Tahap selanjutnya yang harus dilakukan kepada pasien yang mendapatkan hasil rapid test covid-19 non-reaktif setelah sebelumnya reaktif - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya ttg rapid test covid-19. Apakah TS pernah mendapatkan kasus pasien yg hasil rapid test covid-19 reaktif namun saat diperiksakan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tahap selanjutnya yang harus dilakukan kepada pasien yang mendapatkan hasil rapid test covid-19 non-reaktif setelah sebelumnya reaktif

    Dibalas 13 Mei 2020, 17:46

    Alo dokter, izin bertanya ttg rapid test covid-19. Apakah TS pernah mendapatkan kasus pasien yg hasil rapid test covid-19 reaktif namun saat diperiksakan ulang rapid test di keesokan harinya hasilnya non reaktif? Terima kasih

13 Mei 2020, 17:01

Alo dr. Teodorus,

Saya belum pernah menemukan kasus tersebut. Namun, terdapat post marketing study pada salah satu alat rapid test yang banyak tersedia di Indonesia,  memberikan hasil bahwa sensitivitas alat tersebut 18,4% sedangkan spesifisitasnya mencapai 91,7%.

Dan berdasarkan ketentuan dari Permenkes, disebutkan rapid test COVID-19 bila reaktif harus dilanjutkan dengan test PCR, bukan rapid test ulang. Sesuai Webinar Alomedika tentang "Rapid Test COVID-19 di Layanan Primer" oleh Prof. Aryati, SpPK

Referensi:

https://covid19.go.id/p/protokol/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19

https://www.alomedika.com/rapid-test-untuk-covid-19

13 Mei 2020, 17:44
Alo dr. Hudiyati, baik dok terima kasih utk penjelasannya..
13 Mei 2020, 17:45
Sama sama dok.. CMIW ya 
13 Mei 2020, 17:21
Boleh tw, rapid tes yang keduanya itu jeda berapa hari dok ? Sepengetahuan saya dok klu pada pasien hasil rapid tes pertama reaktif akn diulang rapid tes ke dua selama 10 hari. Trmksh 🙏
13 Mei 2020, 17:45
Betul dok, harusnya diulang lg dlm waktu 10 hari. Sy jg gak tau ini arahan dr dinkes, diperiksa ulang keesokan harinya & hasilnya non reaktif. Sy jd berpikir kemungkinan besar pengaruh rapid test yg digunakan..
13 Mei 2020, 17:41
dr. Herman, Sp.P
dr. Herman, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Alo dok, 

Menurut panduan, setelah rapid tes positif, harus dilakukan konfirmasi dengan PCR. 
Kecuali bila rapid test negatif, diulang rapid test 10 hari kemudian. 
Sensitivitas alat rapid test juga termasuk rendah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan diagnostik, namun hanya untuk screening. 

Demikian, semoga membantu
13 Mei 2020, 17:46
Baik dokter, terima kasih utk penjelasannya..