Pengalaman menghadapi berbagai karakteristik pasien melalui chat - Diskusi Dokter

general_alomedika

Pada praktik sehari-hari kita selalu berhadapan dengan pasien yang beraneka ragam, baik keluhan, bahasa, latar belakang edukasi, serta pemahaman akan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pengalaman menghadapi berbagai karakteristik pasien melalui chat

    13 Maret 2020, 14:11

    Pada praktik sehari-hari kita selalu berhadapan dengan pasien yang beraneka ragam, baik keluhan, bahasa, latar belakang edukasi, serta pemahaman akan kesehatan yang berbeda. Tak jarang ada pula pasien yang seringkali bolak-balik ke dokter, berobat ke dokter yang berbeda-beda dengan keluhan yang sama karena belum merasa puas.


    Hal tersebut juga dapat ditemui dalam Chat Bersama Dokter, tidak dipungkiri semakin banyaknya jumlah pengguna aplikasi Alodokter, maka semakin beragam pula karakteristiknya. Terkadang, adapula pasien yang mengarah ke tindakan yang kurang berkenan atau tidak membuat dokter nyaman selama konsultasi, dapat juga ternyata pasien hanya ingin berjualan/promosi, mengirimkan gambar-gambar yang tidak sesuai konteks dan sebagainya.


    Namun, tentu sebagai dokter kita harus tetap bersikap profesional dan melayani keluhan pasien. Terutama, sebagai dokter yang melayani konsultasi dengan pasien, tata bahasa dan kesan dokter tetap perlu dijaga dan tidak terpancing emosi. Apabila terdapat pasien yang menanyakan hal yang sama berulang kali, dokter dapat mengawali konsultasi dengan bertanya apakah masih ada yang kurang jelas dari penjelasan sebelumnya, serta menjelaskan kembali informasi yang dirasa kurang. Atau pada kondisi pasien yang terlihat mulai emosi, dokter harus tetap tenang dan sebaiknya tidak membalas emosi tersebut. Selain itu, dokter juga dapat mengedukasi pasien untuk menggunakan Chat Bersama Dokter dengan lebih bijak.


    Bagaimana pengalaman dokter-dokter dalam menghadapi pasien dengan karakteristik seperti di atas?


    Mari berdiskusi di forum ini baik adanya tambahan tips atau sharing pengalaman :)

     

13 Maret 2020, 14:21
Alo TS.
Terimakasih atas diskusi yg menarik ini. Karena saya adlh psikolog, tdk jarang memang menemui pasien yg bicaranya inheren yg membuat kita kesulitan dlm memahami apa yg ia sampaikan. Dan beberapa kali saya meminta bantuan utk chat dengan org terdekat yg ada di sebelahnya. Tetapi ya krn pasien psikotik, tindakan kita terkadang dinilai menyerang mereka dan terjadilah miskomunikasi yg berakibat pada jeleknya rating dan ulasan. Mungkin untuk hal2 teknis spt ini bisa ada solusi dr aplikator juga.
13 Maret 2020, 15:24

Selamat sore Dokter Aldi, iya ya dok benar sekali terkadang cara komunikasi akan sangat menentukan penerimaan dari masing-masing pasien. Jika berkomunikasi langsung mungkin kan mimik dan gerak kita juga bisa membantu komunikasi dan penjelasan yang kita berikan. Jika di chat, tentu lebih sulit sebenarnya karna bahasa tulisan terkadang dipahami berbeda-beda, tergantung dari pembacanya. 

Nah mungkin, untuk menghadapi user yang kurang sopan atau promosi, boleh diberikan ketegasan bahwa sebaiknya gunakan fitur chat bersama dokter dengan lebih bijak, lakukan anamnesis yang cukup, karena mungkin saja mungkin ada keluhan kesehatan yang tidak mau di sampaikan secara langsung. Jika sebelumnya memang ada keluhan, berikan penjelasan dengan netral dan sesuai keilmuan.   

Mungkin ada TS lain yang punya pengalaman lain. CMIIW

13 Maret 2020, 15:38
Kemudahan dalam teknologi memang sangat menguntungkan baik bagi dokter dan pasien, namun terkadang sebagai manusia biasa, dokter juga bisa lelah menghadapi user dengan watak yang keras, ingin cepat diladeni, membandingkan dengan keilmuan dokter lain, atau bahkan yang tidak menghargai sama sekali. Selama di praktek Saya tidak pernah ketemu dengan pasien yang tidak sopan, tapi di chat online Saya beberapa kali menjumpai user modelan keras dan mohon maaf tidak sopan, sampai harus mengusap dada dan berharap bisa tetap profesional. Pada akhirnya, Saya juga manusia biasa, bisa down dengan statement  nyelekit dari user. Bukan mengeluh ya Dok, sekadar sharing saja.
13 Maret 2020, 15:39
Btw, sangat menarik sharingnya Dok, setelah Saya mengeluarkan isi hati Saya, rasanya lebih lega. 😁
13 Maret 2020, 18:41

Bahasan yang menarik ya, Dok.

Saya setuju dengan pendapat dokter-dokter jika pada praktik sehari-hari, pasien masih dapat melihat mimik muka kita, sehingga "seni komunikasi" dengan saat di chat juga lebih berbeda. Salah satu pengalaman yang membedakan, mungkin pada saat praktik sehari-hari bila pasien datang ke kita dan berharap diberikan obat-obatan paten atau obat merk tertentu, kita bisa langsung memberikan resep. Akan tetapi, pada chat, tentunya ada keterbatasan kewenangan yang tidak memperbolehkan pemberian resep terlebih merk tertentu ataupun obat berlabel merah. Disitulah saya merasakan seni komunikasinya lebih ekstra dan terkadang memang pemahaman pasien berbeda-beda.