Berbagai Jenis Teknik Menyikat Gigi – Artikel Terkini!

Oleh :
drg.Dewi Hestiara Safitri

Terdapat berbagai jenis teknik menyikat gigi atau gosok gigi yang dapat diedukasi pada pasien agar meningkatkan kesehatan dan kebersihan rongga mulut mereka. Edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar sangat vital dalam mencegah penyakit gigi dan mulut, seperti karies dan gingivitis.

Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang terbesar adalah 45% untuk gigi rusak atau berlubang, dan 19% untuk gigi tanggal. Kebanyakan masalah pada gigi dan gusi ini berkaitan dengan buruknya kebersihan rongga mulut atau oral hygiene, yang kemudian menimbulkan deposisi plak gigi.[1,2]

menyikat gigi, alomedika

Kaitan Menyikat Gigi dan Plak Gigi

Plak gigi merupakan deposit lunak pada permukaan gigi yang terbentuk dari akumulasi bakteri, sisa makanan, dan saliva. Plak akan mulai terbentuk ketika ada kontaminasi bakteri dari sisa makanan yang tidak dibersihkan sempurna pada pelikel. Plak biasanya akan terbentuk pada sepertiga permukaan servikal, permukaan gigi atau restorasi gigi yang kasar, dan pada gigi yang mengalami jejas. Plak gigi tidak akan hilang dengan kumur biasa, sehingga harus dibersihkan menggunakan teknik mekanis.[3,4]

Salah satu teknik mekanis yang mudah, murah, dapat dilakukan oleh pasien secara mandiri, dan dapat dilakukan dalam periode golden time setelah kontak dengan makanan (30 menit setelah makan) adalah menyikat gigi. Meski begitu, walaupun tingkat masyarakat yang menyikat gigi setiap hari sudah sangat tinggi (94,7%), hanya 2,8% masyarakat menyikat gigi dengan teknik yang benar.[2,5,6]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Stillman

Pada teknik Stillman, sikat gigi diposisikan dalam sudut 45 derajat terhadap gingiva. Aplikasikan sedikit gerakan getar untuk menghilangkan plak yang ada di permukaan gigi bagian labial/bukal dan di bagian servikal. Selanjutnya, aplikasikan gerakan memutar pada area bukal gigi geligi untuk menjangkau seluruh area dan membersihkan bulu sikat yang mungkin saja tertinggal saat proses menyikat gigi. Setelah itu, lakukan gerakan menyikat maju mundur pada bagian oklusal untuk membersihkan seluruh pit dan fisura pada area ini.

Keuntungan dari teknik ini adalah dapat merangsang dan memberikan efek pijatan pada gingiva secara bersamaan. Selain itu, teknik ini juga dapat menjangkau area gigi yang terpencil. Teknik ini juga dapat menghilangkan plak dan debris dari margin servikal dan proksimal gigi geligi.

Di lain pihak, kelemahan dari teknik ini adalah tidak dapat menghilangkan plak dan debris yang ada di subgingiva. Selain itu, teknik ini juga berpotensi untuk melukai gingiva jika tekanan yang diberikan terlalu keras.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Bass

Teknik Bass merupakan teknik yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak dan debris supra dan subgingiva sebelum gingivitis muncul. Teknik ini dilakukan dengan memiringkan sikat gigi hingga sudut 45 derajat terhadap gingiva, dan tempatkan ujung bulu sikat sedikit berada di area subgingiva. Sikat gigi kemudian digerakkan memutar yang kuat namun lembut sebanyak 15-20 kali pada satu area, sebelum pindah ke area berikutnya.

Cara ini diaplikasikan pada sisi labial/bukal dan lingual/palatal gigi geligi. Setelah itu, sikat area oklusal dengan gerakan menyikat maju-mundur. Fokus utama dari teknik ini adalah membersihkan area interproksimal dan servikal gigi. Setelah semua area gigi disikat, sikat permukaan dorsal lidah.

Keunggulan dari teknik Bass adalah memiliki gerakan yang mudah untuk dilakukan. Metode ini juga merupakan metode yang paling efektif untuk menghilangkan plak dan memberikan stimulasi yang baik bagi gingiva.

Kelemahan dari teknik ini adalah kemungkinan adanya perlukaan pada gingiva jika kita mengaplikasikan tenaga yang berlebih saat menyikat gigi. Selain itu, karena repetisinya yang banyak (15-20 kali) untuk satu area, maka akan membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari pasien untuk dapat membersihkan seluruh area gigi dengan maksimal.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Charter

Teknik Charter merupakan teknik yang direkomendasikan pada pasien dengan diastemata anterior, resesi gingiva, akar yang terekspos, sedang dalam perawatan orthodonti, menggunakan gigi tiruan, hingga pada pasien yang pernah menjalani operasi periodontal.

Teknik ini dilakukan dengan memegang sikat pada sudut 45 derajat ke arah sisi gigi (berkebalikan dengan teknik Bass dan Stillman yang mengarah ke gingiva). Tekan perlahan bulu sikat gigi ke permukaan gigi dengan gerakan pendek, memutar, dan maju mundur sebanyak 15 hingga 20 kali. Ulangi langkah ini pada seluruh area permukaan gigi.

Teknik Charter adalah teknik yang lebih lembut, dan tepat untuk pasien yang memiliki sensitivitas gigi dan gingiva. Kelebihan teknik ini adalah sangat berguna untuk pasien yang sedang dalam perawatan orthodonti atau memiliki gigi tiruan. Teknik Charter akan memberikan efek massage pada luka dan mempercepat penyembuhan luka pasca tindakan bedah periodontal.

Kekurangan teknik Charter adalah tekniknya yang sulit dikarenakan posisi sudut sikat gigi yang tidak biasa. Teknik ini juga dilaporkan memiliki efikasi yang lebih rendah dalam menghilangkan plak subgingiva dibandingkan dengan teknik Bass atau Tillman.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Leonardi

Teknik Leonardi adalah teknik menyikat gigi yang menekankan pada penggunaan sikat gigi secara lembut. Area pembersihan utama dari teknik ini adalah bagian proksimal gigi dan di sekitar gingival line. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan bulu sikat yang lembut dan dengan gerakan yang lebih halus dibandingkan dengan teknik-teknik lainnya.

Kelebihan teknik ini adalah dapat mencegah terjadinya iritasi gingiva, dapat menghilangkan debris dan plak yang ada di sekitar gingival line, dan cocok untuk pasien yang memiliki sensitivitas gingiva.

Kekurangan dari teknik Leonardi adalah teknik ini kurang efektif untuk membersihkan plak dibandingkan dengan teknik lain yang mengaplikasikan tekanan lebih besar. Selain itu, teknik Leonardi juga memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan teknik lainnya karena sifat tekniknya yang harus dilakukan secara lembut dan perlahan. Teknik ini juga tidak cocok dilakukan pada pasien yang memiliki Oral Hygiene Index (OHI) tinggi.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Fones

Teknik Fones dilakukan dengan gerakan melingkar sederhana dengan sikat gigi diletakkan pada sudut 45 derajat terhadap permukaan gigi. Gerakan yang diaplikasikan adalah memutar sikat dengan pola melingkar kecil pada seluruh permukaan gigi. Lakukan gerakan ini pada bagian bukal dan lingual dari gigi geligi.

Kelebihan dari teknik ini adalah sederhana dan mudah dipelajari, sehingga cocok untuk dilakukan oleh anak-anak yang sedang belajar menggunakan sikat gigi. Kemudian, gerakan melingkar pada teknik Fones memungkinkan untuk membersihkan sebagian besar area permukaan gigi, termasuk bagian bukal dan lingual gigi geligi.

Namun, kekurangan dari teknik ini adalah kurang mampu untuk membersihkan plak secara menyeluruh. Selain itu, teknik ini tidak cocok untuk kondisi kerusakan jaringan periodontal yang parah, dan berisiko memberikan tekanan berlebih pada gingiva sehingga dapat menyebabkan iritasi.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Teknik Roll

Teknik Roll adalah teknik menyikat gigi yang dilakukan dengan cara menggerakkan sikat gigi dengan gerakan menggulung ke atas dan ke bawah. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk membantu mengurangi deposit plak pada permukaan gigi dan memperbaiki kesehatan gingiva.

Kelebihan teknik ini adalah dapat membersihkan area gigi geligi secara menyeluruh, dapat menstimulasi gingiva, dan cocok untuk area yang sulit dijangkau. Kekurangan dari teknik Roll adalah teknik ini membutuhkan waktu yang lama, sehingga memungkinkan pasien tidak melakukan seluruh langkah menyikat gigi dengan baik dan benar. Selain itu, jika gerakan menggulung pada teknik ini tidak dilakukan dengan benar, maka dapat meningkatkan risiko abrasi gingiva.[7-9]

Teknik Menyikat Gigi: Metode Scrub

Teknik Scrub atau biasa disebut dengan teknik menyikat normal, dilakukan dengan cara mengaplikasikan gerakan horizontal dan memutar di sepanjang permukaan gigi tanpa fokus pada sudut tertentu atau pola gerakan yang konsisten. Teknik ini diaplikasikan pada seluruh permukaan secara kasar, tanpa memerhatikan apakah semua area gigi telah benar dibersihkan atau belum.

Kelebihan dari teknik ini adalah sederhana dan mudah dilakukan, sehingga cocok untuk anak-anak atau remaja awal yang sedang belajar menggunakan sikat gigi sendiri. Selain itu, gerakan horizontal yang diaplikasikan pada teknik ini dapat membantu membersihkan sebagian besar area permukaan gigi.

Namun, karena teknik ini cenderung diaplikasikan tanpa pola yang jelas, maka kurang efektif dalam membersihkan plak, terutama di area proksimal. Selain itu, gerakan horizontal yang kasar dapat menyebabkan abrasi, resesi, dan iritasi gingiva yang justru dapat mengarah ke gingivitis. Kemudian, karena kurangnya fokus yang diberikan selama proses menyikat gigi, teknik Scrub seringkali tidak dapat memberikan kebersihan gigi yang optimal.[7-9]

Perbandingan Efikasi Berbagai Teknik Menyikat Gigi

Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti ilmiah yang dapat menyatakan secara tegas bahwa salah satu metode lebih baik daripada metode lainnya dalam menghilangkan debris serta plak di dalam rongga mulut. Banyaknya teknik menyikat gigi dengan berbagai macam variabilitasnya, desain penelitian yang beragam, serta kepatuhan responden terhadap prosedur penelitian yang rendah, diperkirakan menjadi penyebab kenapa belum ada penelitian yang dapat menarik kesimpulan secara tegas.[1,5]

Terdapat suatu uji klinis yang membandingkan teknik Bass, Fones, dan Scrub, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat terdapat perbedaan signifikan dalam hal kontrol plak antara ketiga teknik tersebut. Luaran yang sama juga didukung oleh berbagai penelitian lain, yang menyatakan bahwa tidak ada teknik menyikat gigi yang lebih baik dari teknik lainnya dalam hal mengontrol plak.[1,2,6]

Kesimpulan

Terdapat berbagai teknik menyikat gigi yang dapat diedukasi kepada pasien untuk meningkatkan kesehatan dan kebersihan rongga mulut mereka. Berbagai teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetapi belum ada bukti ilmiah yang dapat secara pasti menunjukkan bahwa teknik yang satu lebih baik daripada yang lain. Hal yang terpenting untuk ditekankan pada pasien adalah melakukan teknik menyikat gigi dengan benar dan secara konsisten, terlepas dari teknik menyikat gigi yang mereka pilih.

Referensi