Hubungan suplementasi vitamin D dengan metabolisme dan kenaikan berat badan - Diskusi Dokter

general_alomedika

Vitamin D adalah nutrisi yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Namun selain bermanfaat untuk pembentukkan tulang, Vitamin D diduga mempunyai hubungan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Hubungan suplementasi vitamin D dengan metabolisme dan kenaikan berat badan

    Dibalas 04 November 2020, 13:40

    Vitamin D adalah nutrisi yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Namun selain bermanfaat untuk pembentukkan tulang, Vitamin D diduga mempunyai hubungan dengan obesitas.

    Beberapa penelitian mengatakan kaitan defisiensi vitamin D dengan obesitas dikarenakan saat tubuh mengalami kekurangan vitamin D dapat mempengaruhi penyerapan kalsium. Kalsium yang rendah akan merangsang ekspresi dan aktivitas fatty acid synthase (FAS), yaitu enzim kunci dalam merangsang lipogenesis dan menghambat lipolisis. Jadi semakin rendah vitamin D fungsinya dalam membantu penyerapan kalsium juga tidak optimal, sehingga akan dapat memicu terjadinya obesitas.

    Namun, juga terdapat teori yang menyatakan bahwa dengan peningkatan jaringan adiposa maka vitamin D yang larut lemak akan tersimpan dalam jaringan adiposa tersebut. Sehingga tampak seperti defisiensi vitamin D. Terdapat juga faktor lain yang diduga berhubungan dengan obesitas dan rendahnya kadar vitamin D dalam darah. Misalnya kurangnya aktivitas diluar rumah sehingga mengalami rendahnya vitamin D bukanlah satu satunya faktor yang menyebabkan obesitas.

    Bagaimana dengan pendapat rekan sejawat sekalian, Apakah Dokter memberikan suplementasi vitamin D pada pasien yang mengalami obesitas? 

04 November 2020, 13:40

Alo dokter,

mungkin mau memberi sedikit komentar tentang topik ini, untuk menambahkan asupan vitamin D pada pasien obesitas, mungkin bisa disarankan untuk berolahraga di pagi hari, selain bisa untuk meningkatkan aktivitas fisik sekaligus juga bisa merangsang pembentukan vitamin D. Jika goal treatmentnya adalah untuk memperbaiki BMI, mungkin pasien juga perlu diedukasi tentang pola makan sehat, membatasi kalori, dan makanan tinggi lemak, garam, dan gula. 

Untuk suplementasi vitamin D, menurut saya boleh saja diberikan kalau memang pasien memiliki pola makan yang kurang sehat dan jarang terpapar sinar matahari. Tetapi tetap perhatikan dosis pemberiannya dok, karena kelebihan vitamin D juga tidak baik dan bisa memicu hipervitaminosis D.

 

CMIIW, mungkin ada sejawat lain yang bisa menambahkan?