Coronary Artery Disease - Diskusi Dokter

general_alomedika

Seorang laki-laki 56 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada kiri sejak 45 menit, menjalar ke lengan kiri, disertai keringat dingin. EKG menunjukkan elevasi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Coronary Artery Disease

    Dibalas 05 Februari 2026, 10:10
    dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
    dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
    Dokter Spesialis Jantung

    Seorang laki-laki 56 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada kiri sejak 45 menit, menjalar ke lengan kiri, disertai keringat dingin. EKG menunjukkan elevasi segmen ST di lead II, III, dan aVF. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 52 kali/menit. Tindakan awal paling tepat adalah:

22 Januari 2026, 12:21
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Terima kasih atas partisipasi kawan kawan dokter.Jawaban : C
Karena gambaran klinis pasien sangat mengarah ke ST-elevation myocardial infarction (STEMI) inferior yang kemungkinan besar melibatkan right ventricle. Hal ini ditandai oleh nyeri dada khas, elevasi ST di lead II, III, dan aVF, disertai hipotensi dan bradikardi. Pada kondisi ini, curah jantung sangat bergantung pada preload.Pemberian resusitasi cairan intravena menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan pengisian ventrikel kanan dan mempertahankan tekanan darah. Pada STEMI inferior dengan dugaan keterlibatan ventrikel kanan, penggunaan obat yang menurunkan preload seperti nitrat justru berisiko memperberat hipotensi dan dapat menyebabkan syok. Demikian juga, beta blocker intravena tidak dianjurkan pada fase awal karena dapat memperparah bradikardi dan hipotensi.Setelah kondisi hemodinamik distabilkan, pasien harus segera dirujuk untuk terapi reperfusi, baik dengan primary PCI maupun fibrinolisis bila PCI tidak tersedia dalam waktu yang dianjurkan. Kecepatan menuju reperfusi sangat menentukan luas infark dan prognosis pasien. Oleh karena itu, kombinasi stabilisasi hemodinamik dengan cairan dan rujukan cepat untuk reperfusi merupakan keputusan awal paling rasional dan aman pada kasus ini.
22 Januari 2026, 15:25
Terimakasih dok taufik untuk penjelasan nya..
22 Januari 2026, 16:56
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Sama2 dok
25 Januari 2026, 03:21
Terimakasih buat informasinya dokter..
Apakah selagi loading cairan bersaman loading DAPT dokter?
Atau dirujuk cm dengan loading cairan saja tanpa DAPT dok?
25 Januari 2026, 05:49
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Baik terima kasih jawabannya, loading DAPT tetap dilakukan, itu sudah mutlak, ibarat pasien demam kita udah otomatis memberikan paracetamol untuk hal itu, untuk pasien ALO dengan BP masih > 110 kita sudah otomatis memberikan inj. Furosemid 1-2mg/kgBB (max 4 ampule per-injeksi). Jadi DAPT wajib dilakukan, KECUALI, kita yakin pasien disaat bersamaan mengalamai STROKE HEMORRHAGIC, yakin ya (karena GP saya ada yg dpt kasus spt tu) baru tidak diberikan DAPT sama sekali. Kira² demikian jawaban singkatnya
05 Februari 2026, 08:49
Terimakasih banyak dokter🙏🙏
05 Februari 2026, 10:10
Keren dokter.. makasiih