Wajib Tidaknya USG Sebelum Usia Kehamilan 24 Minggu

Oleh :
dr. Audiza Luthffia

Wajib tidaknya ultrasonografi atau USG sebelum usia kehamilan 24 minggu menjadi perdebatan dalam beberapa studi. World Health Organization menyarankan agar USG dilakukan satu kali sebelum usia kehamilan 24 minggu. Namun, beberapa pelaku studi mempertanyakan apakah pelaksanaan USG secara universal pada semua ibu hamil memang memberikan luaran kehamilan yang lebih baik daripada USG selektif.[1-3]

Ultrasonografi kehamilan dilakukan untuk menentukan usia kehamilan, jumlah fetus, viabilitas fetus, lokasi plasenta, serta abnormalitas struktur fetus. Pemeriksaan ini dinilai bermanfaat dan direkomendasikan oleh ACOG (American College of Obstetricians and Gynaecologists) untuk dilakukan pada seluruh ibu hamil.[1]

Wajib Tidaknya USG Sebelum Usia Kehamilan 24 Minggu-min

Menurut ACOG, waktu terbaik untuk melakukan USG tergantung pada indikasi klinis. Bila tidak ada indikasi spesifik, waktu optimal untuk USG tunggal adalah pada usia kehamilan 18–22 minggu. Pada rentang waktu tersebut, dokter dapat menentukan usia kehamilan dengan akurat. Selain itu, struktur anatomi dan malformasi janin sudah dapat tervisualisasi dengan jelas.[1]

Frekuensi USG pada kehamilan dilaporkan terus meningkat. Beberapa negara bahkan telah merekomendasikan USG universal pada semua ibu hamil. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa USG universal dapat mendeteksi abnormalitas kehamilan lebih dini, sehingga memungkinkan manajemen komplikasi dengan lebih baik.[2-4] 

Evaluasi Manfaat USG sebelum Usia Kehamilan 24 Minggu 

Hasil beberapa studi mendukung asumsi bahwa USG universal pada awal kehamilan bisa meningkatkan kemampuan deteksi dini abnormalitas fetus dan kehamilan multipel. USG secara universal juga meningkatkan akurasi penentuan usia kehamilan, yang berdampak pada penurunan angka induksi persalinan yang berhubungan dengan kehamilan postterm.[4,5]

Meta analisis oleh Whitworth et al. menunjukkan bahwa abnormalitas fetus lebih banyak terdeteksi pada kelompok yang menjalani USG universal sebelum usia kehamilan 24 minggu daripada kelompok yang menjalani USG selektif (RR 3,46; 95%CI 1,67–7,14). USG secara universal dapat menurunkan angka kegagalan deteksi kehamilan multipel pada usia 24 minggu (RR 0,07; 95% CI 0,03–0,17).[4]

Meta analisis terbaru oleh Agten et al. (2021) juga menunjukkan bahwa USG secara universal pada trimester kedua meningkatkan kemampuan deteksi abnormalitas fetus mayor sebelum usia 24 minggu (RR 3,45; 95% CI 1,67–7,12).[5]

Namun, manfaat USG universal untuk mendeteksi kehamilan ektopik, terutama pada wanita tanpa gejala, masih belum dapat dipastikan. USG dapat mendeteksi kehamilan ektopik dengan akurat pada beberapa kasus tetapi juga berpotensi menimbulkan keyakinan palsu bahwa kehamilan benar-benar merupakan kehamilan intrauterine.[6]

Pengaruh USG secara Universal pada Luaran Maternal

USG secara universal memungkinkan ibu hamil untuk melakukan terminasi kehamilan jika ada abnormalitas mayor pada janin berdasarkan hasil pemeriksaan. Menurut studi Whitworth et al. dan Agten et al. yang telah disebutkan, meskipun angka terminasi cukup rendah, proporsi yang lebih besar ditemukan pada kelompok yang menjalani USG universal daripada kelompok USG selektif.[4,5]

Tidak ada hubungan yang bermakna antara kelompok USG universal maupun USG selektif dalam hal metode persalinan (dengan atau tanpa sectio caesarea). Namun, USG universal secara signifikan menurunkan induksi persalinan yang berhubungan dengan kehamilan postterm (RR 0.59, 95% CI 0.42-0.83).[4]

Pengaruh USG Universal pada Luaran Neonatal dan Perkembangan Anak

Bukti saat ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara luaran neonatal kelompok yang melakukan USG universal dan USG selektif pada awal kehamilan. Beberapa luaran neonatal yang dinilai adalah kematian perinatal, berat lahir rendah atau sangat rendah, kecil masa kehamilan (KMK), dan skor APGAR rendah.[4,5]

Paparan USG tidak terbukti menimbulkan efek samping pada tumbuh kembang anak. Observasi jangka panjang pada anak yang mendapat paparan USG rutin pada fase prenatal tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada aspek fisik maupun intelektual dengan kelompok USG selektif.[4,5]

Efek Psikologis dari USG Rutin pada Awal Kehamilan

Pemeriksaan USG memberikan kepuasan tersendiri bagi para orang tua karena dapat melihat dan memastikan bahwa janin berada dalam kondisi sehat. Selain keuntungan dari segi medis, banyak pasangan juga menantikan pemeriksaan USG untuk melihat jenis kelamin janin.[7]

USG rutin yang dilakukan pada trimester pertama berpotensi menurunkan kecemasan maternal terhadap kondisi kehamilannya (RR 0,80; 95%CI 0.65–0.99). Namun, belum terdapat data apakah penurunan tersebut bertahan sepanjang kehamilan atau hanya bersifat sementara pada awal kehamilan.[5]

Namun, sebaliknya, kondisi-kondisi abnormal yang dicurigai pada pemeriksaan USG dapat menyebabkan distress psikologis yang bermakna pada orang tua. Kondisi ini dapat menetap dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan setelah kehamilan dinyatakan normal pada pemeriksaan antenatal berikutnya.[7]

Kesimpulan

Pada usia kehamilan <24 minggu, studi yang membandingkan grup ibu hamil yang diberikan USG secara universal (USG dilakukan pada semua ibu hamil) dan grup ibu hamil yang diberikan USG secara selektif menunjukkan bahwa USG universal dapat meningkatkan identifikasi anomali fetus, identifikasi kehamilan multipel, dan akurasi penentuan usia kehamilan dengan lebih baik.

Identifikasi tersebut memungkinkan pasien untuk memilih terminasi kehamilan atas indikasi malformasi mayor pada janin serta menurunkan angka induksi persalinan yang berhubungan dengan kehamilan postterm. Namun, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan manfaat terhadap deteksi kehamilan ektopik. Pasien yang menjalani USG juga berpotensi mengalami distress psikologis bila ada kelainan hasil USG.

Secara umum, bukti yang ada saat ini mendukung pelaksanaan USG secara universal pada semua ibu hamil sebelum usia gestasi 24 minggu, seperti yang disarankan oleh WHO dan ACOG. Akan tetapi, dokter tetap perlu menyesuaikan frekuensi USG dengan indikasi klinis dan pertimbangan masing-masing pasien.

Referensi