Apakah sebaiknya mengikuti tes Dokter PNS? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter izin sharing. Saya mau mengikuti tes CPNS untuk dokter umum namun masih ragu apakah lebih baik fokus untuk kerja di klinik dan praktek pribadi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah sebaiknya mengikuti tes Dokter PNS?

    28 Maret 2022, 13:28
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter izin sharing. Saya mau mengikuti tes CPNS untuk dokter umum namun masih ragu apakah lebih baik fokus untuk kerja di klinik dan praktek pribadi saja. Mungkin dokter di sini ada yang mau berbagi pengalaman? Lalu saya pernah dengar ada sertifikasi untuk dokter PNS yang mirip guru (tambahan gaji untuk 3 bulanan/gaji ke 13 familiar disebutnya). Apa dan bagaimana itu ya dok? Terimakasih 🙏

28 Maret 2022, 13:38
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
Dokter Spesialis THT
Alodok, mending swasta saja... kursus tambahan Hiperkes , jadi dokter perusahaan, malah kerjanya sbntr, gajinya byk dok...
Bisa buka praktek sndiri, kerjasama dg BPJS (namun ini ssh jika sdh byk dokter BPJS di sekitar).
Hanya usul saja, krn sya dri dlu tdk suka terikat dg jam kerja yg lama...
28 Maret 2022, 19:03
Alo Dokter,
Mengenai karier tentu preferensi personal ya dok dan masing-masing orang pasti punya pertimbangan berbeda. Ritme dan suasana kerja juga bisa berbeda walaupun statusnya sama-sama PNS karena dokter bisa memilih penempatan di puskesmas, klinik (kementerian/lembaga), atau RS jika ingin berpraktik sebagai dokter. Namun, dokter juga bisa memilih menjadi bagian dari manajemen jika memilih Kemenkes atau Dinas Kesehatan. Dengan titel dokter bisa juga melamar sebagI dosen. Nantinya pangkat dan jabatan akan sesuai dengan formasi yang dokter lamar.  Cari tahu detail sebanyak-banyaknya trntang formasi tempat yang dokter tuju agar tidak kecewa nantinya.Untuk jabatan fungsional dokter tidak ada istilah sertifikasi dok.  Gaji PNS sama saja dok yang berbeda nanti tunjangan atau remunerasinya. Gaji 13 dan THR akan diberikan pada semua PNS (tidak hanya dokter) sesuai peraturan atau surat edaran dari Kemenkeu.
28 Maret 2022, 20:34
Alo dokter, sebenarnya untuk PNS sendiri tergantung pilihannya juga ya, bisa di kementerian atau di pemerintah daerah. Nah di pemerintah daerah sendiri sebenarnya bisa memilih mau di puskesmas atau RS ya. Tentu ada plus minusnya ya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sebagai PNS Pemda di puskesmas, minusnya :
- Bisa dimutasi tiba-tiba menjadi pegawai struktural ke dinas kesehatan setempat (di mana pendapatan bisa turun drastis karena tidak dapat tunjangan fungsional)
- Administrasi agak ribet (terutama saat mau naik pangkat, pengangkatan PNS dan saat menerima jabatan fungsional) dan juga ada setiap tahun ada buat sasaran kerja, mengisi e-kinerja, dan hal-hal yang lain yang rasanya agak kurang efektif untuk dikerjakan sebagai dokter
- Harus patuh sama pemerintah daerah setempat (misalnya kalau kita menyampaikan kritik thd pemerintah daerah setempat di medsos dan kedengaran sampai atas atau mendukung lawan politik dari bupati (misalnya sewaktu menjelang pilkada daerah) bisa aja dimutasi tiba-tiba)
- Banyak kegiatan di luar jam kerja, misalnya kayak penyuluhan malam hari, konseling HIV ke tempat hiburan, dll (khususnya di puskesmas)
- Sering ribut masalah BPJS (ributnya sama pasien dan BPJSnya)Untuk plusnya :
- Jam kerja lumayan santai kalau di puskesmas, kalau di RS daerah jam kerjanya hampir sama saja dengan RS lain
- Kalau di puskesmas kasus gak aneh-aneh, kalau bingung bisa langsung rujuk saja karena kebanyakan pasien BPJS (kalau di RS beda lagi)Untuk pendapatan relatif ya. Kalau di tempat saya, jadi pendapatannya dari gaji bulanan, kapitasi (remunerasi BLUD), dan tunjangan daerah. Nanti setahun sekali dapat gaji dan tunjangan daerah ke-13 . Kalau di RS beda lagi (tapi saya kurang tahu tapi tentunya lebih besar di RS dibandingkan di puskesmas). Kalau dihitung-hitung gaji PNS dibanding swasta gak jauh beda di daerah saya. Untuk naiknya pendapatan PNS itu pelan-pelan tapi pasti (tergantung golongan dan lama kerja).Semoga membantu.
28 Maret 2022, 20:44
Oh iya tambahan, kalau tubel atau mau lanjut spesialis, nanti tergantung kebijakan daerah masing-masing. Jadi ada daerah yang memperbolehkan untuk tubel tergantung kebutuhan RS dan ada juga yang tidak boleh sama sekali. Ya kalau ga dibolehin pemdanya dan mau tetap jadi PNS ya terpaksa harus jadi dokter umum seterusnya atau opsi lain terpaksa keluar PNS (soalnya kalau mau mutasi atas permintaan sendiri harus kerja minimal 10 tahun dulu kalau tidak salah).
28 Maret 2022, 22:12
dr.Arlis Karlina, SpPD
dr.Arlis Karlina, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Rajin solat Istikharah dan Hajat Dokter, nanti di arahin sama Tuhan YME yg terbaik untuk Dokter yg mana, hidup kita yg jalanin, bahagia kita diri sendiri, orang lain tidak bisa di jadikan patokan, sekedar panutan boleh saja. Sukses ya Dok🥰👍
29 Maret 2022, 09:32
dr.Taurus Alfani
dr.Taurus Alfani
Dokter Spesialis Patologi Klinik
tiap 2 tahun tunjangan fungsionalnya naik dan 20 tahun masa karja dapat minta pensiun dini, juga bisa kerja nyambi di Rumkit swasta atau di klinik swasta. kita 3 STR. jadi 2 STR bisa dimanfaatkan. Untuk keluar dari PNS mudah, masuknya yang susah.
29 Maret 2022, 08:49
Kalau menurut saya selagi dokter umum mending swasta lapangan kariernya banyak, gak terlalu di hargai juga kadang2 klo kerja di puslesmas atau rs, mentok jadi kapus. Tp kalau sudah spesialis lebih enak jadi pns sih