Kombinasi alternatif asam azelaic dan asam salisilat dalam tata laksana akne disetujui oleh lebih dari 99% dokter terverifikasi di Indonesia.
Akne vulgaris merupakan salah satu kondisi kulit yang membutuhkan pendekatan terapi komprehensif karena melibatkan berbagai mekanisme, mulai dari hiperkeratinisasi folikular, produksi sebum, kolonisasi bakteri, hingga inflamasi. Karena itu, pemilihan terapi topikal yang mampu menargetkan lebih dari satu jalur patogenesis menjadi bagian penting dalam tata laksana akne.[1]
Salah satu kombinasi yang menarik dalam perawatan akne adalah asam azelaic dan asam salisilat. Asam salisilat bekerja sebagai agen keratolitik dan komedolitik yang membantu mengurangi penumpukan keratin serta sumbatan pada folikel. Asam azelaic memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Azeclair atau Potassium Azeloyl Diglycinate merupakan turunan dari asam azelaic yang dikembangkan dengan toleransi kulit yang lebih baik.[2,3-6]
Kombinasi asam azelaic dan asam salisilat berpotensi memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menangani berbagai proses yang berperan pada pembentukan lesi akne. [3-6]
Hasil survei Alomedika menunjukkan bahwa dokter di Indonesia memberikan penilaian positif terhadap kombinasi azeclair dan asam salisilat sebagai bagian dari tata laksana akne.
Pandangan Klinis Dokter tentang Kombinasi Azeclair™ dan Asam Salisilat untuk Terapi Akne
Untuk mengetahui pandangan dokter di Indonesia mengenai penggunaan kombinasi azeclair™ dan asam salisilat dalam terapi akne, Alomedika melakukan survei kuantitatif terhadap dokter Indonesia yang telah terverifikasi. Survei ini bertujuan untuk melihat preferensi dokter dalam memilih terapi topikal untuk akne vulgaris, termasuk penggunaan dan pertimbangan terhadap kombinasi kedua bahan tersebut.
Responden Survei
Survei kuantitatif ini melibatkan 840 dokter Indonesia, yang terdiri atas 100 dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, 659 dokter umum, serta 81 dokter umum-kecantikan. Responden berasal dari 201 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia, sehingga survei ini memberikan representasi yang luas mengenai pandangan dokter terhadap praktik tata laksana akne di berbagai wilayah Indonesia.
Hasil Survei
Dokter Menunjukkan Pandangan Positif terhadap Potensi Azeclair™ dalam Terapi Akne:
Hasil survei menunjukkan bahwa 99,28% dokter menyatakan setuju bahwa azeclair (potassium azeloyl diglycinate) berpotensi menjadi bagian dari pendekatan komprehensif dalam tata laksana akne, termasuk membantu mengatasi akne dan bekasnya.
Pandangan ini sejalan dengan karakteristik Azeclair™ sebagai turunan asam azelaic yang larut dalam air (water soluble), dengan bioavailabilitas dan toleransi kulit yang lebih baik dibandingkan asam azelaic.[2]
Dokter Menilai Kombinasi Azeclair™dan Asam Salisilat Selaras dengan Guideline Klinis Akne:
Hasil survei menunjukkan bahwa 99,04% dokter menilai kombinasi azeclair™ dan asam salisilat sesuai dengan guideline klinis akne.
Asam azelaic dan asam salisilat direkomendasikan secara kondisional sebagai terapi topikal akne. Keduanya memiliki mekanisme kerja yang saling melengkapi sehingga dapat menjadi pilihan dalam pendekatan multimodal untuk mengoptimalkan hasil terapi. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan efektivitas pengobatan sekaligus membantu menekan risiko resistensi antibiotik.[7]
Dokter Mendukung Kombinasi Azeclair™ dan Asam Salisilat untuk Terapi Akne hingga Bekasnya:
Sebanyak 99,16% dokter menilai kombinasi azeclair™ dan asam salisilat dapat membantu mengatasi lesi akne sekaligus bekasnya.
Temuan ini sejalan dengan studi randomized controlled trial yang membandingkan kombinasi asam salisilat dan asam azelaic dengan trichloroacetic acid pada pasien akne sedang hingga berat. Hasil penelitian menemukan kombinasi asam salisilat dan asam azelaic menunjukkan perbaikan klinis pada lesi inflamasi maupun non inflamasi.[8]
Dokter Mendukung Azeclair™ sebagai Terapi Pendamping Akne:
Hasil survei juga menunjukkan bahwa 99,52% dokter menilai azeclair™ dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping dalam tata laksana akne hingga bekasnya.
Pandangan ini sejalan dengan rekomendasi klinis di Indonesia yang menempatkan agen topikal, seperti asam salisilat dan asam azeleat, sebagai salah satu pilihan terapi lini kedua pada akne derajat sedang hingga berat.[9]
Frequently Asked Questions (FAQ) – Survei Dokter
1. Mengapa Azeclair™ perlu dikombinasikan dengan asam salisilat dalam tata laksana akne?
Azeclair™ dan asam salisilat memiliki mekanisme kerja yang berbeda, sehingga kombinasi keduanya dapat membantu menangani beberapa aspek akne secara lebih komprehensif. Pendekatan multimodal seperti ini sejalan dengan guideline terbaru yang menganjurkan kombinasi terapi topikal dengan mekanisme berbeda.[3-6]
2. Bagaimana mekanisme kerja Azeclair™ dan asam salisilat yang saling melengkapi dalam mengatasi lesi akne?
Azeclair™ membantu menargetkan aspek inflamasi pada kulit berjerawat, sedangkan asam salisilat bekerja sebagai keratolitik dan komedolitik untuk membantu mengurangi sumbatan pori. Kombinasi keduanya memungkinkan penanganan akne dari dua sisi—inflamasi dan penyumbatan folikel—sehingga secara mekanistik dapat saling melengkapi.[4,5,9]
3. Apakah kombinasi Azeclair™ dan asam salisilat dapat membantu menangani akne sekaligus bekasnya?
Studi Hay et al. pada pasien akne derajat sedang hingga berat menunjukkan bahwa kombinasi asam salisilat dan asam azelaic dapat memperbaiki lesi inflamasi maupun noninflamasi. Menariknya, asam azelaic juga memberikan efek pencerahan kulit yang lebih baik dibandingkan trichloroacetic acid (TCA), sehingga manfaatnya tidak hanya berfokus pada lesi akne, tetapi juga pada perubahan pigmentasi yang menyertainya.[8]
Bisakah saya mempercayai hasil survei ini?
Survei ini dilakukan oleh Alomedika sebagai platform kesehatan independen yang dipercaya oleh tenaga medis di Indonesia. Survei melibatkan ratusan dokter dari berbagai latar belakang, sehingga memberikan gambaran yang representatif mengenai pandangan klinis di lapangan. Responden survei mengetahui dan menyetujui bahwa survei ini akan dipublikasikan.
Apakah responden survei benar-benar dokter?
Alomedika secara independen memverifikasi setiap dokter yang bergabung di platformnya, termasuk seluruh responden survei, untuk memastikan mereka memiliki kualifikasi medis yang sesuai dan terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Dengan demikian, seluruh responden merupakan dokter yang telah terverifikasi sehingga validitas dan kredibilitas data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
