Vascular Insight #3: Varises itu idealnya diapain sih? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Varises Tungkai, suatu penyakit Vena yang sebenarnya banyak diMasyarakat, namun tersembunyi dan tidak naik dipermukaan, dianggap hal yang ringan dan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Vascular Insight #3: Varises itu idealnya diapain sih?

    11 Februari 2020, 15:24
    dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
    dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
    Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler

    Varises Tungkai, suatu penyakit Vena yang sebenarnya banyak diMasyarakat, namun tersembunyi dan tidak naik dipermukaan, dianggap hal yang ringan dan sepele.

    Banyak Literatur menjelaskan pelbagai tehnik penanganannya, untuk diIndonesia, prosedur atau prinsip apa sih yang tepat ditujukan pada Penanganan Varises Tungkai yg komprehensif?


    By 

11 Februari 2020, 15:43
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Alo dr. Niko! Terima kasih untuk informasi edukasinya yang lengkap dan komprehensif.

Di Alomedika sendiri, kami juga memiliki artikel terkait tata laksana varises. Tata laksana yang dapat diberikan mencakup pembedahan dan terapi nonbedah seperti skleroterapi dan terapi ablasi. Jangan lupa sarankan pasien untuk terapi suportif berupa olahraga teratur dan pemakaian stoking kompresi. Selengkapnya dapat dibaca di link berikut ini:

https://www.alomedika.com/penyakit/kardiologi/varises/penatalaksanaan

12 Februari 2020, 13:46
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Terimakasih infonya dok
14 Februari 2020, 11:18
Terimakasih sharingnya dok
11 Februari 2020, 16:10
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
Dokter Spesialis Kulit
🙏🙏
11 Februari 2020, 16:10
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
Dokter Spesialis Kulit
🙏🙏
11 Februari 2020, 19:37
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
11 Februari 2020, 16:10
🙏🙏
Terimakasih responnya dr Monalisa Manik.. Salam Kenal. 
Dalam penanganan Varises Tungkai, kolaborasi juga penting dilaksanakan, kami jg terlibat dalam Annual Meeting terkait Dermatology & Vein problems (IMCAS & Meeting IKLASI). 
Salam Alodokter.

Kenali Faktor Resiko Varises
11 Februari 2020, 21:51

Selamat malam dokter, izin ikut berdiskusi ya dokter.

Menurut saya, tentu untuk melakukan penatalaksanaan yang komprehensif pada insufisiensi vena kronik diperlukan pemahaman mengenai poses penyakitnya itu sendiri. Varises sendiri terjadi karena berbagai proses yang terlibat, mulai dari difungsi pompa otot, perubahan hemodinamik (hipertensi vena), kaskade inflamasi dan aktivasi enzim proteolitik yang memicu terjadinya remodeling dinding vena, disfungsi katup, refluks, dan dilatasi vena yang menyebabkan penurunan fungsi vena. Tentunya penatalaksanaan harus mentargetkan faktor-faktor tersebut untuk memperbaiki fungsi vena dalam meningkatkan aliran balik ke jantung serta mengurangi gejala dan tanda yang dialami pasien. Pilihan tatalaksana pada kasus insufisiensi vena kronik dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor klinis (berdasarkan klasifikasi CEAP dan skor VCSS), diameter vena (vena superfisial, perforator) hingga aspek kosmetik. Secara umum tatalaksananya dibedakan menjadi konservatif dan invasif, namun tentunya dengan modifikasi gaya hidup dan memperbaiki faktor-faktor risikonya. Terapi konservatif mencakup terapi kompresi menggunakan stocking dengan tekanan CCL disesuaikan dengan klasifikasi klinis (CEAP), terapi medikamentosa dengan obat-obatan venoactive (contoh turunan flavonoid, seperti MPFF), rehabilitasi tungkai, hingga perawatan ulkus yang baik. Terapi kompresi merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam membantu memperbaiki fungsi pompa otot dan mengurangi refluks. Sementara itu, tatalaksana intervensi invasif bisa dilakukan dengan beberapa metode, seperti skleroterapi (diindikasikan pada vena berdiameter kecil 1-4 mm (telangiektasis, reticular vein), endovenous ablation (bisa dengan radiofrekuensi/RFA atau laser/EVLA) untuk varises (>4 mm, atau metode yang lebih baru seperti MOCA dan penggunaan cyanoacrylate glue), bisa juga dengan teknik pembedahan, seperti venous stripping, ligasi vena, flebektomi, dsb. Bila ditemukan terjadi pelebaran vena perforator (>3 mm), maka perlu ditangani juga, bila mungkin dilakukan ablasi bisa saja namun risiko terjadi trombosis vena dalam karena lokasinya yang menyulitkan, sehingga bisa dilakukan ligasi vena perforator. Pada beberapa kasus bisa juga dilakukan teknik hybrid dengan kombinasi intervensi endovena dan pembedahan (misal EVLA dengan flebektomi)

Mohon koreksinya dokter

12 Februari 2020, 22:10
Dan terima kasih banyak juga untuk tautannya dokter 🙏
15 Februari 2020, 22:05
Terimakasih dok infonya sangat bermanfaat 😊
15 Februari 2020, 23:11
Luar biasa Dok, terima kasih ilmunya 
11 Februari 2020, 21:51

Selamat malam dokter, izin ikut berdiskusi ya dokter.

Menurut saya, tentu untuk melakukan penatalaksanaan yang komprehensif pada insufisiensi vena kronik diperlukan pemahaman mengenai poses penyakitnya itu sendiri. Varises sendiri terjadi karena berbagai proses yang terlibat, mulai dari difungsi pompa otot, perubahan hemodinamik (hipertensi vena), kaskade inflamasi dan aktivasi enzim proteolitik yang memicu terjadinya remodeling dinding vena, disfungsi katup, refluks, dan dilatasi vena yang menyebabkan penurunan fungsi vena. Tentunya penatalaksanaan harus mentargetkan faktor-faktor tersebut untuk memperbaiki fungsi vena dalam meningkatkan aliran balik ke jantung serta mengurangi gejala dan tanda yang dialami pasien. Pilihan tatalaksana pada kasus insufisiensi vena kronik dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor klinis (berdasarkan klasifikasi CEAP dan skor VCSS), diameter vena (vena superfisial, perforator) hingga aspek kosmetik. Secara umum tatalaksananya dibedakan menjadi konservatif dan invasif, namun tentunya dengan modifikasi gaya hidup dan memperbaiki faktor-faktor risikonya. Terapi konservatif mencakup terapi kompresi menggunakan stocking dengan tekanan CCL disesuaikan dengan klasifikasi klinis (CEAP), terapi medikamentosa dengan obat-obatan venoactive (contoh turunan flavonoid, seperti MPFF), rehabilitasi tungkai, hingga perawatan ulkus yang baik. Terapi kompresi merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam membantu memperbaiki fungsi pompa otot dan mengurangi refluks. Sementara itu, tatalaksana intervensi invasif bisa dilakukan dengan beberapa metode, seperti skleroterapi (diindikasikan pada vena berdiameter kecil 1-4 mm (telangiektasis, reticular vein), endovenous ablation (bisa dengan radiofrekuensi/RFA atau laser/EVLA) untuk varises (>4 mm, atau metode yang lebih baru seperti MOCA dan penggunaan cyanoacrylate glue), bisa juga dengan teknik pembedahan, seperti venous stripping, ligasi vena, flebektomi, dsb. Bila ditemukan terjadi pelebaran vena perforator (>3 mm), maka perlu ditangani juga, bila mungkin dilakukan ablasi bisa saja namun risiko terjadi trombosis vena dalam karena lokasinya yang menyulitkan, sehingga bisa dilakukan ligasi vena perforator. Pada beberapa kasus bisa juga dilakukan teknik hybrid dengan kombinasi intervensi endovena dan pembedahan (misal EVLA dengan flebektomi)

Mohon koreksinya dokter

12 Februari 2020, 21:41
Terima kasih infonya dok 
13 Februari 2020, 08:21
Terima kasih informasinya dok