Bagaimana tata laksana pasien skizofrenia dengan CKD dan hiperbilirubinemia? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat malam TSIjin bertanyaBagaimana penanganan pasien skizofrenia dengan memiliki CKD dan peningkatan bilirubin?Terimakasih

Diskusi Dokter

01 Mei 2019, 18:35
Alo dokter.

Bisa dijelaskan lagi schizophren nya jenis yang mana dok? San CKD yang diderita apakah sudah dengan hemodialisa rutin?
01 Mei 2019, 18:45
Ada artikel yang membahas hubungan antara serum total bilirubin dan oenyakit ginjal kronisbilirubin ckd
01 Mei 2019, 18:46
dr. Gina Amanda, Sp.P
dr. Gina Amanda, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Apakah skizofrenia ini sudah didiagnosis dari awal sebelum ada kelainan ginjal dan hepar dok? Krn gangguan fungsi ginjal dan hepar juga bisa menyebabkan kelainan spt delirium dll
01 Mei 2019, 18:51
01 Mei 2019, 18:46
Apakah skizofrenia ini sudah didiagnosis dari awal sebelum ada kelainan ginjal dan hepar dok? Krn gangguan fungsi ginjal dan hepar juga bisa menyebabkan kelainan spt delirium dll
Benar dok.
Setuju.
01 Mei 2019, 18:59
Terimakasih atas atensi nya dok

Sebenarnya ini pertanyaan user dok

Awalnya konsumsi obat anti psikotik,lalu alami keluhan lemas dan muntah muntah. Setelah dicek ternyata peningkatan bilirubin dan enzim hati serta fungsi ginjal. Pasien sempat HD juga dok. Dan dokter yg merawat mengatakan kemungkinan dari terapi anti psikotik nya.
Hanya saja saya tidak bisa gali lebih dalam dok karena user tidak merespon lagi
01 Mei 2019, 18:59
dr.A Rafli, SpA
dr.A Rafli, SpA
Dokter Spesialis Anak
Betul seperti ensefalopati uremikum bila kadar ureum tinggi🙏
01 Mei 2019, 19:00
dr.A Rafli, SpA
dr.A Rafli, SpA
Dokter Spesialis Anak
Atau bisa juga ensefalopati hepatikum
01 Mei 2019, 19:06
Selamat malam ikut menanggapi ya.
Bisa dijelaskan sejak kapan pasien menderita skizofrenia, lalu jika memang sudah lama apakah ada obat yg rutin diminum, jemis obatnya apa? Dan bgmn kondisi saat ini ? 
Untuk CKD nya spt kata TS diatas sudah brp lama dan apakah sdh dengan HD rutin?
Karena tentu berbeda penanganan pasiennya.
Terima kasih
01 Mei 2019, 19:10
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
Dokter Specialis Psikiater
Terimakasih atas atensi nya dok

Sebenarnya ini pertanyaan user dok

Awalnya konsumsi obat anti psikotik,lalu alami keluhan lemas dan muntah muntah. Setelah dicek ternyata peningkatan bilirubin dan enzim hati serta fungsi ginjal. Pasien sempat HD juga dok. Dan dokter yg merawat mengatakan kemungkinan dari terapi anti psikotik nya.
Hanya saja saya tidak bisa gali lebih dalam dok karena user tidak merespon lagi
Alo dok,
Saya sepakat dengan sejawat yg sudah memberikan tanggapan sebelumnya. Eksplorasi kolateral data dibutuhkan untuk berapa lama mengalami skizofrenia, antipsikotik apa yg dikonsumsi rutin selama ini, serta kemungkinan risiko penyakit metabolik lain.
Kalau perjalanan gangguan fisik cepat perlu curiga penyalahgunaan zat sebelum ini.

Untuk penanganan lebih lanjut membutuhkan kolaborasi dengan sejawat lain sesuai disiplin ilmunya.
Jika benar karena antipsikotiknya, maka dipertimbangkan dihentikan dan diganti. Apabila saat ini ada gejala psikotik yg menyertai, bisa dievaluasi skor PANSS nya, dan pemberian terapi sesuai kondisi psikiatrik yg dihadapi dengan mempertimbangkan usia, faal hati dan ginjal.
01 Mei 2019, 19:13
Terimakasih tanggapan nya utk dokter sekalian
Pasien merespon dengan mengatakan konsums risperidon, triheksifenidil dan HDL (apa maksudnya haloperidol ya dok?)
Dan sempat HD 4x dalam 2 minggu ini
01 Mei 2019, 19:29
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
Dokter Specialis Psikiater
Berapa lama konsumsi risperidon & HDL?
Sebenarnya saya ragu HDL ini apa y,, kalau haroperidol ada yg menyingkat HLP,, tapi juga g bs digeneralkan

Paling aman memang periksa langsung y dok,
01 Mei 2019, 19:47
Iya dok. Sudah saya arahkan utk periksa langsung dengan spesialis. Terimakasih dok
01 Mei 2019, 21:42
01 Mei 2019, 19:10
Alo dok,
Saya sepakat dengan sejawat yg sudah memberikan tanggapan sebelumnya. Eksplorasi kolateral data dibutuhkan untuk berapa lama mengalami skizofrenia, antipsikotik apa yg dikonsumsi rutin selama ini, serta kemungkinan risiko penyakit metabolik lain.
Kalau perjalanan gangguan fisik cepat perlu curiga penyalahgunaan zat sebelum ini.

Untuk penanganan lebih lanjut membutuhkan kolaborasi dengan sejawat lain sesuai disiplin ilmunya.
Jika benar karena antipsikotiknya, maka dipertimbangkan dihentikan dan diganti. Apabila saat ini ada gejala psikotik yg menyertai, bisa dievaluasi skor PANSS nya, dan pemberian terapi sesuai kondisi psikiatrik yg dihadapi dengan mempertimbangkan usia, faal hati dan ginjal.
Terimakasih sharingnya dok.
02 Mei 2019, 21:35
01 Mei 2019, 18:46
Apakah skizofrenia ini sudah didiagnosis dari awal sebelum ada kelainan ginjal dan hepar dok? Krn gangguan fungsi ginjal dan hepar juga bisa menyebabkan kelainan spt delirium dll
Iya setuju dokter, bahkan pasien yg rutin HD juga rentan mengalami delirium jika terlambat HD.
06 Mei 2019, 22:06
dr.Anastasia Ratnawati Biromo, SpKJ
dr.Anastasia Ratnawati Biromo, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
Alo dok,
Saya setuju dengan pendapat para sejawat lain, penting untuk ditegakkan diagnosis pastinya dulu. Apakah gangguan ginjal dan hiperbilirubinemia terjadi dahulu br muncul gejala kejiwaan/ sebaliknya. Karena akan berpengaruh pada jenis terapi dan dosis terapinya pula.

Menjawab pertanyaan dokter, antipsikotika mayoritas di metabolisme di hepar. Beberapa antipsikotika generasi pertama ada yg diekskresi di ginjal, namun dalam bentuk metabolit inaktif. Menurut jurnal yg saya baca, baik pemberian antipsikotik generasi pertama maupun kedua dapat diberikan pada pasien CKD dan tidak memerlukan penyesuaian dosis. Namun hati2 terhadap efek medication-induced arrythmia karena imbalance elektrolit pd CKD (haloperidol juga memiliki efek prolong QT wave).

When to adjust the dosing of psychotropics in patients with renal impairment

Pada pasien ini kondisi yg menjadi perhatian adalah karena hiperbilirubinemianya juga ya doc. Bagaimanakah dengan fungsi hatinya? Perlu dievaluasi lebih lanjut termasuk untuk menentukan apakah memang pasien ini kandidat tepat mendapatkan terapi antipsikotik dan risk/benefit ratio nya untuk memberikan terapi tsb pd pasien