Pasien dengan sulit tidur mengonsumsi Prosteresa, Melatonin, GABA, dan Aprazolam secara acak - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter.Saya punya klien yang selama pandemi mengalami kesulitan tidur. Saat mencoba tidur, sulit terlelap namun saat sudah tidur, kualitasnya bagus dan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien dengan sulit tidur mengonsumsi Prosteresa, Melatonin, GABA, dan Aprazolam secara acak

    21 Juli 2021, 19:43

    Alo Dokter.

    Saya punya klien yang selama pandemi mengalami kesulitan tidur. Saat mencoba tidur, sulit terlelap namun saat sudah tidur, kualitasnya bagus dan tidurnya nyenyak.. Sudah mengkonsumsi Prosteresa, Melatonin, GABA, dan Aprazolam secara random untuk membantu kesulitan tidur dengan dosis yang tidak beraturan. Saat ini klien sedang melakukan konseling secara rutin namun tetap kesulitan untuk tertidur namun saat tertidur, bisa nyenyak. Saat ini klien masih merasa tidak bisa lepas dari obat.. Apakah ada edukasi mengenai efek efek samping yang perlu diperhatikan dari mengkonsumsi obat-obatan ini secara bersamaan dan Apakah ada rekomendasi lain dari sudut pandang medis? Terima kasih banyak

21 Juli 2021, 19:54
Alo..
Menurut saya jika keluhan yang dialami sudah berjalan cukup lama sebaiknya pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit atau Klinik terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat secara komprehensif. Terkait penggunaan obat tidur sebaiknya pasien dirujuk ke dokter spesialis terkait agar mendapatkan edukasi dan dosis yang tepat. Semoga bermanfaat 😊🙏🏻
21 Juli 2021, 20:47
Alo, menurut saya penggunaan obat tidur dalam jangka yang panjang tentu tidak disarankan. Mungkin agar pasien / klien bisa mendapat penjelasan medis lebih lanjut, pasien bisa dirujuk ke Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Kita juga bisa mengedukasi pasien terkait hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola tidur dan mendapatkan tidur yang nyenyak, atau biasanya disebut dengan Sleep Hygiene. Demikian pendapat saya, mohon koreksinya jika ada yang keliru. Terima Kasih.
21 Juli 2021, 21:53
dr. Faradini
dr. Faradini
Dokter Umum
Alo dokter.
Menurut saya dalam pemberian obat tidur sebaiknya dimulai dari dosis terkecil dan tidak dlm jangka lama.  Krn jika dlm jangka lama akan menimbulkan ketergantungan sehingga harus mendapatkan terapi lainnya. Jika keluhan pasien tetap berlanjut maka saatnya dikonsul ke Psikiater mengingat penyebab gangguan tidur bisa krn diagnosis yg lebih tinggi darinya seperti depresi dll
22 Juli 2021, 13:32
dr. Putri Nugraheni, SpKJ
dr. Putri Nugraheni, SpKJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo. Masalah tidur pada pasien dengan kondisi mental sebagian besar merupakan ujung dari masalah sebenarnya yang lebih besar, misalnya kecemasan, gangguan mood, gangguan psikotik, dsb. Bila pasien tetap tidak bisa tidur setelah pola tidurnya dikembalikan dengan obat tidur jangka pendek, kemungkinan besar masalah pasien lebih dari insomnia saja. Maka itu, fokus terapi perlu lebih ditekankan pada masalah dasar (diagnosis yang menyebabkan kesulitan tidur) dan bukan pada pola tidur itu sendiri. Obat yang digunakan juga untuk mengatasi masalah dasar dan bukan untuk tidur semata, karena tidak menuntaskan hingga ke akar, kesulitan tidur akan kembali lagi. Pasien perlu diedukasi mengenai tujuan terapi karena banyak pasien yang terpreokupasi pada tidur, bila sudah bisa tidur dianggap masalah selesai. Edukasi meliputi tujuan terapi yang bukan untuk tidur, namun untuk menyelesaikan masalah yang mendasarinya. Bila pasien sulit lepas dari obat-obat tidur yang diminum secara random, maka pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis kedokteran jiwa.