Sikat Gigi Elektrik vs Manual dalam Mengurangi Plak dan Gingivitis

Oleh :
dr. Drg. Bella Karenina

Sikat gigi elektrik atau manual merupakan alat bantu untuk menjaga kebersihan mulut, sehingga dapat mengurangi plak yang dapat menyebabkan karies gigi dan gingivitis. Plak adalah agen utama penyebab penyakit gingiva dan periodontal. Karena itu, pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut harus didasarkan pada kontrol plak secara maksimal. Sikat gigi adalah instrumen utama yang digunakan secara umum untuk mencapai tujuan kontrol plak.[1-3]

Kontrol plak harian dengan menyikat gigi adalah komponen penting dalam upaya mencegah dan mengobati penyakit pada jaringan gingiva dan periodontal, termasuk mencegah karies gigi. Seorang ahli dari Swedia, Fredrick Wilhelm Tornberg, merupakan orang yang mendesain sikat gigi mekanik pertama pada tahun 1885. Sikat gigi elektrik dirasakan lebih efisien dan menarik bagi beberapa orang. Alasan utama saat sikat gigi mekanik atau  elektrik diluncurkan pertama kali adalah untuk digunakan oleh orang yang memiliki permasalahan pada kemampuan motorik, seperti orang disabilitas dan mereka yang tidak memiliki ketangkasan. Sejak sikat gigi elektrik pertama kali muncul hingga berkembang seperti saat ini, terdapat kontroversi mengenai mana yang lebih efektif dalam menjaga kebersihan mulut jika dibandingkan dengan sikat gigi manual.[1-3]

shutterstock_323051981

Sikat Gigi Elektrik

Sikat gigi elektrik adalah perangkat sikat gigi yang bertenaga listrik AC atau baterai. Terdiri dari komponen berisi motor yang dapat melakukan gerakan mekanis pada kepala sikat, dengan filamen yang dapat bergerak cepat. Sikat gigi elektrik memotivasi orang untuk menyikat gigi dengan teknik yang benar dan dalam durasi yang tepat. Seiring berkembangnya waktu, sikat gigi elektrik mengalami beberapa kemajuan sebagai berikut:

  • Generasi pertama: memiliki kepala yang menyerupai sikat gigi manual dan dapat bergerak bolak-balik untuk mensimulasikan penyikatan manual. Kekurangan dari produk ini adalah waktu kerja yang singkat dan mudah terjadi kerusakan mekanis pada komponennya
  • Generasi kedua: memiliki kepala yang berputar unik dan ditenagai oleh baterai lebih tahan lama atau dapat diisi ulang. Tipe yang lebih baru menggabungkan gerakan getar dan gerakan timbal balik, serta fitur tambahan seperti sensor tekanan dan timer

  • Generasi ketiga: sikat gigi bertenaga sonik dan sikat gigi bertenaga ultrasonik mulai diperkenalkan. Perangkat ini ditunjukkan untuk menghilangkan lebih banyak plak dibandingkan dengan sikat gigi manual[4,5]

Sikat Gigi Elektrik Sonik

Memiliki kepala berbentuk konvensional yang bergetar dalam kecepatan sangat tinggi, yaitu >30.000 getaran per menit. Gerakan bergetar ini menciptakan dinamika turbulen pada cairan yang dapat mengganggu perlekatan plak sehingga plak gigi dapat menghilang. Sikat gigi sonik biasanya memiliki frekuensi 200-400 Hz, yaitu 12.000-24.000 osilasi atau 24.000-48.000 gerakan per menit. Intinya, sikat gigi sonik ini mengandalkan amplitudo yang tinggi dari gerakan menyapu yang sangat cepat, sehingga dapat membersihkan plak yang melekat pada gigi.[4-6]

Sikat Gigi Elektrik Ultrasonik

Jenis sikat gigi elektrik terbaru ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk membersihkan gigi. Sikat gigi ultrasonik memancarkan getaran yang memiliki frekuensi sangat tinggi, yaitu minimum 20.000 Hz, tetapi memiliki amplitudo yang rendah. Getaran sikat gigi ini dipercaya dapat memecah rantai bakteri yang membentuk plak gigi, serta menghilangkan perlekatan plak pada permukaan gigi hingga 5 mm di bawah garis gusi. Sikat gigi ultrasonik dapat memberikan gerakan sapuan dan kemampuan tambahan yang memfasilitasi penghilangan partikel makanan dan sisa rantai bakteri. Karena gerakan ultrasound sangat rendah dalam amplitudo, maka dapat digunakan oleh orang yang membutuhkan daya pembersihan tambahan, seperti pasien yang baru saja menjalani operasi periodontal.[2,4,5]

Sikat Gigi Elektrik Ionik

Mode gerakan sikat gigi elektrik dapat dikategorikan sebagai mekanik, sonik, atau ionik. Sikat gigi ionik memiliki cara kerja berdasarkan teori ion, dimana gigi secara alami memiliki muatan ion positif dan partikel makanan secara alami memiliki muatan ion negatif. Gaya ion yang saling tarik-menarik menyebabkan partikel makanan menempel pada gigi. Sikat gigi ionik bekerja mengubah muatan ion negatif gigi menjadi muatan ion positif. Kemudian, bagian lain dari sikat gigi yang juga bermuatan positif akan menarik plak dan partikel makanan menjauh dari gigi. Sedangkan bulu-bulu pada sikat bekerja untuk melepas partikel debris maupun perlekatan sisa plak yang masih menempel pada gigi.[4-6]

Fitur Desain Tambahan pada Sikat Gigi Elektrik

Sejumlah sikat gigi elektrik generasi baru juga memasukkan fitur desain tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan daya pembersihan, serta mengurangi kemungkinan abrasi gigi dan trauma gingiva akibat tekanan menyikat gigi yang terlalu keras dalam jangka panjang. Fitur-fitur tersebut meliputi timer dan display LCD untuk menunjukkan waktu menyikat, sensor tekanan menyikat gigi untuk mencegah pengguna menyikat terlalu agresif, bluetooth agar dapat disambungkan dengan perangkat lain sebagai reminder waktu menyikat gigi, serta mode pembersihan pelengkap lainnya seperti pembersih lidah, pemutih gigi, dan perawatan gigi sensitif. Fitur-fitur ini dapat memotivasi orang untuk menyikat lebih akurat dan tepat.[4,5]

Sikat Gigi Manual

Sikat gigi manual yang umum digunakan oleh banyak orang harus memiliki karakteristik ideal. Desain sikat gigi manual sebaiknya sesuai dengan kebutuhan individu pengguna dalam ukuran, bentuk, dan tekstur, mudah digunakan, mudah dibersihkan setelah pemakaian, tahan terhadap kelembaban, tahan lama dan murah, serta didesain untuk utilitas, efisiensi, dan kebersihan.[6-8]

Terdapat beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan saat memilih sikat gigi manual, yaitu:

  • Bulu halus harus disesuaikan dengan ukuran kepala
  • Kepala sikat gigi harus cukup kecil agar memiliki kemampuan manuver maksimal di rongga mulut. Oleh karena itu, panjang kepala harus <4,2 cm untuk sikat gigi orang dewasa dan <2,5 cm untuk anak-anak, sedangkan lebar <1,3 cm untuk orang dewasa dan <2,2 cm untuk anak-anak
  • Pegangan sikat gigi dapat disesuaikan dengan preferensi individu, harus cukup panjang agar sesuai dengan ukuran telapak tangan[6-8]

Desain sikat gigi yang beraneka ragam mulai beredar, tetapi keahlian pengguna sangat berperan untuk kebersihan rongga mulut yang maksimal. Desain sikat gigi manual dirancang agar efisien membersihkan dan menjangkau seluruh bagian rongga mulut, seperti konfigurasi pegangan yang dibuat melengkung atau miring agar meningkatkan kenyamanan pengguna, serta bulu sikat yang memiliki penampang bulat untuk mengurangi risiko trauma pada gusi.[2,7,8]

Perbandingan Kemampuan Sikat Gigi Elektrik dan Manual

Penelitian uji klinis acak pada tahun 2017, oleh Kulkarni et al, membandingkan kemanjuran sikat gigi elektrik dengan yang manual selama 4 minggu dalam mengendalikan plak dan gingivitis. Penilaian menggunakan indeks gingiva, indeks plak, dan indeks kebersihan mulut. Sebanyak 45 pasien dengan kelompok usia 19-23 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian adalah pada kedua kelompok terjadi penurunan skor indeks plak peningkatan kesehatan gingiva. Namun, ketika dinilai pada minggu ke-4, individu yang menggunakan sikat gigi elektrik menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan individu yang menggunakan sikat gigi manual.[9]

Basith et al melakukan evaluasi komparatif terhadap keefektifan sikat gigi elektrik dan manual dalam menghilangkan plak dan gingivitis. Subjek terdiri dari 80 siswa kedokteran gigi dengan kelompok umur 18-28 tahun. Penelitian berlangsung selama 2 bulan. Hasil penelitian adalah kedua jenis sikat gigi secara signifikan mengurangi akumulasi plak, meningkatkan kesehatan gingiva dan indeks kebersihan mulut. Namun, menyikat gigi elektrik menunjukkan peningkatan yang lebih besar.[7]

Pada tahun 2019, Petker et al, melakukan penelitian serupa selama lebih dari 6 bulan, dengan peserta mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok menggunakan sikat gigi elektrik (N=55) dan kelompok sikat gigi manual (N=60). Peserta diminta untuk setiap hari membersihkan gigi sebaik mungkin dengan perangkat mereka sendiri. Plak dinilai sebelum dan segera setelah disikat. Selanjutnya, perdarahan gingiva, abrasi gigi, kedalaman poket periodontal, dan status gigi dinilai. Kinerja peserta direkam dengan video untuk dianalisis mengenai durasi menyikat gigi, lokasi menyikat gigi, dan penerapan perangkat alat pembersih interproksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada keuntungan dari menyikat gigi dengan sikat gigi elektrik setiap hari, dibandingkan dengan sikat gigi manual. Kebersihan mulut rendah tidak disebabkan oleh dari jenis sikat gigi yang digunakan.[8]

Kesimpulan

Menjaga kebersihan mulut yang baik dipengaruhi pada kemampuan dan motivasi individu untuk menyikat gigi setiap hari. Sikat gigi elektrik dan manual sama-sama memiliki kemampuan yang baik untuk menghilangkan plak pada gigi dan gusi. Efektivitas sikat gigi manual sangat dipengaruhi oleh tingkat ketangkasan dan keterampilan teknik penggunanya. Sedangkan keunggulan dari sikat gigi elektrik adalah memiliki kemampuan untuk menyederhanakan teknik menyikat gigi, sehingga dapat meningkatkan motivasi orang untuk menyikat gigi secara teratur. Sikat gigi elektrik memiliki potensi yang lebih baik daripada sikat gigi manual, untuk meningkatkan kebersihan mulut yang lebih optimal. Namun dari segi ekonomi, penggunaan sikat gigi manual masih lebih disenangi oleh para pengguna dibandingkan sikat gigi elektrik yang relatif mahal. Karena itu, penggunaan sikat gigi elektrik sangat dianjurkan untuk individu yang memiliki keterbatasan keterampilan menyikat gigi, seperti lansia, anak-anak, dan individu disabilitas.[3,6,8]

Referensi