Apakah diperlukan tesalergi untuk kasus eczema? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi TS, mau konsul mengenai kasus Eczema nich. Pasien wanita usia 24 tahun, karyawan swasta (bekerja di ruang ber AC) yang memiliki riwayat penyakit...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah diperlukan tesalergi untuk kasus eczema?

    26 Januari 2023, 09:09

    Selamat pagi TS, mau konsul mengenai kasus Eczema nich. Pasien wanita usia 24 tahun, karyawan swasta (bekerja di ruang ber AC) yang memiliki riwayat penyakit asma dan juga sinus. Saat ini mengeluh ada ruam hanya di lengan kanan atas yang seringkali kambuh dan sudah konsul ke berapa orang dokter termasuk spesialis kulit dan diagnosis sebagai Eczema.

    Diberikan pengobatan topikal sembuh beberapa saat namun kemudian kambuh kembali, sehingga os merasa jenuh dan menginginkan pengobatan yang secara tuntas.

    Os mengatakan menggunakan sabun D**e dan tidak menggunakan parfum apapun sesuai anjuran dokter.

    Untuk tindak lanjut ini apakah diperlukan tes alergi menurut sejawat?

26 Januari 2023, 15:33

ALO Dokter

Izin ikut berdiskusi ya. Untuk pasien dermatitis atopik, perlu diberikan edukasi bahwa saat ini belum ada suatu obat tertentu yang bisa "tuntas" menyembuhkan dermatitis atopik. Karena ini merupakan suatu atopi, pasien dijelaskan bahwa obat dapat menangani gejala tetapi gejala dapat timbul kembali bila terpapar alergennya. Mungkin bisa ditanyakan dulu saat anamnesis kira-kira apa faktor pemicu gejalanya.

Bila pemicu belum diketahui dari riwayat/anamnesis, dan dokter ingin menyarankan skin prick test, berikut ada artikel yang membandingkan pro dan kontra skin prick test ya dok https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3734168/

Mungkin ada TS lain yang ingin menambahkan, terima kasih.

26 Januari 2023, 16:15
dr.Tomy Martin Sp.KK
dr.Tomy Martin Sp.KK
Dokter Spesialis Kulit
Perlukah Tes Alergi?
14.07.2015Anak Anda sering batuk pilek atau kulitnya sering gatal atau kemerahan?Apakah gejala ini adalah tanda-tanda alergi? Perlukah tes alergi?Penyakit alergi seperti dermatitis atopik (eksim), urtikaria (biduran/kaligata), asma, rinitis alergi (pilek karena alergi) sering membuat orangtua khawatir karena penyakit ini sering berulang terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi atau gangguan tumbuh kembang. Orangtua sering bertanya ke dokter, apakah anak perlu dites alergi?Sebelum memutuskan perlu/tidaknya tes alergi, orangtua perlu mengetahui seluk beluk tes alergi. Penelusuran penyakit alergi dimulai dari proses anamnesis (wawancara dokter ke orangtua pasien atau pasien) mengenai keluhan yang dialami anak, dilanjutkan ke pemeriksaan fisis. Apabila kedua tahap ini disimpulkan bahwa gejala yang dialami anak adalah bagian dari suatu penyakit alergi, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan tes alergi.Kapan diperlukan tes alergi?
Tes alergi tidak dilakukan pada seluruh kasus penyakit alergi. Tes alergi diperlukan untuk membantu mengetahui faktor pencetus gejala alergi dan bukan untuk menegakkan diagnosis penyakit alergi. Tes alergi tidak perlu dilakukan pada kasus-kasus yang faktor pencetusnya sudah dapat diketahui dari proses tanya jawab awal dan memang jelas terlihat hubungan antara faktor pencetus dengan timbulnya gejala. Tes alergi dibutuhkan untuk pasien dengan gejala yang dicurigai sebagai penyakit alergi yang berat, persisten, atau berulang tanpa jelas diketahui pencetusnya. Tes alergi juga perlu dilakukan untuk membuktikan gejala itu benar karena alergi atau tidak.Jenis-jenis tes alergi ( di artikel)Sebagai kesimpulan, tes alergi dapat dilakukan untuk membantu menentukan alergen pencetus gejala alergi. Anamnesis yang teliti mengenai gejala klinis pasien dan kemungkinan alergen pencetus akan sangat membantu untuk memilih jenis tes diagnostik yang diperlukan, alergen yang akan diuji, dan interpretasi. Identifikasi alergen pencetus alergi sangat penting untuk perencanaan tata laksana komprehensif penyakit alergi.Penulis: Dina Muktiarti (Divisi Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM)Link asli: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/perlukah-tes-alergiSemoga dapat membantu TS..
26 Januari 2023, 18:38

Terimakasih dok atas penjelasannya

26 Januari 2023, 17:42
dr.Rosandi Himawan, Sp.PD
dr.Rosandi Himawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Izin ikut berdiskusi ya dok, menurut saya salah satu differential diagnosis yg perlu dipikirkan selain alergi adalah suatu kondisi autoimun apabila ada alergi yang tidak kunjung sembuh. Perlu digali anamnesis keluhan yang mengarah ke suatu kondisi autoimun seperti rambut rontok nyeri sendi dll. Di bidang autoimun ada kondisi vaskulitis pembuluh darah kecil yg dikenal sebagai Chrug Strauss Syndrom yang juga ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit, riwayat asma dan sinusitis, serta peningkatan kadar eosinofil dalam darah, biopsi kulit dan juga pemeriksaan marker ANCA dalam darah juga diperlukan untuk menegakkan diagnosisnya. Terimakasih dok.
https://emedicine.medscape.com/article/333492-overview
26 Januari 2023, 18:39

Terimakasih juga dok atas penjelasannya, nanti saya coba pelajari kembali karena saya belum terpikir untuk ke arah ini nich sebelumnya.

27 Januari 2023, 17:55
Ijin berdiskusi dok. Untuk kasus alergi, pengobatannya tidak mudah.  Sebaiknya pengobatan secara holistik dan diusahakan pasiennya memiliki komitmen memperbaiki pola hidup dan pola makan.
1. Usahakan perbanyak asupan makanan tinggi antioksidan seperti sayuran mentah untuk mengurangi oksidatif stress dalam tubuh.
2. Kurangi makanan proinflamsi seperti junk food atau makanan kemasan.
3. Seimbangkan keseimbangan usus melalui pre dan probiotik untuk memperbaiki hormon dan enzim.
4. Untuk mengurangi keluhan pada kulit sebaiknya diusahakan memperbaiki skinbarrier dengan pelembab oklusif untuk menghindari kulit kontak dengan alergen/irritant. Contohnya petrolium jelly / vaseline. Tapi kemungkinan pasien tidak akan merasa nyaman, karena lengket.
5. Kalau pasiennya jarang keluar rumah, sebaiknya anjurkan untuk lebih sering keluar rumah dan berolah raga. Aktifitas ini dapat kembali menyeimbangkan metabolisme dan memperbaiki hormon stres yang dapat memacu gangguan imunitas.
6. Pertimbangkan juga menambah asupan makanan dengan kandungan hepatoprotektor dan photoprotective seperti kunyit.Note : saya beberapa kali berhasil menyembuhkan pasien kronis seperti hipertensi, DM, kista ovarium dan autoimun yang sudah bosen berobat ke dokter spesialis cuma dengan anjuran diatas. Memang tidak menjamin keberhasilan kesembuhan, tapi patut dicoba. Karena yang paling susah itu mengubah mindset pasiennya untuk membiasakan diri menjalani pola hidup sehat.