Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Olanzapin annisa-meidina 2023-08-07T09:47:11+07:00 2023-08-07T09:47:11+07:00
Olanzapin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Olanzapin

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Di Indonesia, formulasi olanzapin adalah dalam bentuk sediaan tablet oral dan injeksi intramuskuler. Konsumsi oral bisa dilakukan dengan atau tanpa makanan karena tidak akan mempengaruhi absorpsi obat.[1-5]

Bentuk Sediaan

Olanzapin tersedia dalam bentuk tablet oral 2,5 mg, 5 mg, 7,5 mg, 10 mg, 15 mg, dan 20 mg.

Olanzapin juga tersedia dalam bentuk ODT (orally dissolving tablet / disintegrating tablet) yang dapat lumer dalam mulut sekitar 60 detik setelah diletakkan di lidah. Sediaan ini bermanfaat untuk pasien dalam kondisi teragitasi atau untuk pasien yang tidak dapat menelan obat dalam bentuk tablet tapi masih menginginkan untuk minum obat secara oral.

Olanzapin juga tersedia dalam bentuk injeksi 5 mg/ml. Sediaan ini bermanfaat untuk pasien teragitasi dan tidak patuh, serta menolak atau tidak bisa minum obat dalam bentuk oral.[1,2,5]

Cara Penggunaan

Penggunaan olanzapin berbeda tergantung bentuk sediaan.

Sediaan Oral

Olanzapin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Untuk sediaan ODT, setelah pembungkus dibuka, kupas kertas timah untuk mengeluarkan obat dan jangan mendorong obat menembus kertas timah. Setelah obat dikeluarkan dari dalam blister, dengan menggunakan tangan yang bersih dan kering, masukkan segera ke dalam mulut. ODT dapat lumer di dalam mulut dengan cepat, sehingga bisa dikonsumsi tanpa menggunakan air.[2,4,6,7]

Sediaan Intramuskuler

Di Indonesia, olanzapin tersedia dalam vial berisikan serbuk untuk injeksi dengan total kekuatan sediaan adalah 10 mg/vial atau 5 mg/ml.

Larutkan serbuk untuk injeksi dengan 2 ml air steril untuk menghasilkan larutan obat kekuatan 5 mg/ml. Injeksikan secara intramuskuler maksimal 1 jam setelah pelarutan obat.

Jangan campur larutan dengan obat lain seperti lorazepam, haloperidol, atau diazepam di dalam 1 spuit yang sama.[2,6,7]

Cara Penyimpanan

Olanzapin sediaan tablet, ODT, dan injeksi disimpan dalam suhu ruang 20-25°C, jangan melebihi 30°C. Hindari dari paparan cahaya dan kelembaban.

Sediaan vial jangan disimpan dalam freezer. Sediaan injeksi yang sudah diencerkan dapat disimpan dalam suhu ruang 20-25°C maksimal 1 jam. Semua sediaan vial harus langsung digunakan jika sudah dimasukkan ke dalam spuit.[2,6,7]

Referensi

1. Thomas K, Saadabadi A. Olanzapine. StatPearls Publishing LLC. 2023.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532903/
2. Zubiaur P, Soria-Chacartegui P, Koller D, Navares-Gomez M, Ochoa D, Almenara S, et al. Impact of Polymorphisms In Transporter And Metabolizing Enzyme Genes On Olanzapine Pharmacokinetics And Safety In Healthy Volunteers. Biomedicine and Pharmacotherapy. 2021; 133.
3. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 135398745, Olanzapine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Olanzapine. Accessed July 2, 2023.
4. American Society of Health-System Pharmacists. Olanzapine. 2022.
https://www.drugs.com/monograph/olanzapine.html
5. BPOM. Cek BPOM. 2023.
6. Medscape. Olanzapine. 2020. https://reference.medscape.com/drug/zyprexa-relprevv-olanzapine-342979
7. Citrome L, McEvoy JP, Todtenkopf MS, McDonnell D, Weiden PJ. A commentary on the efficacy of olanzapine for the treatment of schizophrenia: the past, present, and future. Neuropsychiatr Dis Treat. 2019 Sep 5;15:2559-2569. doi: 10.2147/NDT.S209284. PMID: 31564881; PMCID: PMC6733343.

Farmakologi Olanzapin
Indikasi dan Dosis Olanzapin

Artikel Terkait

  • Metode Tapering Off Antipsikotik untuk Meminimalkan Risiko Relaps
    Metode Tapering Off Antipsikotik untuk Meminimalkan Risiko Relaps
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 22 Oktober 2026, 20:06
Nyeri Dada Sesekali pada Wanita 43 Tahun. EKG-nya Tampak Biasa—Lalu Apa?
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter. Seorang wanita berusia 43 tahun datang dengan keluhan nyeri dada yang muncul sesekali. EKG dilakukan dan tidak menunjukkan gambaran yang jelas...
dr.Nurh Syada
Dibalas 21 Oktober 2026, 08:09
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Influenza Outbreak 2026 : From Epidemiology to Clinical Management - Kamis, 5 November 2026 Jam : 10.00 - 11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini: https://www.alomedika.com/webinar/influenza-outbreak-2026-from-epidemiology-to-clinical-management?type=single   Link LMS:...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 19 Oktober 2026, 15:54
Diet yang tepat untuk hiperurisemia? - Temukan jawabannya di e-course berSKP "Hiperurisemia: Dari Diagnosis hingga Terapi Medik Gizi"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Asam urat tinggi, langsung suruh pasien pantang makanan tinggi purin? Apakah sesederhana itu?Hiperurisemia sering tidak bergejala, tetapi dapat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.