User yang sering memamerkan organ vital apakah dapat dianjurkan untuk bertemu psikiater atau hanya dapat menekan tombol spam pada aplikasi - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter, seringkali mendapati User yang memamerkan organ vital di tengah chat berlangsung. Tentu ada rasa tidak nyaman untuk menanggapi User setelahnya....

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • User yang sering memamerkan organ vital apakah dapat dianjurkan untuk bertemu psikiater atau hanya dapat menekan tombol spam pada aplikasi

    18 Mei 2020, 12:10

    Alo Dokter, seringkali mendapati User yang memamerkan organ vital di tengah chat berlangsung. Tentu ada rasa tidak nyaman untuk menanggapi User setelahnya. Apakah menekan tombol spam dan menganjurkan user untuk bijak hanya satu-satunya cara dalam menghadapi User spt ini? Mohon sharing pengalamannya, ataukah bisa user seperti ini langsung dianjurkan untuk bertemu psikiater misalnya? Terimakasih sebelumnya.

18 Mei 2020, 13:33

Alo dr. Nurul, bantu menjawab ya Dok, memang hal seperti ini kadang terjadi apalagi user yang tidak ada keluhan dengan organ intim kemudian mengirimkan gambar yang di luar konteks.

Hal ini bisa ditanggapi dengan ditegaskan kembali ke pasiennya apakah masih ada yang ingin ditanyakan terkait dengan keluhannya, namun jika sudah di luar konteks apalagi keluhan tidak ada kaitannya dengan gambar yang dikirim, bisa dikategorikan spam dan tentu kita edukasi untuk lebih bijak dalam konsultasi.

Jika kaitannya dengan untuk menemui psikiater, menurut saya bisa ditelusuri lagi dengan riwayatnya, apakah memang selama konsultasi ada kecenderungan selalu interupsi dengan mengirimkan gambar alat kelamin atau yang dilakukannya tersebut hanya sesekali atau hanya iseng, sehingga kita bisa menilai kecenderungannya ke mana. Kalau dari percakapan dan riwayat memang mengarah ke exhibisionisme misalnya, bisa kita edukasi dan anjurkan untuk konsultasi dengan psikiater. 

Mungkin seperti itu Dok dari saya, mungkin ada TS lain yang punya pendapat atau masukan lainnya.. 

18 Mei 2020, 14:24
dr.Stephen Wirya, Sp.DV
dr.Stephen Wirya, Sp.DV
Dokter Spesialis Kulit
Saya rasa hal ini disebabkan "sembunyi di belakang anonymity" atau karena identitas nya tidak diketahui dia jd mudah iseng. 

Ini bisa diperbaiki dengan cara verifikasi identitas seperti ovo premium atau gopay dimana user diminta foto diri dengan KTP dan upload KTP.

Sebaiknya kalau konsultasi ke dokter (online maupun offline) saya rasa identitas pasien sebenarnya diketahui untuk mencegah kejadian yang dokter sebut, selain itu juga mencegah penyalahgunaan obat.
18 Mei 2020, 18:16
Baik Dokter, terimakasih atas sharingnya.
18 Mei 2020, 14:46
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
18 Mei 2020, 12:10

Alo Dokter, seringkali mendapati User yang memamerkan organ vital di tengah chat berlangsung. Tentu ada rasa tidak nyaman untuk menanggapi User setelahnya. Apakah menekan tombol spam dan menganjurkan user untuk bijak hanya satu-satunya cara dalam menghadapi User spt ini? Mohon sharing pengalamannya, ataukah bisa user seperti ini langsung dianjurkan untuk bertemu psikiater misalnya? Terimakasih sebelumnya.

Kelihatannya user tersebut kebanyakan laki-laki walaupun tidak menutup kemungkinan adanya perempuan, yang mengalami masalah organ kewanitaan,

sampai sejauh ini saya belum pernah mengalami hal seperti itu,
jika ada kelainan kejiwaan bukan termasuk dalam konteks penyakit yang sedang dikonsultasikan dan kita menganggap bahwa itu suatu eksibisionisme, maka sebaiknya kita sarankan ke rekan spKJ, ataupun klik spam jika dirasa cukup mengganggu dan terlalu sering,
18 Mei 2020, 18:18
Iya Dokter, saya juga kerap menjumpai wanita sebagai pelaku ekshibisionisme, padahal pertanyaan awalnya jauh berbeda. Terimakasih atas sharingnya Dokter πŸ™
18 Mei 2020, 14:48
Alo..
Kemarin saya baru dapet pasien kayak gini. Saya pencet spam aja. Memang anonim nama dia ARTIS KAMPUNG. 
Sebaiknya nama2 palsu kayak gitu gak diijinkan untuk konsultasi.

18 Mei 2020, 18:19
Iya Dokter, nama anonim, akun diprivate memang paling rawan Dokter, meskipun tidak semua πŸ™
18 Mei 2020, 18:17
18 Mei 2020, 14:24
Saya rasa hal ini disebabkan "sembunyi di belakang anonymity" atau karena identitas nya tidak diketahui dia jd mudah iseng. 

Ini bisa diperbaiki dengan cara verifikasi identitas seperti ovo premium atau gopay dimana user diminta foto diri dengan KTP dan upload KTP.

Sebaiknya kalau konsultasi ke dokter (online maupun offline) saya rasa identitas pasien sebenarnya diketahui untuk mencegah kejadian yang dokter sebut, selain itu juga mencegah penyalahgunaan obat.
Iya Dokter, hal ini cukup mengganggu memang Dok. Usulan yg sangat menarik Dokter πŸ™
22 Mei 2020, 06:18
Khas banget oknum seperti ini
Saya mendapat yg seperti ini kemarin, dari namanya ABC.. setiap part kelamin difoto detail .
Yah resiko dr kelamin ya.. report spam dan report manual ke admin.. 
Semoga benar2 ditindak lanjuti oleh pihak Alodokter
22 Mei 2020, 08:20
dr.SK Sulistyaningrum, Sp.KK
dr.SK Sulistyaningrum, Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
Khas banget oknum seperti ini
Saya mendapat yg seperti ini kemarin, dari namanya ABC.. setiap part kelamin difoto detail .
Yah resiko dr kelamin ya.. report spam dan report manual ke admin.. 
Semoga benar2 ditindak lanjuti oleh pihak Alodokter
Alhamdulillah blum pernah dapat pasien spt ini.
Semoga tdk pernah dapat.πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Aamiin
22 Mei 2020, 18:52
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Psikiater
Izin memberi masukkan dok,

Memang benar jika hal ini dirasa tidak pantas sebaiknya melakuan spam.
Sejauh ini saya di bagian psikiatri tidak pernah mendapatkan pasien seperti ini dalam layanan chat (walaupun beberapa lebih banyak konsultasi yang sifatnya memang masalah seksual dan masih ditaraf yg bisa ditolerir).

Saya pernah memiliki pengalaman di tempat praktek. Mudah2an hal ini dapat membantu:
Pada pasien dengan gangguan seperti exebisionis sebenarnya selalu menghendaki perasaan marah, kaget, atau emosional lain dari si lawan. Reaksi yg merasa jijik ataupun merasa keberatan akan dianggap sebagai reward tersendiri bagi individu tersebut. Reward ini dianggap sebagai salah satu bentuk bahwa ia dapat mengalahkan lawan dan menguasai lawan.

Sehingga yg dapat dilakukan justru bersikap biasa saja, tidak terpancing dan tetap profesional (sikap menganggap tidak terjadi apa2 ini akan membuat ybs malah merasa jera dan takut). Beberapa mungkin juga akan melakukan extra effort agar akhirnya lawannya terpancing. Namun cara mengatasi hal ini tetap sama yaitu bersikap biasa saja dan tetap bersikap profesional.

Saya juga setuju bagi user menggunakan identitas asli... Namun memang saya juga bisa memahami beberapa user merasa malu, tidak nyaman dan juga ada stigma terkait jika identitas aslinya diketahui.

Semoga dapat membantu πŸ™πŸ™
27 Mei 2020, 16:25
Baik Dokter, terimakasih banyak atas infonya dokter πŸ™