ALO Dokter. Pasien yang menjalani operasi perut tanpa komplikasi harus buang air besar sebelum dipulangkan. Namun, hal ini ditantang oleh protokol Enhanced...
Mitos Medis: Pasien harus BAB Sebelum Dipulangkan dari Rawat Operasi Abdomen - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Mitos Medis: Pasien harus BAB Sebelum Dipulangkan dari Rawat Operasi Abdomen
ALO Dokter.
Pasien yang menjalani operasi perut tanpa komplikasi harus buang air besar sebelum dipulangkan. Namun, hal ini ditantang oleh protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Lalu, apa yang kini menjadi fokus utama?
A. Memastikan toleransi asupan oral dan pengendalian nyeri yang memadai.
B. Melakukan rontgen perut setiap hari untuk memeriksa pola gas.
C. Memastikan pasien tidak makan dan minum (NPO) sampai kentut keluar.
D. Memberikan obat pencahar agresif setiap hari sampai pasien pulang.
ALO Dokter.
Jawabannya A ya, dok.
Persyaratan tradisional bahwa pasien harus mengeluarkan gas atau buang air besar (BAB) sebelum dipulangkan setelah operasi perut adalah contoh klasik dari "dogma" medis dan bukan praktik berbasis bukti.
Praktik ini berakar pada ketakutan akan ileus pascaoperasi (kelumpuhan sementara usus). Dipercaya bahwa BAB adalah satu-satunya bukti pasti bahwa saluran pencernaan "aktif" dan pasien aman dari obstruksi usus. Namun, protokol ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) modern telah membantah hal ini karena beberapa alasan:
- Pemulihan Multimodal: Buang air besar seringkali merupakan hal terakhir yang kembali normal. Menunggunya dapat membuat pasien tetap di rumah sakit selama 1–3 hari tambahan, meningkatkan risiko infeksi yang didapat di rumah sakit dan pembekuan darah.
- Pemberian Makan Dini vs. Puasa: Praktik lama membuat pasien puasa (tidak makan dan minum) sampai mereka mengeluarkan gas. Sekarang kita tahu bahwa asupan oral dini (makan dan minum dalam beberapa jam setelah operasi) sebenarnya merangsang "refleks gastrokolik" dan membantu usus aktif lebih cepat.
- Prediktor Sejati: Studi menunjukkan bahwa jika pasien dapat mentoleransi makanan padat tanpa muntah dan memiliki kontrol nyeri yang memadai dengan obat oral, risiko terjadinya ileus onset lambat di rumah sangat rendah (kurang dari 1–3%).
Bukti & Sumber
Pergeseran dari kewajiban buang air besar sebelum pasien dipulangkan merupakan landasan perawatan bedah modern.
1. Pedoman ERAS® Society
ERAS Society (organisasi non-profit internasional yang mengembangkan perawatan perioperatif berbasis bukti) secara eksplisit mencantumkan "Asupan Oral Dini" dan "Mobilisasi Dini" sebagai rekomendasi tingkat tinggi. Pedoman konsensus mereka untuk operasi usus besar menyatakan bahwa "menunggu buang air besar" secara tradisional tidak didukung oleh data dan bahwa pemberian makan dini aman dan bermanfaat.
2. Studi JAMA Surgery
Sebuah studi penting yang diterbitkan di JAMA Surgery (sebelumnya Archives of Surgery) meneliti perlunya buang air besar sebelum pasien dipulangkan.Temuan: Studi tersebut menyimpulkan bahwa pasien yang memenuhi kriteria pemulangan lainnya (berjalan, dapat mentolerir makanan, nyeri terkontrol) tetapi belum buang air besar tidak memiliki tingkat rawat inap kembali atau komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tetap tinggal sampai mereka buang air besar.