Risiko trombosis arteri pada COVID-19 - Paru Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Nurfanida Librianty, Sp. P, FAPSR, izin bertanya dokter.Bagaimanakah mekanisme terjadinya trombosis arteri pada COVID-19? Gejala atau tanda klinis...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Risiko trombosis arteri pada COVID-19 - Paru Ask the Expert

    04 Januari 2022, 09:00

    Alo dr. Nurfanida Librianty, Sp. P, FAPSR, izin bertanya dokter.

    Bagaimanakah mekanisme terjadinya trombosis arteri pada COVID-19? Gejala atau tanda klinis apa yang harus dicurigai sebagai trombosis arteri?

    Terimakasih sebelumnya dokter­čÖĆ

04 Januari 2022, 09:19
Risiko trombosis meningkat pada pasien COVID-19. Di Belanda insidennya sampai 49%. Penelitian sebelumnya menyebutkan hiperkoagulasi/koagulopati menjadi salah satu penyebabnya. Pada kasus yang berat, respon inflamasi yang berlebihan pada COVID-19 menyebabkan terjadinya badai sitokin. Respon proinflamasi yang dihasilkan oleh sitokin menyebabkan kerusakan lokal pada jaringan paru yang ditandai dengan adanya kerusakan alveolar difus, kerusakan epitel, apoptosis sel endotel, disregulasi koagulasi, dan fibrinolisis.  Mekanisme terjadinya trombosis akibat inflamasi atau infeksi diantaranya diperankan oleh adanya peningkatan faktor jaringan (TF) yang berada pada platelet, leukosit, dan sel endotel saat terjadi inflamasi. Peningkatan TF memicu aktivasi jalur ekstrinsik dan intrinsik yang berperan dalam pembentukan trombin. Trombin kemudian berikatan dengan reseptornya untuk memicu pembentukan fibrin dari fibrinogen, aktivasi dan stabilisasi sumbat platelet. Selain itu akibat dari inflamasi terjadi penurunan fibrinolisis karena peningkatan plasminogen-activator inhibitor-1 (PAI-1). Sumber:
Klok FA, Kruip MJHA, van der Meer NJM, et al.
Confirmation of the high cumulative incidence of
thrombotic complications in critically ill ICU
patients with COVID-19: An updated analysis.
Thromb Res 2020; 191: 148–150.Price LC, McCabe C, Garfield B, et al. Thrombosis
and COVID-19 pneumonia: the clot thickens! Eur
Respir J 2020; 56: 2001608.
04 Januari 2022, 09:30
Pada setiap pasien COVID-19 sedang hingga berat yang dirawat di rumah sakit direkomendasikan untuk
diberikan antikoagulan profilaksis, jika tidak terdapat kontraindikasi antikoagulan (misalnya perdarahan aktif atau trombositopenia berat). Penilaian risiko perdarahan juga dapat menggunakan skor IMPROVE.Sebelum memberikan antikoagulan harus dievaluasi kelainan sistem/organ dan komorbiditas untuk menilai risiko terjadinya perdarahan maupun jenisnya.
Jika tidak terdapat kontraindikasi (absolut/relatif) pada pasien (perdarahan aktif, riwayat alergi heparin atau
heparin-induced thrombocytopenia, riwayat perdarahan sebelumnya, jumlah trombosit >25.000/mm3 , gangguan hati berat), pemberian antikoagulan profilaksis berupa heparin berat molekul rendah (low molecular-weight
heparin/LMWH) dosis standar 1 x 0,4 cc subkutan atau unfractionated heparin (UFH) 5.000 unit 2x sehari secara subkutan dapat dipertimbangkan pada pasien COVID-19 sedang/berat yang dirawat di rumah sakit. Dosis profilaksis intermediate (enoxaparin 2 x 0,4 cc, low-intensity heparin infusion) dapat dipertimbangkan pada pasien kritis
(critically-ill).
Profilaksis dengan fondaparinux dosis standar juga dapat dipertimbangkan pada pasien COVID-19 yang dirawat, tapi pada kondisi pasien COVID-19 yang kritis tidak menjadi pilihan utama karena pada kondisi pasien yang tidak stabil sering didapatkan gangguan ginjal.Kondisi Kritis Peningkatan dosis profilaksis antikoagulan direkomendasikan pada pasien COVID-19 yang dirawat ICU atau post-ICU. Pemberian antikoagulan profilaksis pada pasien COVID-19 kondisi kritis mengikuti kriteria berikut:
a. Kriteria inklusi
• Pasien terkonfirmasi COVID-19 atau pasien suspek atau probable yang membutuhkan perawatan ICU dan/atau setelah dipindahkan dari perawatan ICU
• Trombosit lebih 25.000
b. Kriteria eksklusi
• Jumlah tombosit kurang dari 25.000 atau memiliki manifestasi perdarahan.
Sumber: Revisi protokol tatalaksana COVID-19 5 Perhimpunan. Juli 2021.
04 Januari 2022, 09:31
Baik dokter Nurfanida, terimakasih  banyak untuk informasinya, sangat  bermanfaat  😊🙏
04 Januari 2022, 09:34
Sama2 semoga bermanfaat
04 Januari 2022, 09:32
Untuk lengkapnya tentang tatalaksana trombosis pada COVID-19 bisa dilihat pada file terlampir, termasuk algoritmanya.
Surat ke Dir Yankes RI-Revisi Protokol Tatalaksana COVID-19 5OP 2021.pdf
04 Januari 2022, 09:35
Terimakasih dokter ilmu nya 🙏