Mengatasi pasien yang tidak selesai-selesai saat konsultasi online - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo, teman sejawat semua. Saya ingin berdiskusi mengenai pasien yang konsultasinya sangat lama, tidak selesai2, bahkan setelah dokter sudah offline dokter...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Mengatasi pasien yang tidak selesai-selesai saat konsultasi online

    29 September 2021, 19:11
    dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
    dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
    Dokter Spesialis Saraf

    Alo, teman sejawat semua. Saya ingin berdiskusi mengenai pasien yang konsultasinya sangat lama, tidak selesai2, bahkan setelah dokter sudah offline dokter tetap dicecar pertanyaan dan tidak sungkan sama sekali untuk terus bertanya, dan pertanyaannya diulang2 kembali. Ingin rasanya mengakhiri percakapan sesegera mungkin, namun kita semua tahu, bahwa ulasan pasien sangat berpengaruh pada banyaknya kita mendapatkan pasien. Misalkan kita dapat ulasan negatif, atau rating turun, pasti pasien juga bertambah sedikit.

    Apakah ada yang punya solusi, supaya tidak terjadi demikian karena saya sudah beberapa kali mengalami hal seperti ini. Terima kasih

29 September 2021, 19:59
dr.Fandi Triansyah, Sp.PD
dr.Fandi Triansyah, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
ALO Dok, benar memang dilema menghadapi user dgn tipikal begitu. Yang penting dikomunikasikan baik-baik dok, jelaskan sesuai alurnya dan sarankan offline consult utk lebih lanjut biar lebih jelas. Edukasi pasien bahwa dokter sudah offline dan jika masih ada pertanyaan lain bisa chat dokter yg masih online.Jika pun nanti diberi review negatif, dokter bisa minta komeb tsb ditakedown ke doctorsupport atau team operational. Selama kita merespon sesuai panduan dan standar seharusnya, pasti review tsb akan di takedown.
30 September 2021, 09:49
Serarang review buruk sudah tidak bisa di take down Dok.
30 September 2021, 12:49
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Iya dok, sangat dilematis, sudah terjadi berkali2 dan sudah dijelaskan baik2pun pasien masih tidak mau tahu ingin terus bertanya seperti ga ingin rugi.. ketika disarankan untuk konsultasi secara offline, ada beberapa pasien yang seperti tidak terima gitu dok. Krn sebagian besar pasien ekspektasinya tinggi dengan adanya alodokter, dikiranya semua penyakit pasti langsung jelas ketahuan padahal kan banyak pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.
Untuk take down komentar negatif, sementara ini ada juga yang mengalami demikian, tp tidak kunjung ditake down oleh pihak alodokter
29 September 2021, 20:05

Alo dr. Winda Nirmala Sari Sp.N, coba bantu menjawab ya dokter. Dalam menghadapi user yang seperti itu, mungkin bisa dikomunikasikan kembali dan ditegaskan kembali perihal yang masih belum jelas atau yang masih ingin ditanyakan agar lebih terfokus, jika nantinya masih diulang-ulang dengan pertanyaan yang sama dan sudah jam offline dokter, dokter bisa berikan kesimpulan akhir sekaligus pengertian pada user bahwa sesi konsultasi sudah berakhir jadi bisa anjurkan untuk konsultasi kembali saat di jam online dokter selanjutnya. 

Jika nantinya ada hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, dokter juga dapat mengubungi nomor kontak tim Quality Control Alodokter ya dok. Terima kasih dokter, semoga membantu. 

30 September 2021, 12:53
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Betul dokter Olvy, saya sudah melakukan seperti yang disarankan oleh dokter.. tapi pasien saya yg kemarin ini sudah dijelaskanpun ditanyakan lagi berulang2 😅
Akhirnya saya akhiri ketika ada waktu 30 menit tidak dibalas langsung saya tutup, sambil doa tidak dikasih rating jelek 😔
Saya juga sudah menghubungi tim alomedika terkait pasien yang demikian, namun jawaban hanya normatif saja..
29 September 2021, 20:24
Alo dokter, menurut pengalaman saya tidak apa apa dokter mengutarakan sedang ada emergency dll,pasien akan memahami,nanti setelah luang akan disambung lagi konsultasi nya,mohon maaf untuk ketidaknyamanan, terimakasih:)
30 September 2021, 12:55
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Iya betul dok, sudah saya sampaikan bahwa saya sudah offline dan sedang praktek di RS, namun memang ada oknum2 pasien yang tetap saja tidak mau tahu walaupun dokternya offline dan sedang praktek, saya tetap dicecar pertanyaan2 😰
29 September 2021, 20:33
Saya tidak tahu jika konsultasi medis itu bisa dibandingkan dengan konsultasi psikologi tapi saya berikan sedikit gambaran Berdasarkan pengalaman saya di aplikasi ini.. dalam hal ini kita tetap perlu memberikan boundaries pada pasien dan memberikan ketegasan mengenai porsi waktu yang diberikan. Untuk beberapa kasus juga seringkali saya mencoba memberikan pengertian bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dibahas secara spesifik di dalam konseling menggunakan tulisan karena memerlukan observasi langsung ataupun pembahasan yang lebih intensif yang hanya bisa dilakukan dalam format konsultasi langsung untuk menghindari kesalahan informasi.. saya juga mencoba untuk menegaskan pada pasien bahwa dalam satu sesi sebaiknya kita hanya fokus pada satu gejala atau satu topik untuk menghindari penumpukan meminta pasien untuk menghubungi dikesempatan selanjutnya jika memang masih mengganjal..  dalam hal ini saya sendiri tidak terlalu memperdulikan atau berfokus pada ulasan pasien sih.. karena angka yang sebenarnya tidak selalu angka yang ditampilkan dihalaman pasien
29 September 2021, 23:29
Sy juga sering mengalami hal tsb. Biasanya saya copaskan saja lagi jawaban yg saya tulis sebelumnya daripada pasien tersinggung kalau diminta scroll ke atas lagi. Jd sy copas2 terus pertanyaan yg sama ya diberikan jawaban yang sama sampai pasien puas dicopaskan.Minta tipsnya donk Pak Ariyanto... Menegaskan porsi waktu itu bagaimana kalimat agar pasien mengerti namun kita tetap aman dari QC. Mohon saran.
30 September 2021, 12:56
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Iya betul sekali Pak Ariyanto, setuju sekali memang sepertinya perlu diberikan boundaries mengenai waktu konsultasi dan fokus di satu topik.
Terima kasih atas sarannya 😊
01 Oktober 2021, 14:57
Soalnya banyak pasien juga yang maunya murah tapi dapet semuanya.. mereka tidak paham proses, maunya langsung sembuh
06 Oktober 2021, 09:39
dr.Eka Yuni Nugrahayu,SpKJ
dr.Eka Yuni Nugrahayu,SpKJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo ...saya setuju dg mas Arianto...SBG psikiater sering kita jumpai pasien yg ingin berlama lama konsultasi. Dilematis memang Krn ulasan negatif jg membuat kt jg ga nyaman. Tp kt TDK mungkin membebaskan dan mengikuti keinginan klien,apalagi jk sudah dilakukan pembahasan. Benar,kt tegaskan batasan waktu dan tema yg diambil dlm chat dok. Klo saya rasa, jika hanya 1org ulasan negatif smtr performa kt ke pasien lain bagus, InsyaAllah BS terkompensasi kok. Kan user jg menilai bnyk mana ulasan positif atau negatif..salam doj
30 September 2021, 05:25
Alo dr Winda, saya juga pernah menghadapi pasien dengan berbagai keluhan... kurang lebih 1 jam utk konsultasi dengan 1 pasien saja. Setelah selesai dengan 1 masalah beliau menanyakan keluhan yg dihadapi keluarganya yg lain.... alhasil 1 jam lebih hanya utk konsultasi 1 pasien... kalau menurut sy malah lebih dari 1 pasien karena setelah permasalahan selesai juga menanyakan keluhan yg dihadapi keluarga atau temannya yg lain, memang seharusnya ada batas waktu tertentu yg diinformasikan ke pasien bahwa jam konsultasi telah berakhir karena saya rasa kalau tdk ada ketentuan terkait hal tersebut kita bisa menghadapi kondisi yg spt ini lagi.
30 September 2021, 13:01
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo dr. Etiya.. kalo 1 jam terus terang saya lumayan sering.. namun beberapa kali ini malah ada oknum2 pasien yang konsultasi sampe 5 jam lebih 😓
Setelah pertanyaan mengenai dirinya terjawab, ganti pertanyaan sodaranya, setelah terjawab ganti lagi ke tetangganya..
Ato 1 keluhan terjawab, tanya lagi keluhan lainnya, kalo sudah terjawab pun tanya lagi keluhan lainnya (seluruh tubuh, tidak hanya saraf).
Ini beberapa kali saya temukan begini..
Jadi ada beberapa pasien yang benar2 ingin memanfaatkan semaksimal mungkin konsultasi 35rb untuk bertanya semua permasalahan kesehatan, mulai dari dirinya sampe kerabat2nya..
Ketika saya coba peringatkan dengan halus, langsung jawabannya ketus.
Betul sekali dok, saya setuju memang seharusnya ada batasan waktu dan disclaimer dari awal oleh tim alodokter bahwa pertanyaan hanya 1 topik dan untuk 1 orang saja
30 September 2021, 09:32
Kelemahan di alodokter menurut saya karena pasien tidak tahu jika satu kali konsul hanya tuk satu pasien dan satu keluhan. Sehingga seolah seluruhnya diserahkan ke dokter bersangkutan tuk komunikasi hal tersebut dg pasien


Menurut saya di sini tim management juga perlu andil supaya pasien sudah tau aturan “main” ini karena tidak semua dokter bisa mengutarakan dg tegas pasien hanya boleh satu keluhan satu org saja yang dikonsulkan


30 September 2021, 09:41
dr.Fandi Triansyah, Sp.PD
dr.Fandi Triansyah, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Benar dok. Disini pentingnya automatic disclaimer dari pihak Alodokter di awal atau sebelum chat. Biar jelas batasan nya dan user paham.  Edukasi utk user juga sangat penting. Jangan QC terhadap dokter saja.
30 September 2021, 13:04
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Betul sekali dok, saya setuju dengan dr. Hafiidhaturrahmah dan dr. Fandi, bahwa memang seharusnya sejak awal pasien diberikan disclaimer bahwa pertanyaan hanya 1 topik dan 1 pasien saja.. dan batas waktu 1x24jam dari alodokter ini sangat2 terlalu panjang.. pernah saya dapat pasien yang konsultasinya hampir 24 jam
05 Oktober 2021, 13:05
Iya dokter, setuju dok, karena juga ulasan kadang tidak sesuai realita, dibilang lama balas padahal tanggapan pertama tetap kurang atau sama dengan 5 menit dan jawaban lainnya sesudah tanggapan pertama masih dibawah 10 menit namun tetap saja ulasan "lama balas" dari user tetap bisa lolos nampil di ulasan dokter..sepertinya edukasi dan disclaimer di depan sebelum mulai chat terhadap user perlu dilampirkan dengan seksama
30 September 2021, 13:17
dr.N.Indra Bayu, Sp.M
dr.N.Indra Bayu, Sp.M
Dokter Spesialis Mata
ALO dokter... Pasien seperti ini disabarin aja,☺️, agak didelay sedikit respon chatnya kalau balasnya terlalu cepat.Biasanya mereka akan memberikan ulasan baik yang sangat panjang
30 September 2021, 16:09
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Wah boleh dicoba tipnya.. terimakasih dok 😁
30 September 2021, 18:17
dr. M. Tasrif Mansur, Sp.PD
dr. M. Tasrif Mansur, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Wah... Sy juga pernah dapat kasus begini dok... Pertanyaannya muter2 mengulang pertanyaan yg sama... Sy akhirnya bilang jawabannya seperti yg sy jelaskan di atas. Selesai chat, dia ngasi review negatif, bilang saya menjelaskan singkat2... Ampun deh.... Hehehe...
01 Oktober 2021, 10:20
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Dilema ya dok, pasien pertanyaan nya muter2 terus.. klik end chat aja langsung yg penting dokter sudah menjelaskan... 😁👍
01 Oktober 2021, 13:26
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Betul dok, sangat dilematis ya dok..
30 September 2021, 18:22
Alo dok, kalau saya apabila sudah offline, saya akan memberitahukan kepada user tersebut bahwa konsultasi ini berbatas waktu sampai pukul tertentu. Lalu setelahnya saya ucapkan pamit kepada yang bersangkutan. Jadi misalnya slot sampai jam 11.00, saya akan beritahukan kalau konsultasi ini berbatas waktu hingga pukul 11.00
01 Oktober 2021, 13:27
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo Pak Eduardus.. boleh juga sarannya, terima kasih 🙂
01 Oktober 2021, 07:22
Alodok, semoga ada regulasi 2 arah dari tim alodok, tak hanya mempertimbangkan hak pasien untuk dijawab dengan proper dan segera (kurang dari 5 menit), tapi juga bisa melihat lebih dalam kualitas konten, isi percakapan, dan kesabaran sejawat juga..  sehingga pasien juga bisa mawas diri, dan tak seenaknya memberi ulasan negatif... hak dari medical advisor juga terpenuhi..hehehe.. harus fair dong.. bukan begitu sejawat 🙂...Semoga ada evaluasi segera dari tim alodok..
01 Oktober 2021, 13:31
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Betul sekali dr. Aditha, sebaiknya memang tim alodokter juga mempertimbangkan hak2 dari dokter supaya dokter tidak "diperbudak" oleh ulasan pasien.
01 Oktober 2021, 09:54
Allo dokter. Sy ingin beriksn  masukan. Kita lihat di S'pore. Makin lama konsultasi makin mshal bayarx. Umumx banyak psn cuma mau murah & myaman utk mereka. Bisa jg psn di sampaikn bhw kl konsultasix lama bayarx jg mahal. Pasti mereka akan batasi pembicaraanx krn takut bayar mahal.
01 Oktober 2021, 13:34
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo dr. Agnes, betul sekali dok.. memang seharusnya ada tenggat waktu tertentu.. rasanya batas waktu 1x24 jam terlalu lama, dan tidak masuk akal kalo pasien boleh terus bertanya selama 24 jam non stop.
Karena ada beberapa pasien yg suka cari2 pertanyaan (tidak mau di-end chat, alias ga mau rugi)
01 Oktober 2021, 10:12
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Ya saya juga mengalami seperti ini. Bagaimana bila sebelum mulai chat dengan dokter, ada pengumuman dan aturan dari aplikasi bahwa pertanyaan dibatasi yg terkait dengan masalah medis utama.. sehingga pertanyaan tidak semakin berkembang dan orang tua pasien bertanya terus. Kira2 demikian ya masukan nya... kan sebetulnya di bagian atas aplikasi ada tulisan keluhan utama nya. Nah baiknya, ada aturan bahwa orang tua sebagai klien/pengguna aplikasi alodokter boleh bertanya seputar masalah utama nya, bila ada masalah medis lain agar membuat sesi baru atau bila permasalahan nya terlalu kompleks dan tidak bisa selesaikan secara daring agar dirujuk dan tatap muka langsung dangan dokter..
01 Oktober 2021, 13:48
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Nah setuju dok, seharusnya dari tim alodokter sudah menyampaikan di awal pada pasien ya..
Karena tidak semua dokter mampu mengutarakan bahwa tidak boleh konsultasi lebih dari 1 topik dan lebih dari 1 orang 😊
01 Oktober 2021, 13:50
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
dr.Indra Sandinirwan, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Iya, kadang suka ada pasien yang awalnya konsul bayi.. eh sesudah sesi chat hampir berakhir dia bertanya lagi masalah kesehatan untuk kakak nya... hadeuh.... pasien nya kesempatan nih.. mumpung konsul onlen bisa tanya sepuasnya adek kakak... 😁😀
01 Oktober 2021, 12:51
Menurut sy kita bs contoh sistim penanganan psn di S,"pore. Makin lama konsultasi makin mahal bayarx.Umumx psn takut dgn pembayaran yg mahal. Bisa2 psn tsb ngomongx cepat2 agar bisa banyak yg dia tanyakn.😄🙏
01 Oktober 2021, 13:10
Alo Dok, saya juga lumayan sering mengalami kasus serupa. Dari pengalaman, saya akan memberikan informasi jika jam praktek sudah berakhir. Jika pasien tetap terus bertanya saya akan repetisi mengingatkan kembali jika jam praktek sudah berakhir, mohon maaf bisa ditanyakan lagi sesuai jam praktek yang tertera di profile. Biasanya mereka akan cukup memahami, walau ada beberapa dengan kondisi psikologis tertentu ya tidak bisa menerima kenyataan. 
01 Oktober 2021, 13:49
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo Bu Elly.. iya Bu, sarannya sangat aplikatif sekali. Terimakasih 😊
01 Oktober 2021, 13:49
Alo dokter.
Ada salah satu RS di Bandung yg memberikan fasilitas telemedicine, peralatan, waktu, alat, dan tempat difasilitasi RS. aturan nya, sesi konsultasi hanya dilakukan 30 menit, biaya nya hampir sama dengan datang ke poliklinik di RS tsb, dan peminatnya sangat banyak. Setelah 30 menit, sesi berakhir.
Mungkin perlu dibuat aturan juga oleh tim alomedika mengenai durasi konsultasi, agar sesi konsultasi menjadi lebih efektif, dokter dapat mengatur waktu, dan pasien pun memanfaatkan waktu dg sebaik-baiknya.
Semoga membantu.
01 Oktober 2021, 13:50
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
dr. Winda Nirmala Sari, Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo dr. Pepi.. setuju sekali dok.. mudah2an ada tim alodokter yang membaca tulisan dr. Pepi 🙂