Semua pasien COVID-19 apakah membutuhkan antivirus - Farmakologi Ask The Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang, dr. Reni , Sp.FK... saya mario.. ijin bertanya.. 1. Apakah semua pasien covid 19 membutuhkan antivirus, seperti oseltamivir pada pasien covid...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Semua pasien COVID-19 apakah membutuhkan antivirus - Farmakologi Ask The Expert

    21 Juli 2021, 14:35

    Selamat siang, dr. Reni , Sp.FK... saya mario.. ijin bertanya.. 1. Apakah semua pasien covid 19 membutuhkan antivirus, seperti oseltamivir pada pasien covid 19 dengan derajat ringan..? 2. Bagaimana menurut dokter mengenai rasionalitas penggunaan azithromicin pada pasien covid 19..? Terima kasih,dok..

21 Juli 2021, 15:42

Alo dr. Mario.

1. Oseltamivir diindikasikan untuk terapi pada infeksi virus influenza. Oseltamivir bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase pada virus influenza yang diperlukan oleh virus tersebut untuk keluar dari sel inang pada akhir proses replikasi. Virus SARS-CoV2 tidak memiliki  enzim neuraminidase sehingga oseltamivir tidak efektif untuk mengatasi infeksi SARS-CoV2.Oseltamivir dapat diberikan pada pasien COVID19 jika terdapat bukti koinfeksi dengan virus Influenza.

2. Selain sebagai antibiotik, azitromisin secara in vitro memiliki aktivitas antivirus dan imunomodulator sehingga pada awal pandemi dimasukkan sebagai salah satu modalitas terapi COVID19. Akan tetapi dari hasil uji klinik (RECOVERY Trial) didapat bahwa aktivitas imunomodulator azitromisin tidak cukup untuk COVID19. Pada pasien yang dirawat dengan COVID19, azitromisin tidak memperbaiki survival maupun luaran klinis.

Saat ini berdasarkan Revisi Protokol Tatalaksana COVID19 oleh 5 Organisasi Profesi, Azitromisin sudah tidak dicantumkan untuk terapi rutin pada pasien COVID19. Azitromisin sebaiknya hanya diberikan apabila terdapat bukti adanya infeksi sekunder oleh bakteri yang sensitif terhadap Azitromisin. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah meningkatnya resistensi Azitromisin. Selain itu pemberian Azitromisin juga berisiko menimbulkan efek samping, salah satunya pemanjangan gelombang QT.