Kompetensi USG bidan dan terapi - Diskusi Dokter

general_alomedika

Teman sejawat bila ada mengetahui Kompetensi Bidan USG dan terapi ke pasien, bisa minta bantuan. 

Diskusi Dokter

10 Agustus 2019, 11:29
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
Dokter Specialis Psikiater
Alo dr. Jonathan, 
Sejauh yg saya pahami kompetensi bidan ada di standar kompetensi sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 369 Tahun 2007.
Untuk USG tidak dijelaskan sebagai kompetensi inti atau tambahan, untuk terapi pada kondisi khusus jika diperlukan.
Namun apabila ada yg lebih baru, mungkin TS lain bisa menambahkan. Barangkali saya yg keliru. Salam.
kmk3692007.pdf
10 Agustus 2019, 13:00
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Alo Dokter!

Sudah pernah dibahas di Alomedika tanggal 1 Januari 2019, saya tulis kembali ya dok.

Berdasarkan draft pokja usg POGI utk kompetensi usg bagi dokter umum/non spesialis kompetensi dokter umum sebagai berikut:

usg Obstetri utk menentukan hamil/tidak hamil, intra/ekstrauterin, jumlah, hidup/mati, presentasi, biometri (bpd,hc,ac,fl), lokasi plasenta, cairan ketuban (single deepest pocket), Perdarahan antepartum: solusio plasenta atau plasenta previa.

Utk usg ginekologi sendiri karena dipandang tidak ada urgensinya dan mayoritas usg transvaginal, maka penggunaannya masih hanya kompetensi SpOG.

Setelah pelatihan usg dasar utk dokter umum, menurut pendapat pokja kompetensi tidak serta merta didapatkan oleh dokter umum. Untuk mendapatkan kompetensi ini dokter umum harus mengisi logbook dan prasyarat lain yg terverifikasi.

kompetensi hanya pada level membedakan mana yg normal dan abnormal dan bukan utk menegakkan diagnosis, Analisis dan tatalaksana selanjutnya. setiap abnormalitas yg ditemukan wajib dilakukan rujukan ke SpOG

Untuk Bidan berdasarkan hasil kongres tahun 2012 kompetensi hanya untuk membedakan letak janin saja kurang lebihnya, tidak digunakan utk mendiagnosis kondisi tertentu dalam kehamilan atau ginekologi. harus melalui proses pelatihan dan usg yg digunakan terbatas pada usg 2 dimensi.
10 Agustus 2019, 13:59
Terimakasih informasinya dok.
Salam.
10 Agustus 2019, 22:56
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Intinya dok bidan yg sudah pelatihan boleh mendiagnosa misalnya BO dan disarankan dikuret 
10 Agustus 2019, 22:56
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Intinya dok bidan yg sudah pelatihan boleh mendiagnosa misalnya BO dan disarankan dikuret 
11 Agustus 2019, 07:55
1. Supaya jelas dok harusnya ada perkonsil baru tentang standar kompetensi dokter.

2. Untuk dokter spesialis layanan primer juga mendapat kompetensi tambahan usg. Meskipun ini ditolak oleh IDI.

3. Jangan sampai nanti dokter umum dan dokter spesialis layanan primer kalah kompetensi dengan perawat, tenaga batra dan tradisional lain. Sebagai masukan perawat, bidan, tenaga batra dan tenaga tradisional lain lebih kuat secara hukum karena dalam Undang-undang mengatur dan melindungi mereka.
13 Agustus 2019, 01:30
terimakasih atas informasinya dok 
10 Agustus 2019, 23:20
Terimakasih infonya dok
10 Agustus 2019, 23:20
Terimakasih infonya dok
11 Agustus 2019, 10:30
dr.Gregorius Tanamas, SpOG
dr.Gregorius Tanamas, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Terima kasih infonya.
11 Agustus 2019, 11:08
Terimakasih atas sharingnya ya Dok. 
11 Agustus 2019, 11:35
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
@ doc Jonathan

Bidan tidak seharusnya bisa mendiagnosis BO,
Karena standar isuog utk menentukan BO minimal dengan usg transvaginal diameter kantung kehamilan mencapai 25 mm tanpa adanya bayangan janin atau bayangan janin sudah mencapai 7 mm tanpa denyut jantung janin, atau pertumbuhan kantung kehamilan kurang dari 1 mm perhari.
11 Agustus 2019, 11:36
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Iya dok kadang dan masih banyak yg membuat diagnosa sendiri sehingga membuat ibu hamil resah. Tidak ada yg spesifik ya yg boleh kasus apa dan tidak boleh kasus apa ya dok.
11 Agustus 2019, 11:36
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Iya dok kadang dan masih banyak yg membuat diagnosa sendiri sehingga membuat ibu hamil resah. Tidak ada yg spesifik ya yg boleh kasus apa dan tidak boleh kasus apa ya dok.
11 Agustus 2019, 11:37
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Dengan banyaknya pelatihan usg 'tidak resmi' yg bukan dari pokja usg pogi, atau yg diselenggarakan penjual usg tertentu, jadi rancu masalah kompetensi ini, jadinya banyak misdiagnosis dan misinformasi dari petugas kesehatan yg tidak berkompetensi melakukannya.
11 Agustus 2019, 11:45
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Untuk kompetensi usg dasar utk dokter umum mungkin gambaran umumnya seperti pada gambar, bukan utk Bidan atau Paramedis lain
11 Agustus 2019, 11:46
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Ok thx dok.. 
11 Agustus 2019, 11:46
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Ok thx dok.. 
18 Agustus 2019, 07:30
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
thanks dok
18 Agustus 2019, 07:30
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
thanks dok
18 Agustus 2019, 08:05
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terima kasih infonya dok
12 Agustus 2019, 21:10
Ijin menambahkan hasil pertemuan pokja USG POGI dan IBI
12 Agustus 2019, 21:11
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
dr.Jonathan Chandra Nainggolan SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Baik dok sangat bermanfaat dok. Agar bidan juga tahu batasannya dok
13 Agustus 2019, 14:04

Alo Dok,

Izin menambahkan, menurut UU nomor 4 tahun 2019 bahwa saat hamil batasan bidan adalah seputar asuhan antenatal, promosi ASI ekslusif dan deteksi dini komplikasi kehamilan. Jika ada kegawatdaruratan, maka yang dilakukan adalah sebatas resusitasi dengan pemberian oksigen, infus, dan uterotonika serta konseling dan anjuran kontrasepsi pasca keguguran. Megenai kompetensi USG sebenarnya tidak tersurat jelas namun secara tersirat sepertinya memang kompetensi bidan. Sedangkan pada dokter, dulu seingat saya pernah ada pelatihan Dokter plus dimana Dokter umum memang dianjarkan USG demi menjembatani kekurangan dokter di daerah terpencil/sangat terpencil. Namun mengenai detail kompetensinya seperti apa saya kurang mengerti dok. Sepertinya pun sudah terdengar lagi kelanjutannya.