Perlukah pemberian antibiotik sistemik pada abses kulit dan jaringan lunak? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo sejawat semua! Kalo ada pasien datang dengan abses kulit dan jaringan lunak, bagusnya Anda kasih antibiotik sistemik atau tidak ya? Baca ulasannya di...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perlukah pemberian antibiotik sistemik pada abses kulit dan jaringan lunak?

    Dibalas 25 Januari 2019, 08:07

    Alo sejawat semua! Kalo ada pasien datang dengan abses kulit dan jaringan lunak, bagusnya Anda kasih antibiotik sistemik atau tidak ya?

    Baca ulasannya di sini :

    https://www.alomedika.com/antibiotik-sistemik-abses-kulit-jaringan-lunak

    Infeksi pada kulit dan jaringan lunak sering dijumpai dalam praktek sehari-hari, baik di unit gawat darurat maupun poliklinik. Di Amerika Serikat, terdapat 6 juta kunjungan pasien yang menderita infeksi kulit dan jaringan lunak ke Rumah Sakit atau klinik setiap tahunnya.[1,2] Abses terdapat pada hampir dari separuh infeksi tersebut dan insidennya meningkat setiap tahun.[2,3]

    Manajemen klinis standar terhadap abses kulit dan jaringan lunak adalah insisi dan drainase, sedangkan pemberian antibiotik secara sistemik masih kontroversial. 

    Kalo TS semua bagaimana? Pasien abses akan TS apakan? Kapan diberi antibiotik sistemik, kapan engga?

24 Januari 2019, 15:31
dr. David, Sp.B, FINACS, FICS
dr. David, Sp.B, FINACS, FICS
Dokter Spesialis Bedah
Alodokter!
Sebelumnya, kita benar benar harus bisa membedakan antara selulitis, flegmon dan abses. Selulitis merupakan proses peradangan akut yg luas disepanjang bidang fasia dan rongga jaringan lunak dan kulit tanpa disertai proses supurasi (nanah), sementara pada flegmon sudah disertai dengan proses supurasi di jaringan ikat subkutan. Disisi lain, abses merupakan akumulasi nanah yg terlokalisir yg sudah dibatasi/terkurung oleh rongga jaringan ikat subkutis.
Dari pengertian diatas, bisa terlihat sebenarnya abses (yg sdh matur) tidak terdapat hubungan lagi dengan sirkulasi sistemik, sehingga penggunaan antibiotik sistemik tidak akan bisa mencapai atau menembus kapsul tsb. Oleh karena itu, penanganan pada abses yaitu dengan melakukan insisi kantong abses dan drainase pus nya dan dilanjutkan dgn perawatan lokal pada luka tsb, dan pada beberapa kasus bisa sekaligus dilakukan debridement dengan membuang seluruh kantong abses dan jaringan sehat sekitarnya sehingga memungkinkan utk langsung dilakukan penutupan luka.
Sementara yg paling sering dijumpai pada praktek sehari hari adalah flegmon, dimana msh tampak proses peradangan supuratif akut pada kulit dan jaringan ikat yg tentunya msh berhubungan lgsg dgn sirkulasi sistemik yg memungkinkan antibiotik utk mencapai area terinfeksi tsb.
Semoga bermanfaat! 
24 Januari 2019, 16:11
Trimakasih Dok sharing ilmunya 🙏
24 Januari 2019, 16:31
Sangat bermanfaat infonya Dok. 
24 Januari 2019, 21:36
Terima kasih informasinya dok.. 🙏
25 Januari 2019, 08:07
Terima kasih banyak, Dok. 
24 Januari 2019, 15:09
Kalau Saya pribadi tergantung luas dan besarnya ukuran abses ya Dok,  biasanya setelah lebih dulu insisi abses,  selanjutnya untuk rawatan lebih menyarankan wound dressing dan penggunaan antibiotik topikal jika memungkinkan,  namun jika absesnya sangat dalam dan besar mungkin sebaiknya memang diberikan antibiotik sistemik,  namun tentu ada efek samping mubazir dari antibiotik sistemik ini sendiri ya Dok. 
24 Januari 2019, 16:25
Terimakasih dok. Sangat bermanfaat
24 Januari 2019, 17:32
24 Januari 2019, 15:31
Alodokter!
Sebelumnya, kita benar benar harus bisa membedakan antara selulitis, flegmon dan abses. Selulitis merupakan proses peradangan akut yg luas disepanjang bidang fasia dan rongga jaringan lunak dan kulit tanpa disertai proses supurasi (nanah), sementara pada flegmon sudah disertai dengan proses supurasi di jaringan ikat subkutan. Disisi lain, abses merupakan akumulasi nanah yg terlokalisir yg sudah dibatasi/terkurung oleh rongga jaringan ikat subkutis.
Dari pengertian diatas, bisa terlihat sebenarnya abses (yg sdh matur) tidak terdapat hubungan lagi dengan sirkulasi sistemik, sehingga penggunaan antibiotik sistemik tidak akan bisa mencapai atau menembus kapsul tsb. Oleh karena itu, penanganan pada abses yaitu dengan melakukan insisi kantong abses dan drainase pus nya dan dilanjutkan dgn perawatan lokal pada luka tsb, dan pada beberapa kasus bisa sekaligus dilakukan debridement dengan membuang seluruh kantong abses dan jaringan sehat sekitarnya sehingga memungkinkan utk langsung dilakukan penutupan luka.
Sementara yg paling sering dijumpai pada praktek sehari hari adalah flegmon, dimana msh tampak proses peradangan supuratif akut pada kulit dan jaringan ikat yg tentunya msh berhubungan lgsg dgn sirkulasi sistemik yg memungkinkan antibiotik utk mencapai area terinfeksi tsb.
Semoga bermanfaat! 
Terimakasih advice nya dok, sangat bermanfaat 🙏😁🙏
24 Januari 2019, 17:32
24 Januari 2019, 15:31
Alodokter!
Sebelumnya, kita benar benar harus bisa membedakan antara selulitis, flegmon dan abses. Selulitis merupakan proses peradangan akut yg luas disepanjang bidang fasia dan rongga jaringan lunak dan kulit tanpa disertai proses supurasi (nanah), sementara pada flegmon sudah disertai dengan proses supurasi di jaringan ikat subkutan. Disisi lain, abses merupakan akumulasi nanah yg terlokalisir yg sudah dibatasi/terkurung oleh rongga jaringan ikat subkutis.
Dari pengertian diatas, bisa terlihat sebenarnya abses (yg sdh matur) tidak terdapat hubungan lagi dengan sirkulasi sistemik, sehingga penggunaan antibiotik sistemik tidak akan bisa mencapai atau menembus kapsul tsb. Oleh karena itu, penanganan pada abses yaitu dengan melakukan insisi kantong abses dan drainase pus nya dan dilanjutkan dgn perawatan lokal pada luka tsb, dan pada beberapa kasus bisa sekaligus dilakukan debridement dengan membuang seluruh kantong abses dan jaringan sehat sekitarnya sehingga memungkinkan utk langsung dilakukan penutupan luka.
Sementara yg paling sering dijumpai pada praktek sehari hari adalah flegmon, dimana msh tampak proses peradangan supuratif akut pada kulit dan jaringan ikat yg tentunya msh berhubungan lgsg dgn sirkulasi sistemik yg memungkinkan antibiotik utk mencapai area terinfeksi tsb.
Semoga bermanfaat! 
Terimakasih advice nya dok, sangat bermanfaat 🙏😁🙏
24 Januari 2019, 22:39
Terimaksih atas infonya dok, sangat bermanfaat sekali 👍
25 Januari 2019, 00:47
Terimakasih untuk penjelasannya dr. David. Jika melihat dari hasil penelitian yang ditampilkan dr.Yelvi dalam artikel diatas, terkait pemberian antibiotik sistemik pada abses, maka terlihat bahwa tanpa mempertimbangkan ukuran abses, penggunaan antibiotik sistemik sangat bermanfaat terutama dalam kaitannya dengan waktu penyembuhan, dan tingkat rekurensi abses, sehingga disimpulkan penting untuk digunakan, meskipun penelitian lanjutan mutlak perlu dilakukan lagi dalam sampel yang lebih besar guna mengurangi Bias.

Namun dalam kaitan dengan pembahasan yang disampaikan dr. David,SP.B , sangat menarik bahwa sebenarnya kasus yang umum kita temukan bukanlah dalam bentuk abses tapi flegmon. Sehingga penggunaan antibiotik sistemik sangat logis digunakan. CMIIW