Instruksi Untuk Pemeriksaan Kehamilan di Rumah

Oleh :
dr. Utari Nur Alifah

Alat tes kehamilan atau yang sering dikenal sebagai test pack merupakan peralatan diagnostik medis rumahan yang paling sering digunakan. Kemudahan penggunaan, kenyamanan, kecepatan, dan privasi menjadi faktor-faktor yang membuat alat tes kehamilan di rumah digemari.[1-3]

Tes kehamilan merupakan tes yang penting untuk dilakukan pada wanita usia subur yang memiliki manifestasi ke arah gangguan sistem reproduksi, seperti sakit perut atau panggul, amenorea, dan perdarahan pervaginam. Bahkan pada kondisi kegawatdaruratan, tes kehamilan dapat digunakan pada wanita usia subur dengan hemodinamik yang tidak stabil untuk mempertimbangkan kemungkinan kehamilan ektopik.[1]

Instruksi Untuk Pemeriksaan Kehamilan di Rumah-min

Jenis Alat Tes Kehamilan di Rumah

Alat tes kehamilan di rumah yang tersedia saat ini cepat dan mudah digunakan. Alat-alat ini menggunakan uji imunometrik dengan antibodi monoklonal atau poliklonal yang mengikat hCG. Pada alat tes kehamilan terdahulu, reaksi yang timbul akan menghasilkan perubahan warna sehingga muncul garis penanda. Pada alat tes kehamilan digital yang lebih baru, reaksi dibaca oleh sensor optik yang kemudian menampilkan hasil berupa kata-kata "hamil" atau "tidak hamil".

Alat tes kehamilan di rumah yang lebih baru bahkan mampu mengukur kadar hCG urine kemudian memperkirakan durasi kehamilan. Kadar hCG diukur dan dikategorikan untuk memperkirakan usia kehamilan menjadi 1-2 minggu, 2-3 minggu, atau di atas 3 minggu sejak ovulasi atau pembuahan.[4,5]

Cara Penggunaan Alat Tes Kehamilan di Rumah

Kebanyakan alat tes kehamilan di rumah menggunakan sampel urine mid stream. Urine dipaparkan ke ujung penyerap (absorbent window) selama 7-10 detik atau hingga dianggap cukup. Urine dapat ditampung terlebih dahulu ataupun langsung dipaparkan ke alat saat sedang berkemih, tergantung pada instruksi masing-masing merk alat. Hasil umumnya akan muncul dalam 5-15, menit, tergantung alat yang digunakan.[2,3,6,7]

Instruksi Penggunaan Akan Mempengaruhi Akurasi Alat Tes Kehamilan di Rumah

Alat tes kehamilan di rumah atau test pack menggunakan antibodi untuk mendeteksi human chorionic gonadotropin (hCG) yang merupakan penanda ideal kehamilan. HCG akan meningkat secara konsisten pada masa awal kehamilan dan dapat terdeteksi pada urine. Oleh karenanya, alat tes kehamilan dapat secara sederhana mendeteksi ada tidaknya kehamilan secara kualitatif melalui urine.[2,3]

Untuk meningkatkan akurasi uji kehamilan di rumah, pengguna haruslah mengikuti prosedur penggunaan alat dengan benar. Pada perlengkapan alat tes kehamilan, instruksi penggunaan biasanya sudah termasuk. Meski begitu, instruksi penggunaan yang kurang jelas atau sulit dimengerti dapat menyebabkan tingkat akurasi menjadi berkurang.[1-3,8]

Literasi kesehatan pengguna akan mempengaruhi kemampuannya dalam menggunakan alat tes kehamilan dengan baik dan benar. Pada kebanyakan kasus, materi edukasi yang tertera pada instruksi alat tes kehamilan dibuat oleh organisasi atau profesional yang gaya penulisannya jauh di atas kemampuan literasi mayoritas pengguna. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap akurasi hasil.[2,3]

Bukti Ilmiah

Dalam suatu studi terhadap 27 alat tes kehamilan di rumah menggunakan sampel urine standar, 230 dari 478 sampel urine positif yang didistribusikan salah diidentifikasi sebagai negatif oleh pasien. Alasan utama dari hal ini adalah kesulitan dalam memahami instruksi produk dan membaca hasil tes dengan benar. Hasil ini juga didukung studi lain yang mengevaluasi 16 instruksi tes kehamilan di rumah, yang menemukan bahwa tidak ada instruksi yang dinilai tinggi dalam hal kesederhanaan penggunaan bahasa.[5]

Instruksi Alat Tes Kehamilan yang Ideal

Jenis instruksi penggunaan alat tes kehamilan bervariasi dan bergantung pada merk alat. Instruksi penggunaan alat tes kehamilan haruslah dibuat dan didesain sejelas mungkin agar mudah dimengerti bahkan untuk orang yang tingkat literasi kesehatannya rendah.

Walaupun sudah ada instruksi pada paket alat, beberapa wanita masih merasa alat tes kehamilan rumahan terlalu rumit untuk digunakan. Padahal, untuk mendapatkan hasil yang akurat pengguna harus mengikuti urutan langkah yang tepat. Hal ini juga lah yang menyebabkan adanya variasi hasil berdasarkan pengalaman dan produk atau merk yang dipilih.[2,7,9]

Penulisan Instruksi Alat Tes Kehamilan yang Adekuat

Beberapa kriteria untuk melihat apakah instruksi penggunaan alat tes kehamilan mudah digunakan yaitu tata letak, ilustrasi, pesan yang jelas, dan informasi yang tepat. Pada tata letak, sebaiknya hindari penggunaan huruf kapital secara keseluruhan, huruf yang dicetak miring, dan jenis huruf yang tidak standar.

Gunakan keseluruhan bagian kosong pada kertas secara seimbang. Dalam satu paragraf sebaiknya hanya terdiri dari 4-5 baris. Secara visual, sebaiknya informasi terorganisir dengan baik. Ilustrasi yang digunakan sebaiknya menggunakan gambar yang jelas dan realistis, serta mudah dimengerti.

Pesan yang ditulis sebaiknya berupa pesan singkat, langsung pada poin-poin penting, dan sebaiknya kalimat perintah ditaruh pada awal paragraf. Informasi pada instruksi ditulis dengan kalimat pendek, diksi yang familiar dan terdefinisi dengan jelas, serta fokus pada apa saja yang harus diketahui.[10]

Regulasi Terkait Alat Tes Kehamilan yang Ada di Pasaran

Di Eropa, terdapat persyaratan ketat dalam memvalidasi alat tes kehamilan rumahan oleh pengguna awam. Syarat pertama yaitu sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value, dan negative predictive value harus dihitung. Harus melakukan studi di mana alat tes kehamilan rumahan digunakan oleh wanita yang mewakili penggunaan awam dan hasil sukarelawan akan dibandingkan dengan status kehamilan klinis.

Selain itu, kemudahan penggunaan dengan hasil yang disajikan dalam lembar data teknis merupakan syarat validasi alat tes kehamilan oleh pengguna awam. Dalam hal instruksi, harus dijelaskan secara rinci bagaimana cara pengumpulan sampel urine, urutan, dan waktu proses pengujian. Kejelasan instruksi akan dinilai oleh pengguna awam selama masa validasi alat tes kehamilan.

Perlu dijelaskan pula mengenai informasi keterbatasan alat. Hal tersebut harus dicantumkan dan diinformasikan pada instruksi alat tes kehamilan. Kejelasan informasi yang diberikan akan dinilai melalui kuesioner yang diberikan kepada pengguna awam yang berpartisipasi dalam studi validasi analitik.[6]

Regulasi di Indonesia

Secara internasional, belum ada standar untuk alat tes kehamilan rumahan, baik standar performa, standar akurasi, dan juga standar pembuatan instruksi. Begitu pula di Indonesia, belum ada standar acuan atau pedoman dalam membuat instruksi alat tes kehamilan rumahan.[7]

Kesimpulan

Alat tes kehamilan di rumah atau test pack umumnya menggunakan sampel urine untuk deteksi awal seseorang hamil atau tidak. Terdapat berbagai jenis alat tes kehamilan over the counter yang tersedia, misalnya test pack konvensional, digital, hingga yang dapat langsung memperkirakan usia kehamilan. Kebanyakan alat ini menggunakan sampel urine midstream dan mengukur kadar hormon hCG urine.

Meski demikian, walaupun akurasi tes kehamilan di rumah umumnya cukup tinggi, kesalahan interpretasi hasil tes oleh pengguna dapat terjadi karena kurangnya instruksi yang jelas. Untuk meningkatkan hal tersebut, penulisan instruksi haruslah, singkat, jelas, dan menggunakan diksi yang mudah dimengerti masyarakat. Regulasi terkait acuan atau pedoman penulisan dan penggunaan alat tes kehamilan rumahan juga diperlukan.

Referensi