Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Tortikolis general_alomedika 2023-04-05T08:34:32+07:00 2023-04-05T08:34:32+07:00
Tortikolis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Tortikolis

Oleh :
dr.Muhammad Ridwan
Share To Social Media:

Prognosis tortikolis tergantung pada adekuat atau tidaknya penatalaksanaan awal yang diberikan kepada pasien. Pasien yang mendapat tata laksana tepat umumnya memiliki prognosis yang baik. Namun, bila tata laksana tidak dilakukan dengan cepat dan tepat, tortikolis dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti kelainan bentuk wajah permanen.[23]

Komplikasi

Tortikolis yang tidak diobati dapat menyebabkan perubahan bentuk sekunder, seperti deformational plagiocephaly (DP), facial scoliosis, infantile scoliosis, serta masalah fungsional seperti penggunaan tangan yang asimetris. Selain itu, tortikolis kongenital dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan gangguan koordinasi pada anak.[25,26]

Prognosis

Prognosis pasien tortikolis cenderung baik karena penyakit ini tidak menyebabkan kematian. Namun, tortikolis dapat mengganggu aktivitas dan tampilan kosmetik. Sebagian besar pasien tortikolis dapat menjalani terapi nonbedah.

Sekitar 90% pasien tortikolis kongenital menunjukkan respons yang baik terhadap tata laksana konservatif dalam satu tahun pertama. Hasil terbaik akan diperoleh jika terapi bedah diterapkan dalam satu atau dua tahun dan selanjutnya diikuti dengan fisioterapi. Tingkat kekambuhan setelah terapi bedah adalah <3%.[25,27]

Referensi

23. Brashear A. The botulinum toxins in the treatment of cervical dystonia. Semin Neurol. 2001;21(1):85-90.
25. Rogers GF, Oh AK, Mulliken JB. The role of congenital muscular torticollis in the development of deformational plagiocephaly. Plast Reconstr Surg. 2009 Feb;123(2):643-52.
26. Stevens P, Downey C, Boyd V, et al. Deformational plagiocephaly associated with ocular torticollis: a clinical study and literature review. J Craniofac Surg. 2007 Mar;18(2):399-405.
27. Kruer MC. Torticollis. Medscape. 2018. https://emedicine.medscape.com/article/1152543-overview

Penatalaksanaan Tortikolis
Edukasi dan Promosi Kesehatan To...

Artikel Terkait

  • Efikasi Lidocaine Topikal Untuk Nyeri Leher Mekanis – Telaah Jurnal Alomedika
    Efikasi Lidocaine Topikal Untuk Nyeri Leher Mekanis – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 17 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 13 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.