Risiko Tromboemboli Vena setelah Serangan Gout – Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr.Eduward Thendiono, SpPD,FINASIM

Risk of Venous Thromboembolism With Gout Flares

Cipolletta E, Tata LJ, Nakafero G, Avery AJ, Mamas MA, Abhishek A. Arthritis Rheumatology, 2023. 75(9):1638-1647. doi: 10.1002/art.42480. PMID: 36808284.

studilayak

Abstrak

Tujuan: Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko tromboemboli vena (VTE) meningkat pada pasien dengan gout, namun belum jelas apakah ada hubungan temporal antara serangan gout dan VTE. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi hubungan temporal antara serangan gout dan VTE.

Metode: Data diperoleh dari catatan perawatan primer elektronik dari Clinical Practice Research Datalink di Inggris, yang menghubungkan data dari register rawat inap dan mortalitas. Menggunakan analisis deret kasus kontrol yang disesuaikan untuk musim dan usia, peneliti mengevaluasi hubungan temporal antara serangan gout dan VTE..

90 hari setelah konsultasi perawatan primer atau rawat inap untuk serangan gout ditetapkan sebagai periode terpapar. Ini dibagi menjadi tiga interval 30 hari. Periode dasar atau baseline diterjemahkan dalam waktu 2 tahun sebelum permulaan studi dan 2 tahun setelah akhir periode paparan. Hubungan antara serangan gout dan VTE diukur menggunakan rasio laju insiden terkoreksi (IRRs) dengan interval kepercayaan 95% (95% CI).

Hasil: Secara total, 314 pasien memenuhi kriteria inklusi (usia ≥18 tahun, kejadian gout baru, tidak ada kehadiran VTE atau penggunaan resep antikoagulan perawatan primer sebelum awal periode pra-paparan). Di antara 314 pasien, kejadian VTE signifikan lebih tinggi dalam periode terpapar dibandingkan dengan periode dasar (IRRs terkoreksi 1.83, 95% CI 1.30-2.59).

IRRs terkoreksi dari VTE selama 30 hari pertama setelah serangan gout adalah 2,31 dibandingkan dengan periode dasar. Tidak ada peningkatan dalam IRRs terkoreksi yang diamati pada hari 31-60 (IRRs terkoreksi 1,49) dan hari 61-90 (IRRs terkoreksi 1,67) dibandingkan dengan dasar. Hasil-hasil ini konsisten dalam analisis sensitivitas.

Kesimpulan: Pada pasien dengan gout, terdapat peningkatan transien kejadian VTE dalam 30 hari setelah konsultasi perawatan primer atau rawat inap untuk serangan gout.

TromboemboliVenaGout

Ulasan Alomedika

Studi kohort telah menunjukkan ada peningkatan kejadian tromboemboli vena (VTE) pada penderita gout jika dibandingkan dengan populasi umum. Diduga kondisi serangan gout atau gout flare dapat meningkatkan risiko VTE melalui mekanisme stasis vaskuler dan mempermudah koagulasi darah, agregasi trombosit dan disfungsi endotel. Hubungan temporal antara insiden VTE dengan kejadian serangan gout belum dievaluasi.

Ulasan Metode Penelitian

Penelitian ini menerapkan studi self-controlled case series (SCCS). Metode SCCS menggunakan informasi individu yang mengalami baik paparan dan luaran dari apa yang diobservasi, yang tidak menggunakan data kontrol secara terpisah, karena luaran event rate langsung dibandingkan antara individu yang mengalami paparan dan mereka yang tidak mengalami hal tersebut dengan menerapkan model Poisson.

Desain studi kohort kemudian dimanfaatkan untuk mengevaluasi insiden VTE pada individu yang mengalami kejadian serangan gout dengan periode observasi 90 hari kemudian setelah konsultasi atau rawat inap terkait serangan gout.

Pengambilan Data:

Data yang digunakan berasal dari Clinical Practice Research Datalink (CPRD) GOLD dataset, yang menghubungkan antara data Hospital Episode Statistics (HES) dengan Office for National Statistics (ONS) mortality registries di Inggris.

Data CPRD berisi keterangan sosiodemografi, faktor gaya hidup, diagnosis, konsultasi, dan peresepan dari perawatan rutin dokter umum dari populasi rakyat Inggris. Data HES berisi diagnosis episode rawat inap, sedangkan data mortalitas ONS berisi informasi tanggal kematian dengan penyebab kematian tersebut.

Subjek Studi:

Populasi studi ini ialah pasien dewasa (>18 tahun) dengan diagnosis gout sedikitnya 1 tahun setelah registrasi pasien. Durasi penelitian dimulai dari 1 januari 1997 hingga 31 desember 2020. Sedangkan, kriteria serangan gout definisikan sesuai kriteria Read Code, peresepan obat antiinflamasi pada hari yang sama saat konsultasi perawatan primer untuk gout atau rawat inap yang berkaitan dengan gout.

Luaran:

Adapun kejadian VTE didefinisikan sebagai diagnosis perawatan primer deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru (PE), mendapatkan peresepan terapi antikoagulan, menjalani pemeriksaan profil koagulasi (misalnya international normalized ratio) dalam waktu 90 hari setelah diagnosis DVT atau PE, serta rawat inap terkait DVT atau PE.

Periode observasi dibagi menjadi periode paparan, periode dasar atau baseline, dan  periode induksi. Periode paparan ialah 90 hari setelah serangan gout dan dibagi lagi dalam tiga interval masing-masing 30 hari (1-30, 31-60, dan 61-90 hari). Periode induksi ialah 15 hari pertama setelah serangan gout, sedangkan periode dasar terdiri dari periode sebelum paparan hingga 715 hari sebelum dimulainya periode induksi dan 730 hari setelah berakhirnya periode paparan (post-exposure).

Ulasan Hasil Penelitian

Pada studi populasi pasien dengan diagnosis gout, analisis SCCS menemukan bahwa insiden VTE meningkat secara signifikan dalam waktu 90 hari pertama setelah serangan gout. Pada analisis lebih lanjut, peningkatan risiko ini ternyata terbatas pada 30 hari pertama setelah kejadian serangan gout.

Adapun observed absolute increase in risk VTE sebanyak 4,70/1000 person-years pada 90 hari setelah serangan gout berbanding dengan 3,65/1000 person-years pada periode yang sama untuk populasi non-terpapar.

Kelebihan Penelitian

Metode self-controlled case series (SCCS) adalah pendekatan penelitian yang kuat untuk mengevaluasi hubungan temporal antara dua kejadian. Hal ini memungkinkan untuk membandingkan insiden VTE sebelum dan setelah serangan gout pada masing-masing pasien, sehingga mengurangi pengaruh faktor perancu.

Penggunaan data elektronik dari Clinical Practice Research Datalink memberikan akses ke informasi lengkap dan terperinci tentang pasien. Ini termasuk data dari catatan perawatan primer dan informasi tentang rawat inap dan kematian. Basis data ini rutin dikumpulkan dan diperbarui, serta melibatkan cakupan data terluas di Inggris.

Penyesuaian untuk faktor musim dan usia adalah langkah penting dalam mengontrol variabel yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Hal ini memastikan bahwa hasil yang diamati lebih akurat mewakili hubungan antara gout dan VTE.

Limitasi Penelitian

Meskipun studi ini telah melakukan penyesuaian untuk faktor musim dan usia, masih mungkin ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara gout dan VTE yang tidak diukur atau disesuaikan. Contohnya, faktor gaya hidup atau kondisi medis lainnya.

Penggunaan data populasi juga masih menyisakan kemungkinan uncertainty mengenai kejadian pasti VTE karena tidak melibatkan penggunaan tes definitif seperti USG Doppler, pengukuran D-dimer, ataupun computed tomography pulmonary angiography (CTPA).

Selain itu, meskipun data elektronik dari Clinical Practice Research Datalink dapat memberikan akses ke informasi yang luas, masih mungkin ada ketidakpastian atau kekurangan dalam dokumentasi medis elektronik yang dapat mempengaruhi akurasi hasil. Ada pula kemungkinan bahwa beberapa pasien tidak mencari perawatan medis atau mungkin kurang terdokumentasi dengan baik, yang tentunya dapat mempengaruhi hasil studi.

Studi ini juga hanya mengungkapkan hubungan temporal, bukan membuktikan adanya hubungan kausal antara serangan gout dengan VTE.

Aplikasi Hasil Penelitian Di Indonesia

Gout merupakan kondisi medis yang umum ditemukan di praktik di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko VTE dalam 30 hari setelah serangan gout, mengindikasikan perlunya mempertimbangkan pengawasan tambahan bagi pasien dengan gout yang mengalami serangan. Ini juga mungkin berkaitan dengan pertimbangan pemberian profilaksis VTE.

Temuan ini juga mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan antara gout dan risiko VTE, serta untuk mengevaluasi manfaat dari tindakan pencegahan VTE, seperti pemberian obat antikoagulan, pada pasien yang mengalami serangan gout.

Referensi