Antihipertensi pada pasien post stroke ICH dengan long COVID-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat malam dok, ijin diskusi pasien post COVID gejala berat, kadang batuk dan sesak, terutama bila beraktivitas diluar kegiatan harian.Pasien post koma...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Antihipertensi pada pasien post stroke ICH dengan long COVID-19

    03 Mei 2022, 22:05
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat malam dok, ijin diskusi pasien post COVID gejala berat, kadang batuk dan sesak, terutama bila beraktivitas diluar kegiatan harian.

    Pasien post koma setelah ICH (riw. recurrent stroke), saat ini minimally conscious state. Pasien mengkonsumsi NAC+Ab post ranap, kemudian disarankan oleh dr Saraf untuk terapi dengan Nimodipin 4x1. Pasien juga konsumsi Citicolin, Vit B, dan As Folat. Permasalahannya ketika konsumsi Nimodipin per NGT (digerus) laju nafas meningkat, saturasi turun <95, nadi >120 dan keringat dingin sehingga keluarga menghentikan obat. Karena belum jatahnya kontrol ke RS keluarga pasien konsul ke saya, karena tensi >140 dengan diastol hampir seratus. Saya meresepkan Amlodipin 1x5mg, muncul sesak namun relatif stabil, tidak seperti saat penggunaan Nimodipin. Dengan pemberian jeda 1 jam setelah konsumsi NAC, sesak menghilang. Tensi turun dikisaran 110 namun diastol masih mendekati 100, dengan takikardi minimal.

    Yang saya tanyakan, bagaimana kiranya pendekatan kontrol tekanan darah pada pasien ini mempertimbangkan kondisi post ICH dan long COVID?

    Terima kasih dok.

05 Mei 2022, 06:22

ALO dokter, gejala kardiovaskuler akibat efek jangka panjang COVID-19 yang pernah dilaporkan adalah inflamasi dan edema miokardium. Sedangkan pada sistem respirasi, gejala yang menetap kebanyakan dispnea, dan pada hasil CT scan paru 3 bulan pasca sembuh dapat tampak fibrosis dan penebalan interstitial. Tekanan darah yang tidak normal mungkin dapat disebabkan gangguan jantung dan pernapasan tersebut. CMIIW

Link: https://www.alomedika.com/efek-jangka-panjang-dari-covid-19

05 Mei 2022, 12:47
Alo dokter, untuk antihipertensi mungkin akan berbeda pilihannya pada masing masing pasien. Antihipertensi yang umumnya kita kenal, biasa disingkat dengan ABCD (A = ACEI/ARB, B = beta blocker, C = Calcium channel blocker, D = Diuretic)
Pada kasus tersebut sebenarnya sudah tepat pemberian nimodipin pada pasien CVA, tetapi bila memang menimbulkan efek yang tidak diharapkan pada pasien, mungkin bisa diganti Obat dari golongan yang sama, tapi dari kelas yang berbeda. Nimodipin dan amlodipin merupaka CCB dari kelas dihydropyridines. Alternatifnya bisa diganti ke CCB phenylalkilamines (verapamil) atau CCB benzothiazepines (diltiazem). Atau mungkin bisa juga ditambahkan diuretik dari kelas carbonic anhydrase (acetazolamide)  untuk mengurangi peningkatan TIK
09 Mei 2022, 09:55
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf

Alo dr. Anonymous

 

Pada pasien post stroke hemoragik (ICH), target tekanan darah adalah normal (<140/90 mmHg). Untuk jenis antihipertensinya sebenarnya bebas saja. Jika obat golongan CCB tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien (misalkan karena gangguan jantung yang berat), silahkan gunakan antihipertensi golongan lain seperti golongan ARB, ACEi, betabloker atau diuretik.

 

Terima kasih. 

09 Mei 2022, 09:55
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf

Alo dr. Anonymous

 

Pada pasien post stroke hemoragik (ICH), target tekanan darah adalah normal (<140/90 mmHg). Untuk jenis antihipertensinya sebenarnya bebas saja. Jika obat golongan CCB tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien (misalkan karena gangguan jantung yang berat), silahkan gunakan antihipertensi golongan lain seperti golongan ARB, ACEi, betabloker atau diuretik.

 

Terima kasih.