Penurunan kesadaran pada pasien skizofrenia paranoid - Diskusi Dokter

general_alomedika

Beberapa hari lalu saya dikonsulkan sejawat internis satu orang pasien yang sedang dia rawat di ICU. Pasien perempuan berusia 50 tahun, yang terdiagnosis...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Penurunan kesadaran pada pasien skizofrenia paranoid

    Dibalas 17 Mei 2024, 09:48
    dr.Fahwan Azumi, Sp.KJ
    dr.Fahwan Azumi, Sp.KJ
    Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

    Beberapa hari lalu saya dikonsulkan sejawat internis satu orang pasien yang sedang dia rawat di ICU. Pasien perempuan berusia 50 tahun, yang terdiagnosis dengan Penurunan Kesadaran akibat Ketoasidosis Metabolik. Pasien tersebut saya kenali sebagai pasien rutin kontrol di poli psikiatri dengan skizofrenia paranoid. Sejawat tersebut bertanya, apakah kondisi pasien saat ini berhubungan dengan riwayat gangguan jiwa dan penggunaan obat psikiatri? Dari alloanamnesis suami, diceritakan pasien demam sejak 3 hari SMRS. Tidak mau makan, banyak diam, mengompol, sulit tidur, dan kemudian akhirnya menurun kesadarannya sejak 1 hari lalu. Pasien selama ini minum obat teratur (Risperidone 2 x 2 mg) dan selama ini sudah cukup terkontrol gejala-gejala skizofrenianya. Dari pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran somnolen, psikomotor agak gelisah, nafas dan nadi cepat, suhu saat 39°C, tekanan darah meningkat, keempat ekstrimitas ditemukan ada rigiditas, badan berkeringat. Dari pemeriksaan darah awal ditemukan Hb 6, leukosit 21.000, dan Trombosit 16.000, gula darah hiperglikemia, elektrolit imbalans, sgot meningkat, ureum kreatinin agak meningkat.

    Apakah sejawat dapat menentukan diagnosis awal pada pasien ini? Serta pemeriksaan lain yang penting untuk memastikan diagnosis, serta tatalaksana terutama dibidang psikiatrinya?

16 Mei 2024, 06:13
dr. Mu'ammal Hamidy, Sp. KJ
dr. Mu'ammal Hamidy, Sp. KJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
1.  Ada riwayat penggunaan anti psikotik, demam tinggi, rigiditas dan penurunan kesadaran 2. Diagnosa mengarah ke SNM (Sindrom Neuroleptik Maligna)3.  Stop obat anti psikotik dan  alih rawat ke dokter spesialis saraf
17 Mei 2024, 09:48
dr.Fahwan Azumi, Sp.KJ
dr.Fahwan Azumi, Sp.KJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo Dokter. Betul sekali Dok. Memang jika ada gejala gejala di atas (khususnya rigiditas, demam tinggi, dan perubahan kesadaran) pada pasien yang menggunakan psikofarmaka (antipsikotik, antidepresan, atau mood stabilizer) kita harus curiga adanya SNM.  Kondisi SNM merupakan salah satu jenis kegawatan di bidang psikiatri, yang perlu ditangani segera dan intensif. Namun masih banyak yang belum mengetahui SNM ini. Beberapa kali saya coba tanya ke rekan rekan dokter umum, namun semua yang saya tanya tidak mengetahui tentang SNM. Malah karena ada kata malignanya, ada yang mengira bahwa ini sejenis tumor ganas.Salah satu pemeriksaan laboratorium yang penting dan harus segera dilakukan adalah pemeriksaan CK ya Dok. Peningkatan CK diatas 400 sudah sangat mengarah ke SNM. Pemeriksaan CK juga dilakukan untuk follow up pasien setelah mulai pengobatan.