kasih dok infonya
08 Desember 2019, 22:42
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok..
Detail sekali..
Dan perlu diingat kita akan melibatkan banyak pihak serta tim yg terintegrasi demi terlaksana perawatan paliatif yg ideal ☺️
09 Desember 2019, 08:13
Terimakasih banyak ilmunya Dok 🙏
03 Desember 2019, 21:10

Selamat malam dr. Adi. 

Menurut saya untuk metode paliatif di daerah perifer sepertinya cukup sulit dimana pastinya fasilitas pun belum tentu memadai. Namun bisa dimulai dari komunikasi baik ke pasien dan keluarga dekat pasien, kemudian membantu mengatasi keluhan yang dirasakan. contohnya bila nyeri bisa memberikan anti nyeri, dsb...

Saya juga menemukan artikel terkait perawatan paliatid di rural area

https://www.ruralhealthinfo.org/topics/hospice-and-palliative-care#services

04 Desember 2019, 10:03
Terimakasih atas sharing nya Dok 🙏.
09 Desember 2019, 08:13
Terimakasih infonya Dok.
09 Desember 2019, 05:09
dr. Arini Junita P K SpPDKHOM
dr. Arini Junita P K SpPDKHOM
Dokter Spesialis Onkologi
Selamat pagi. Pada pasien dg hiv dan kanker dtd lanjut, kita mencoba merangkai apakah kanker tersebut merupakan suatu disease entity atau terpisah. Seringkali kanker pada pasien hiv merupakan bagian dari hiv  std 4 who. Dengan demikian kita memfokuskan perawatan terhadap penyakit dasarnya. Perawatan hiv sudah ada team vct hingga ke faskes 1. Jadi perawatannya sdh bisa dikerjakan  di daerah. Untuk perawatan paliatif kanker prinsipnya meningkatkan kualitas hidup penderita dan mempersiapkan penderita menghadapi kematiannya. Di daerah yg belum ada team paliatifnya, perawatan ini bisa dikerjakan dengan pendekatan dan kerjasama antara petugas medis dan keluarga, sehingga penderita bisa merasa nyaman menjelang tutup usia. Terima kasih, semoga bermanfaat.
09 Desember 2019, 06:42

Baik Dokter, berarti fokus pada penyakit dasar dlu dalam konsep ini.
Terkadang di daerah perifer tim vct belum terintegrasi ke tim paliatif scr ideal dok. Sehingga tenaga medis setempat hanya mempersiapkan kematian tanpa ada nya aspek moril/psikis keluarga yang dirasa masih kurang terhadap pasien.

Stigma penyakit hiv juga salah satunya Dok, apalagi komorbid kanker. Sehingga pasien makin terpuruk/memerlihatkan gejala depresi berat dan disini petugas medis tidak dapat melakukan banyak hal akibat kurangnya ketersediaan sarana dan tenaga SDM seperti psikolog, perawat untuk asuhan keperawatan nya disamping treatment.

Terimakasih banyak Dok atas sharingnya...