alternatif obat antialergi bila alergi dexamethason ? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, izin bertanya alternatif obat antialergi bila pasien alergi dexamethason baiknya apa ya? Kasus saya, anak laki laki datang dengan keluhan mata...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • alternatif obat antialergi bila alergi dexamethason ?

    06 Juni 2019, 16:11

    Alodokter, izin bertanya alternatif obat antialergi bila pasien alergi dexamethason baiknya apa ya? 

    Kasus saya, anak laki laki datang dengan keluhan mata bengkak setelah pakai obat tetes erlamicetin plus dexamethason 2 hari yang lalu karena keluhan mata belekan beli sendiri di apotek. Keluhan lain bibir agak tebal namun tidak gatal tidak sakit. Riwayat alergi makanan telur ( ) biasanya diberi cetirizin oleh dsa dan membaik. Riwayat alergi obat sebelumnya tidak ada. Riwayat keluarga ibu pasien riwayat atopik, alergi telur dan asma (Foto1) 

    BB anak 25kg kondisi umum dan TTV normal 

    Diterapi dengan dexamethason 0.25mg tablet PO tiga kali sehari, namun 3 jam setelah konsumsi obat muncul ruam seperti foto 2. Kondisi umum lainnya stabil. 

    Barangkali TS ada punya sejenis, untuk kasus ini obat apa yang menjadi pilihan TS ? Antihistamin atau steroid (Metylprednisolone) ? 

    BTK coll

06 Juni 2019, 16:32
06 Juni 2019, 16:11

Alodokter, izin bertanya alternatif obat antialergi bila pasien alergi dexamethason baiknya apa ya? 

Kasus saya, anak laki laki datang dengan keluhan mata bengkak setelah pakai obat tetes erlamicetin plus dexamethason 2 hari yang lalu karena keluhan mata belekan beli sendiri di apotek. Keluhan lain bibir agak tebal namun tidak gatal tidak sakit. Riwayat alergi makanan telur ( ) biasanya diberi cetirizin oleh dsa dan membaik. Riwayat alergi obat sebelumnya tidak ada. Riwayat keluarga ibu pasien riwayat atopik, alergi telur dan asma (Foto1) 

BB anak 25kg kondisi umum dan TTV normal 

Diterapi dengan dexamethason 0.25mg tablet PO tiga kali sehari, namun 3 jam setelah konsumsi obat muncul ruam seperti foto 2. Kondisi umum lainnya stabil. 

Barangkali TS ada punya sejenis, untuk kasus ini obat apa yang menjadi pilihan TS ? Antihistamin atau steroid (Metylprednisolone) ? 

BTK coll

Alo dokter

Untuk alternatif diberikan generasi antihistamin.
Tatalaksana : diberhentikan pemberian tetes mata tersebut, diedukasi bila berbahaya dengan mengobati sendiri tanpa pemeriksaan medis 
Dan anak ini sudah pernah diberikan ceti***in yang merupakan antihistamin, dan sepertinya cocok.
Untuk sekedar diinformasikan saja, di aplikasi ini disarankan tidak memberi obat kan ya dok?
Salam.
06 Juni 2019, 21:16
Alo dok, terimakasih atas masukannya. Baik terimakasih.
06 Juni 2019, 19:42
Alodokter melihat gambar ini kemungkinan hioersensitivitas tipe 1 ya Dokter. Jika hemodinamik baik dan tidam ada tanda angioedema maka saran sara diberikan antihistamin dahulu Dokter dan blpl.  Namun jika ada angioedema maka mungkin perlu tambahan metilprednisolon dan dirawat. Mohon asuoan TS lainnya..
07 Juni 2019, 09:48
06 Juni 2019, 21:16
Alo dok, terimakasih atas masukannya. Baik terimakasih.
Sama-sama dok.
Salam.
08 Juni 2019, 06:40
Alo Dok,
Setuju dgn TS lainnya bahwa penanganan akut urtikaria adalah dgn pemberian h1 blocker generasi 1. Jika dirasa kurang nyaman akibat efek sedatif bisa dipilihkan antihistamin non sedatif. Pemberian steroid oral adalah jika tdk respon atau alergi dgn h1 blocker. Jangan lupa utk menginfokan pada pasien agar mencatat riwayat pencetus alergi dan selalu menginfokan pada dokter setiap kali kunjungan mengenai riwayat obat yg menyebabkan alergi. 

Jika ada alergi atau tidak respon terhadap h1 blockerdan steroid, keluhan persisten menjadi urtikaria kronik bisa diberikan leukotrin antagonis, siklosporin, omalizumab atau h2 blocker.
https://www.aaaai.org/Aaaai/media/MediaLibrary/PDF%20Documents/Practice%20and%20Parameters/Urticaria-2014.pdf
https://pdfs.semanticscholar.org/7785/12c6d88626ed8726fd132677146f0d7e6783.pdf

08 Juni 2019, 06:40
Alo Dok,
Setuju dgn TS lainnya bahwa penanganan akut urtikaria adalah dgn pemberian h1 blocker generasi 1. Jika dirasa kurang nyaman akibat efek sedatif bisa dipilihkan antihistamin non sedatif. Pemberian steroid oral adalah jika tdk respon atau alergi dgn h1 blocker. Jangan lupa utk menginfokan pada pasien agar mencatat riwayat pencetus alergi dan selalu menginfokan pada dokter setiap kali kunjungan mengenai riwayat obat yg menyebabkan alergi. 

Jika ada alergi atau tidak respon terhadap h1 blockerdan steroid, keluhan persisten menjadi urtikaria kronik bisa diberikan leukotrin antagonis, siklosporin, omalizumab atau h2 blocker.
https://www.aaaai.org/Aaaai/media/MediaLibrary/PDF%20Documents/Practice%20and%20Parameters/Urticaria-2014.pdf
https://pdfs.semanticscholar.org/7785/12c6d88626ed8726fd132677146f0d7e6783.pdf

08 Juni 2019, 21:59
Alergi terhadap obat, harus dibedakan apakah alergi terhadap Vehikulum, atau bahan pengisi, atau alergi terhadap zat aktif.

pasien bibir tebal, berarti sudah terjadi angioedema.

Berikan steroid jenis lain, Metil Prednisolon, Prednison, Prednisolon.
11 Juni 2019, 00:52
Nah ini dia dok, bener setuju. Ada pasien saya yang alergi Paracetamol generik tapi kalau pakai yang branded nggak alergi. Makasi reminder nya dok. 

Pasien sudah tertangani. Setelah mendapat Dexa angioodem hilang, namun muncul multipel papul (saja) akhirnya kasi cetirizin saja sudah hilang papul nya. :)
11 Juni 2019, 03:16
Sebaiknya antihistamin, cetirizine 2x10mg