Bagaimana ketentuan untuk dilaksanakannya rapid test COVID-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Setahu sy rapid test hanya utk sikon tertentu misal utk survey dan skrining,namun sy masih menemukan klinik,dokter melaksanakan dgn imbalan 150.000 rph@sdh...

Diskusi Dokter

05 Oktober 2020, 11:33
Alo, Dok.

Izin ikut berdiskusi ya, Dok. Rapid test antibodi untuk COVID-19 sebenarnya sudah tidak disarankan untuk digunakan karena sensitivitas dan spesifisitasnya yang sangat rendah. Namun, di Indonesia memang masih banyak instansi yang menggunakan tes ini untuk skrining. Setahu saya belum ada larangan yang tegas dari Kemenkes tentang hal ini, hanya ada himbauan saja bahwa rapid test tidak dianjurkan untuk diagnosis.
05 Oktober 2020, 12:40
dr.Muhadir
dr.Muhadir
Dokter Umum
Alo Dok
Memang betul dok Rapid test sensitifitasnya sangat rendah sehingga banyak negara negara tidak gunakan lagi  lebih memilh Swab PCR hanya biayanya mahal,mungkin ada sejawat nambahkan lagi
06 Oktober 2020, 22:38


..
.
07 Oktober 2020, 07:01
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Kalau memang suspek swab saja dok, rapid tes hanya untuk surveillaance
10 Oktober 2020, 07:38
Alo Dok,

Kalau regulasi dslam bentuk surat edaran sudah lama ada dok dan memang batasan tertinggi adalah 150 rb, jadi pada kasus dokter tdk ada masalah. Malah bbrp RS masih menerapkan harga lama krn mengenai penetapan harga ini kembali lagi pada kebijakan RS masing-masing dok. 

Ref: covid19.go.id › regulasi
Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.02/I/2875/2020 - Regulasi ...

Nah, dinamika di lapangan rapid test sekarang harus memiliki izin edar Kemenkes yg sebelumnya bisa dgn izin edar BNPB CMIIW.
10 Oktober 2020, 10:19


..