Pasien laki-laki usia 27 tahun dengan keluhan nyeri pada punggung bawah - Diskusi Dokter

general_alomedika

Mohon maaf ts izin konsul 🙏Laki2, usia: 27 tahun, Berat badan: 106kg, Tinggi Badan: 168cm. BMI: 37,5Keluhan saat ini, nyeri punggung +- 3 th yll, nyeri...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien laki-laki usia 27 tahun dengan keluhan nyeri pada punggung bawah

    02 Juli 2021, 06:21

    Mohon maaf ts izin konsul 🙏

    Laki2, usia: 27 tahun, Berat badan: 106kg, Tinggi Badan: 168cm. BMI: 37,5

    Keluhan saat ini, nyeri punggung +- 3 th yll, nyeri dirasakan hilang timbul daerah punggung atas kadang terasa sampai punggung bawah, nyeri memberat saat aktivitas terutama saat mengendarai mobil pada jalan bergelombang, nyeri terasa seperti ditekan.

    Nyeri saat ini menetap 4 hari terakhir, membaik saat istirahat tidur dan bangun kembali nyeri hilang total.

    Kemudian terasa kembali saat aktivitas.

    Kekuatan 4 eksremitas 555/555//555/555

    Hipoestesia 4 ekstremitas (-)

    Radikulopati 4 ekstremitas (-)

    Penjalaran nyeri kedepan perut (-)

    BAK dan BAB dan ereksi tidak ada gangguan.


    Riwayat demam(-), penurunan berat badan(-) justru naik 6-10kg dalam 6 bulan.

    riwayat batuk pilek lama tidak ada, riwayat trauma jatuh posisi duduk+- 5 tahun yll, riwayat operasi appendisitis +- 2 th yll--> anestesi lokal intratekal.

    Krepitasi saat movement regio genu (+), tekadang.

    Asam urat 9-10 jarang terkontrol (kadang minum kadang tidak)

    Riwayat batuk lama(-)

    Laseque test (-)

    Bragard test (-)

    Patric test (-)

    Dugaan awal saya facet joint inflamasi disertai lumbar spasme..

    Terapi awal saya:

    Natrium diklofenak 3x1

    Eperisone 50 mg 3x1

    Metylprednisolone 4mg 3x1

    Fisioterapi berkala

    2 hari berikutnya, keluhan masih sama...

    Mohon konsul untuk diagnosa banding dan penanganan berikutnya🙏

02 Juli 2021, 09:10
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf

Alo dr. Aqa Mirza,

 

Nyeri punggung bawah secara garis besar dapat disebabkan oleh kelainan organ gerak seperti otot, sendi, tulang, tendon, saraf, connective tissue, dll dan kelainan organ lain seperti saluran kemih, organ kandungan, dan pencernaan.

 

Pada kasus pasien diatas, nyeri diperberat aktivitas dan terdapat faktor resiko berupa obesitas sehingga kemungkinan nyeri disebabkan kelainan organ gerak. Nyeri sendi faset perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding walapun nyeri sendi faset lebih sering terjadi pada lansia secara epidemiologi karena etiologinya berupa proses degeneratif. pada usia muda lebih sering disebabkan oleh nyeri otot, tendon, saraf.

 

Untuk tatalaksana awal dari sejawat, saya rasa sudah tepat. Namun tatalaksana nyeri sebaiknya bersifat multimodalitas. Selain terapi medikamentosa, perlu juga modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan dan terapi fisik/fisioterapi.

 

Jika keluhan persisten / terdapat red flags, sebaiknya sejawat dapat merujuk ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi lebih lanjut misalnya dengan MRI dan tatalaksana yang lebih lanjut seperti tindakan injeksi / blok. 

 

Terima kasih. 

02 Juli 2021, 09:34

Terimakasih dr. Ade Wijaya,  SpS

Sangat membantu.