Efikasi Crizotinib, Ceritinib, dan Alectinib untuk Non Small Cell Lung Cancer- Telaah Jurnal

Oleh :
dr. Eduward T, SpPD

Efficacy of Crizotinib, Ceritinib, and Alectinib in ALK-Positive Non small Cell Lung Cancer Treatment: A Meta-Analysis of Clinical Trials

Hoang T, Myung SK, Pham TT, Park B. Efficacy of Crizotinib, Ceritinib, and Alectinib in ALK-Positive Non small Cell Lung Cancer Treatment: A Meta-Analysis of Clinical Trials. Cancers, 2020. 12(3), 526. doi:10.3390/cancers12030526

Abstrak

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi dari anaplastic lymphoma kinase (ALK)-inhibitor pada terapi non small cell lung cancer (NSCLC) positif-ALK dengan meta analisis terhadap uji klinis. Peneliti melakukan pencarian di PubMed, EMBASE, Cochrane Library, dan Clinicaltrials.gov menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan topik pada bulan agustus tahun 2018. Pooled effect size dihitung berdasarkan model random-effect. Peneliti juga melakukan meta analisis subgrup berdasarkan tipe inhibitor ALK (crizotinib, ceritinib, dan alectinib). Sejumlah 20 percobaan klinis yang terdiri dari 10 percobaan lengan tunggal dan 10 percobaan lengan ganda diikutsertakan pada meta analisis akhir. Median overall survival (OS), progression free survival (PFS), overall response rate (ORR), disease control rate (DCR), 1 year survival rate, dan 2 year survival rate masing-masing sebesar 19,14 bulan; 8,47 bulan; 62%; 78%; 74%; dan 62%. Obat penyekat ALK menunjukkan efikasi superior yang signifikan jika dibandingkan dengan kemoterapi (hazard ratio untuk OS 0,83; HR untuk PFS 0,43; rate difference untuk ORR 0,23; dan RD untuk DCR 0,10). Meta analisis terhadap percobaan klinis saat ini menunjukkan bahwa efikasi penyekat ALK signifikan secara statistik pada terapi NSCLC ALK-positif. Percobaan head-to-head lanjutan dibutuhkan untuk membandingkan efikasi inhibitor ALK terhadap jenis regimen terapi NSCLC lainnya.

shutterstock_364928813

Ulasan Alomedika                                                              

Non small cell lung cancer (NSCLC) menyumbang sekitar 85-90% dari semua kasus kanker paru. NSCLC juga memiliki tingkat mortalitas tinggi. Dalam dekade terakhir, terapi NSCLC tahap lanjut telah memasuki terapi biomolekular menurut basis onkogen terkait. Salah satunya adalah inhibitor anaplastic lymphoma kinase (ALK) yang dipelopori oleh crizotinib pada tahun 2007, kemudian diikuti oleh ceritinib dan alectinib pada tahun 2014 dan 2015. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi inhibitor ALK yang tersedia saat ini pada pasien-pasien NSCLC positif ALK.

Ulasan Metode Penelitian

Penelitian ini melakukan meta analisis terhadap penelitian yang menguji efikasi inhibitor ALK yang dipublikasi pada basis data Pubmed, Embase, Cochrane Library, dan Clinicaltrials.gov hingga bulan agustus tahun 2018. Dari kumpulan data tersebut, pooled effect size dihitung berdasarkan model random-effect. Begg funnel plot dan Egger test diterapkan untuk memeriksa bias publikasi.

Ulasan Hasil Penelitian

Dari total 2667 artikel penelitian yang didapatkan pada basis data publikasi, setelah melewati proses eksklusi dari dua peneliti independen, hanya tersisa 20 artikel yang diikutsertakan pada meta analisis ini. 18 studi dalam bahasa Inggris dan 2 studi dalam bahasa Mandarin. Data studi yang diperoleh telah melewati pemeriksaan risiko bias. 20 uji klinis ini mencakup 10 percobaan lengan tunggal dan 10 percobaan lengan ganda.

Hasil meta analisis menemukan bahwa median overall survival (OS) sebesar 19,14 bulan, progression-free survival (PFS) sebesar 8,47 bulan, overall response rate (ORR) sebesar 62%, disease control rate (DCR) sebesar 78%, 1 year survival rate sebesar 74%, dan 2 year survival rate sebesar 62%. Inhibitor ALK menunjukkan efikasi superior yang signifikan jika dibandingkan dengan kemoterapi.

Kelebihan Penelitian

Meta analisis ini adalah yang pertama dalam menginvestigasi profil efikasi secara keseluruhan dari terapi inhibitor ALK pada data studi terapi non small cell lung cancer (NSCLC)  positif ALK terkini. Selain itu, metode penelitian telah mengikutsertakan penilaian risiko bias terhadap kumpulan data studi dan data subanalisis menyediakan perbandingan antara pilihan terapi inhibitor-ALK.

Limitasi Penelitian

Terlepas dari kelebihannya, ada sejumlah limitasi pada penelitian ini. Pertama, meskipun hasil penelitian menemukan bahwa inhibitor ALK dapat meningkatkan progression-free survival (PFS), ditemukan pula insufisiensi data terhadap luaran overall survival (OS) karena jumlah percobaan klinis yang minim. Padahal, OS masih menjadi standar emas dalam percobaan klinis obat kanker. Kedua, ditemukan pula heterogenitas yang substansial antar studi, baik dalam percobaan klinis lengan tunggal maupun yang lengan ganda, dalam penilaian luaran PFS, ORR dan DCR. Kedua hal di atas berpotensi besar menimbulkan overestimate hasil. Ketiga, oleh karena minimnya percobaan klinis yang ada, peneliti belum bisa melakukan perbandingan head-to-head pada ketiga inhibitor ALK yang diperiksa.

Aplikasi Hasil Penelitian Di Indonesia

Studi ini menunjukkan bahwa inhibitor ALK memiliki efikasi yang baik untuk tata laksana non small cell lung cancer (NSCLC). Obat crizotinib juga telah tersedia di Indonesia dalam bentuk kapsul 200 dan 250 mg. Oleh karena itu, studi ini bisa menjadi basis bukti yang baik untuk pedoman tata laksana NSCLC pada pasien ALK positif.

Referensi