Pasien wanita usia 25 tahun dengan keluhan rasa panas dan perih yang timbul setelah penggunaan Chloretyl spray pada CLM - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya. Saya bertemu dengan pasien wanita/25th datang dengan mengeluhkan gatal pada kaki. Dilihat dari ukk kulit khas lesi CLM. Dari...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien wanita usia 25 tahun dengan keluhan rasa panas dan perih yang timbul setelah penggunaan Chloretyl spray pada CLM

    05 Februari 2021, 06:24
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, izin bertanya. Saya bertemu dengan pasien wanita/25th datang dengan mengeluhkan gatal pada kaki. Dilihat dari ukk kulit khas lesi CLM. Dari penyataan pasien saat di Anamnesis, pasien tidak ada riwayat alergi. Sesuai penatalaksaan diberikan semprot chloretyl spray dan albendazole selama 3 hari penggunaan.

    Tetapi beberapa hari kemudian pasien datang dengan keluhan rasa panas dan perih di area yg tersemprot chloretyl, terlihat seperti luka bakar derajat 2 dengan terdapat bula seperti telur.

    1. Apakah memang semua pasien dpt terjadi reaksi seperti itu?

    2. Apakah ada tatalaksana khusus untuk menyembuhkan luka sekunder tsb? 

05 Februari 2021, 13:10
Alo dok, bantu jawab ya dok...Sebetulnya penggunaan chloretyl spray pada CLM fungsinya hanya menghambat pergerakan cacing, bukan membunuhnya dok, cacingnya akan mati pada suhu minus 15 derajat...
Apakah dokter menggunakan Chloreetylnya sudah betul ya caranya? Kalau dokter semprotnya pakai chloretyl dari botol, botolnya diposisikan terbalik kmudian semprot 3-7 detik, kalau dokter pakai yang dari kaleng aerosol, posisikan tegak disemprot 4-10 detik.
Nah untuk chloretyl sendiri dok jika dipaparkan terlalu lama ke kulit maka akan memberikan kerusaka jaringan disekitarnya.
Untuk pengobatan CLM sebaiknya menggunakan Thiabendazole topikal 10-15% 2x sehari selama 2-5 hari ditambah dengan albendazole 400mg dosis tunggal selama 3 hari.
Untuk penyembuhan CLM nya memakan waktu 2-8 minggu dok, jika 8 minggu tidak ad perubahan bisa dikonsulkan ke dokter spesialis kulit kelamin.
Untuk luka bakarnya bisa dilakukan penanganan luka bakar dok ya, jika ad bula berisi air bisa kita sedot keluar cairan nya supaya tidak pecah dan diberikan obat topikal seperti gentamicin atau bioplacenton pada luka bakar dan dirawat setiap hari.
Edukasi untuk melakukan perawatan luka dirumah secara baik supaya tidak meninggalkan scar atau bekas...
Semoga bermanfaat dok...
05 Februari 2021, 13:16

ALO, Dokter!

Sepertinya reaksi tersebut merupakan luka bakar yang kemungkinan besar diakibatkan penggunaan chlorethyl spray yang tidak sesuai. Bisa jadi penyemprotan terlalu lama atau jarak spray dengan kulit terlalu dekat. 

https://www.mims.com/singapore/drug/info/ethylchloride%20spray?type=full

Luka ini dapat ditata laksana sebagai luka bakar. Hentikan pemberian chlorethyl spray. Manajemen untuk luka ini dapat dengan membersihkan luka, memberikan krim silver sulfadiazine, lalu jaga luka tetap lembap agar penyembuhan luka lebih cepat. Terapi topikal dapat dihentikan apabila epitelisasi sudah terjadi.

https://www.alomedika.com/penyakit/bedah-plastik/luka-bakar/penatalaksanaan

08 Februari 2021, 07:46
Alo dokter,  pemakaian chlor etil spray disarankan untuk pemakaian lokal. Sebelum melakukan tindakan mungkin harus ditanyakan kembali apakah ada riwayat alergi  kontak sebelumnya dengan bahan-bahan kimia. Dan yang terpenting penggunaan chlor etil tidak boleh diberikan pada daerah yang mengalami luka terbuka, jadi pastikan apakah lesi akibat garukan karena gatal tidak menyebabkan terjadinya luka. Demikian dok informasinya, terima kasih.