Pasien lansia dengan hiperuresimiaa asimtomatik kapan diberikan allopurinol - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang dokter, izin bertanya. Seorang lansia datang tidak dengan keluhan terkait asam urat, namun memiliki riwayat asam urat yang tinggi. Setelah...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien lansia dengan hiperuresimiaa asimtomatik kapan diberikan allopurinol

    02 Juni 2020, 12:14
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat siang dokter, izin bertanya. Seorang lansia datang tidak dengan keluhan terkait asam urat, namun memiliki riwayat asam urat yang tinggi. Setelah pemeriksaan laboratorium, diketahui asam uratnya 6,7 (range normal 2,0 - 6,0 mg/dl). Yang ingin saya tanyakan kapan kita memulai pemberian pengobatan allopurinol? Terima kasih

02 Juni 2020, 13:48

Alo Dokter,

Menurut referensi https://www.alomedika.com/hiperurisemia-apakah-perlu-medikamentosa

Belum ada studi yang mendukung pemberian urate lowering therapy (ULT) pada hiperurisemia asimptomatik. Tata laksana yang disarankan adalah terapi nonfarmakologi dengan perubahan gaya hidup. Dalam referensi dijelaskan manfaat dan risiko pemberian terapi hiperurisemia asimtomatik, CMIIW

02 Juni 2020, 13:53
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Baik dokter, terima kasih banyak penjelasannya. 
02 Juni 2020, 21:44
Alo dokter. Izin bergabung dalam diskusi ini. Tatalaksana pasien dengan hiperurisemia asimptomatik menurut pedoman diagnosis dan pengelolaan gout dari perhimpunan reumatologi indonesia, menjelaskan bahwa dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, pola makan rendah purin.



Untuk pemberian obat terapi penurun asam urat seperti allopurinol masih kontroversial. The European League Against Rheumatism (EULAR), American Colleague of Rheumatology (ACR) dan National Kidney Foundation (NKF) tidak merekomendasikan penggunaan terapi penurun asam urat dengan pertimbangan keamanan dan efektivitas terapi tersebut.



Rekomendasi dari Japan Society for Nucleic Acid Metabolism menganjurkan pemberian terapi allopurinol dapat dipertimbangkan pada pasien hiperurisemia asimptomatik dengan kadar urat serum >9 atau kadar asam urat serum >8 dengan faktor risiko kardiovaskular (gangguan ginjal, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung iskemik).



Menurut European Journal of Internal Medicine : Management of hyperuricemia in asymptomatic patients: A critical appraisal, beberapa klinisi dengan penelitian memberikan allopurinol pada pasien hiperurisemia asimptomatik dengan usia pasien elderly dan very elderly yang memiliki penyakit metabolik yang menyertai seperti diabetes melitus, penyakit gagal jantung, hipertensi, dan Chronic Kidney Disease. Dalam jurnal tersebut diterangkan bahwa allopurinol mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien dengan penyakit diabetes tipe 2 dengan penurunan serum uric acid konsentrasi di bawah 360 ╬╝mol / L. Beberapa studi juga menunjukkan allopurinol meningkatkan kapasitas vasodilator peripheral dan peningkatan aliran darah baik secara lokal maupun sistemik pada pasien dengan gagal jantung.



Meskipun pemberian terapi allopurinol pada pasien hiperurisemia asimptomatik tidak direkomendasikan oleh pedoman, namun para klinisi masih memberikan allopurinol sebagai farmakoterapi hiperurisemia asimptomatik terlepas dari potensi resiko reaksi hipersensitivitas terhadap obat allopurinol.



Beberapa textbook menyatakan tidak ada bukti manfaat dari pemberian farmakoterapi pada pasien hiperurisemia asimptomatik kecuali jika kadar uric acid > 12 mg / dl, ekskresi asam urat di ginjal yang sangat tinggi (1100 mg setiap hari), dan terdapat riwayat gout atau nefrolitiasis pada keluarga.



Berikut saya sertakan link journal dan konsensus yang menjadi bahan refrensi saya dalam menjawab diskusi ini.





Semoga membantu dokter ­čÖĆ



https://www.ejinme.com/article/S0953-6205(20)30001-7/fulltext">Management of hyperuricemia in asymptomatic patients: A critical appraisal



03 Juni 2020, 04:37
Alo Dok,
Setuju dgn TS sebelumnya dok, sekedar berbagi informasi kalau dari seminar yg dulu sempat saya ikuti, dari PAPDI merekomendasikan utk diberikan terapi jika kadar asam uratnya nya lebih dari > 9 mg/dl dgn alasan hasil penelitianya dilakukan terhadap populasi Asia yg lebih dekat dgn Indonesia dok. Namun, pemberian obat tdk dilakukan secara rutin dok. Yg palng diutamakan tetap modifikas gaya hidup, biasanya pasien menyenan junk food yg berkalori tinggi dan jarang olahraga yg akan menyebabkan asam uratnya meningkat.