Asam folat dosis tinggi meningkatkan kadar kreatinin darah? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, saya ijin sharing kasus dan ijin bertanya.Seorang pria penderita CKD, diabetes melitus terkontrol dengan insulin, hipertensi namun TD saat ini...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Asam folat dosis tinggi meningkatkan kadar kreatinin darah?

    05 November 2019, 21:36

    Alodokter, saya ijin sharing kasus dan ijin bertanya.


    Seorang pria penderita CKD, diabetes melitus terkontrol dengan insulin, hipertensi namun TD saat ini 125/75 mmHg, mendapat terapi

    - Folic acid 7mg

    - Ketosteril 12 tab

    - Asthin force 3 x 4mg

    - Beta Carotene 3x 7,5 mg

    - Q10 300 mg

    - Valsartan 160 mg

    - Amlodipin 5 mg

    - Bisoprolol 2,5 mg

    Memiliki kadar kreatinin darah 1.2


    Sebelumnya pasien mendapat folic acid 5mg, kadar kreatinin darah 1.05


    Pasien mengatakan setiap antioksidan dikurangi, kadar kreatinin darah kembali naik.


    Pasien rutin berobat ke Sp.PD-KGH dan Sp.PD-KEMD


    Pertanyaan pasien adalah:

    Apakah mengonsumsi kadar asam folat tinggi dapat meningkatkan kadar kreatinin darah?


    Mohon pencerahannya, Dokter.

    Terima kasih.

05 November 2019, 22:46

Alodokter..


Kasus yang sangat menarik terkait peran asam folat pada CKD.


Terkait penggunaan asam folat pada CKD diberikan utk mencegah terjadi nya hiperhomosisteinemia. Keadaan hiper ini berkorelasi dengan progresivitas perburukan CKD dan insidens CVD. Asam folat diperlukan utk mengubah homosisteinemia menjadi methionin sehingga kadar homosistein menurun.


Nah, pada artikel yang sangat bagus di bawah ini, justru malah ketika defisiensi asam folat yg meningkatkan kadar kreatinin darah melalui mekanisme seperti: stres oksidatif, pembentukan ROS. Saya menelusuri artikel di pubmed, tidak menemukan pernyataan korelasi terkait ketika diberikan asam folat lebih tinggi dosis nya maka kreatinin dalam darah meningkat juga.


Sumber bacaan: Folic Acid and Homocysteine in Chronic Kidney Disease and Cardiovascular Disease Progression: Which Comes First

05 November 2019, 23:26
Baik dr. Fauzan, terima kasih banyak untuk pencerahannya Dok. Semoga Dokter sukses selalu.
06 November 2019, 06:26
Bermanfaat sekali dok terimakasih sudah sharing ilmu 🙏
09 November 2019, 17:30
Sangat bermanfaat infonya Dok.
07 November 2019, 13:25
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
👍
09 November 2019, 18:52
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
Nice share dok.. trimakasih 😊🙏
09 November 2019, 19:31
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Specialis Psikiater
Terima kasih atas informasinya dok. Kebetulan di bagian kami (psikiatri) juga sering mendapat konsul dari pasien dengan CKD dan kami sering menambahkan asam folat kedalam preparat obat kami, sehingga membaca artikel ini sangat bermanfaat.
23 November 2019, 11:44

Siang dok.. Terima kasih sharing kasus nya.. Kasus ini menarik karena dokter berusaha mempertahankan ginjal pasien supaya tidak memburuk ke tahap gagal ginjal terminal.

Pada literatur tidak ada yang menyebutkan hubungan antara kadar kreatinin dengan konsumsi asam folat. Konsumsi asam folat dan vitamin B12 tetap dilanjutkan untuk mempertahankan metabolisme homosistein.

Namun, kenaikan kadar kreatinin dipengaruhi oleh kejadian berikut:
- dehidrasi
- peningkatan konsumsi protein
- peningkatan aktivitas fisik
- pengaruh obat-obatan, misalnya pasien mengkonsumsi trimethoprim dan obat jenis H2 blockers.

Strategi untuk mempertahankan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi protein sekitar 0,6-0,75 gr/kgBB/hari, atau cara mudahnya ialah kita mengedukasi pasien supaya makan dengan satu jenis lauk saja. Misalnya nasi, sayur, lauknya telur ayam saja. Kemudian supaya tidak kekurangan asupan protein, bisa dengan memaksimalkan suplemen keto-analog.

Perlu disampaikan juga kepada pasien dan keluarga bahwa CKD merupakan penyakit yang akan terus memburuk progresnya. Pasien harus diedukasi jika suatu saat penurunan fungsi ginjal sudah mencapai tahap akhir, memerlukan Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Pasien / keluarga dapat memilih 3 modalitas TPG yaitu transplantasi ginjal, hemodialisis, dan peritoneal dialisis.

Demikian tambahan dari saya, terima kasih, semoga bermanfaat.

23 November 2019, 23:50
23 November 2019, 11:44

Siang dok.. Terima kasih sharing kasus nya.. Kasus ini menarik karena dokter berusaha mempertahankan ginjal pasien supaya tidak memburuk ke tahap gagal ginjal terminal.

Pada literatur tidak ada yang menyebutkan hubungan antara kadar kreatinin dengan konsumsi asam folat. Konsumsi asam folat dan vitamin B12 tetap dilanjutkan untuk mempertahankan metabolisme homosistein.

Namun, kenaikan kadar kreatinin dipengaruhi oleh kejadian berikut:
- dehidrasi
- peningkatan konsumsi protein
- peningkatan aktivitas fisik
- pengaruh obat-obatan, misalnya pasien mengkonsumsi trimethoprim dan obat jenis H2 blockers.

Strategi untuk mempertahankan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi protein sekitar 0,6-0,75 gr/kgBB/hari, atau cara mudahnya ialah kita mengedukasi pasien supaya makan dengan satu jenis lauk saja. Misalnya nasi, sayur, lauknya telur ayam saja. Kemudian supaya tidak kekurangan asupan protein, bisa dengan memaksimalkan suplemen keto-analog.

Perlu disampaikan juga kepada pasien dan keluarga bahwa CKD merupakan penyakit yang akan terus memburuk progresnya. Pasien harus diedukasi jika suatu saat penurunan fungsi ginjal sudah mencapai tahap akhir, memerlukan Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Pasien / keluarga dapat memilih 3 modalitas TPG yaitu transplantasi ginjal, hemodialisis, dan peritoneal dialisis.

Demikian tambahan dari saya, terima kasih, semoga bermanfaat.

Setuju dok
Saran untuk diedukasikan masing-masing tatalaksana 3 modalitas TPG tersebut, karena banyak yang belum paham. Untuk transplantasi ginjal tidak semudah membalikkan telapak tangan (prosedurnyaasih berbelit dan ada sisi etik dan hukum yang belum jelas pengaturan nya di Indonesia ini), pemilihan bridging untuk transplantasi ini juga memerlukan pemilihan antara akses hemodialisa (ada 2 macam juga yang perlu dijelaskan antara pemakaian bkateter double lumen sebagai akses awal HD dan Arteriovenous fistula sebagai akses teraman HD) maupun untung ruginya peritoneal dialisa.
Salam.