Swab test apakah harus selalu dilakukan untuk dapat memastikan kasus konfirmasi COVID-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Salam sejahtera rekan sejawat sekalian, izin bertanya..jika pasien tgl 1 Januari dilakukan pengambilan swab dan hasil POSITIF, tapi pasien datang berobat di...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Swab test apakah harus selalu dilakukan untuk dapat memastikan kasus konfirmasi COVID-19

    12 September 2020, 08:07
    dr.Burhan
    dr.Burhan
    Dokter Umum

    Salam sejahtera rekan sejawat sekalian, izin bertanya..

    jika pasien tgl 1 Januari dilakukan pengambilan swab dan hasil POSITIF, tapi pasien datang berobat di tanggal 8 Januari, diagnosis pasien apakah bsa langsung tegak Konfirmasi Covid?

    dan jika pasien datang berobat tgl 16 Januari, apakah diagnosis pasien bisa langsung dikatakan sebagai kasus konfirmasi covid?

    atau apakah setiap pasien yang datang berobat wajib dilakukan pengambilan swab untuk menentukan status Konfirmasi Covid tanpa melihat riwayat pemeriksaan RT PCR swab sebelumnya?

12 September 2020, 08:10
dr.Burhan
dr.Burhan
Dokter Umum
melanjutkan pertanyaan sebelumnya, berapa lamakah hasil pemeriksaan RT PCR swab yang dianggap valid?
12 September 2020, 17:15
dr. M Hadi Utama Syam Sp.JP.
dr. M Hadi Utama Syam Sp.JP.
Dokter Spesialis Jantung
Alo Dok,
Sharing aja ya.
Saat Swab tgl 1, begitu keluar hasil, pasien sudah tegak diagnosis kasus konfirmasi covidnya. Pada tanggal 8, seharusnya masih berstatus korfirmasi, karena masih dalam masa isolasi 10 hari.
Pada tanggal 16, status pasien tergatantung keluhannya. Kalau tidak ada keluhan, maka sudah dapat dikatakan sembuh dari covid, karena sudah lewat masa isolasi 10 hari dan tetap tidak ada gejala.
Namun bila ada gejala terkait covid, maka tergantung gejala nya sudah hilang apa belum, dinyatakan sembuh setelah 3 hari bebas dari gejala.
Masa berlaku hasil PCR secara medis setau saya tidak ada ya. pasien di swab hari ini, kan bisa aja besok nya terpapar dan terinfeksi. jadi menurut sy, proses anamnesis sangat penting.
13 September 2020, 07:26
dr.Burhan
dr.Burhan
Dokter Umum
Alo Dok..
selamat pagi, terimakasih ats jawabannya sebelumnya, izin melanjutkan diskusi, 
dari definisi operasional petunjuk teknis dan pedoman tatalaksana Covid, dalam bagian definisi operasional, kasus konfirmasi Covid berbunyi "Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR." dan tidak mencantumkan jarak dari waktu pemeriksaan terakhir. 

dari definisi operasionalnya juga menggunakan bahasa "Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2: a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik); b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)." 

izin berdiskusi kembali, bukankah artinya, walaupun jika pasien bebas gejala selama 3 hari, tapi setelah 3 hari tersebut, terdapat pengambilan sampel RT PCR swab dengan hasil positif, maka pasien tetap tergolong kasus konfirmasi tanpa gejala? artinya walaupun pasien dapat dinyatakan sembuh, tapi diagnosis pasien masih Konfirmasi Covid ya dok?
13 September 2020, 10:10
dr. M Hadi Utama Syam Sp.JP.
dr. M Hadi Utama Syam Sp.JP.
Dokter Spesialis Jantung
Yang saya pahami begini dok.
Pemeriksaan swab PCR itu hanya menyatakan status covid19 seseorang pada saat sampel diambil, jadi ga ada masa berlakunya, tergantung dari riwayat paparan kan.
Misal ada seorang pasien yang bergejala, dicurigai covid, lantas diperiksa swab pcr dan hasilnya positif. Maka harusnya pasien lansung diisolasi dan mendapat penanganan sesuai tingkat keparahannya kan. Isolasi nya selama minimal 10 hari, atau sampai 3 hari bebas gejala, setelah itu pasien dinyatakan sembuh. Menurut pedoman kemenkes, tidak perlu di swab pcr lagi. Apapun hasil PCR tidak mempengaruhi diagnosis pasien. karena pasien isolasi, harusnya tidak ada paparan baru terhadap virus, jadi, harusnya tidak ada infeksi baru lagi. jadi diagnosis pasien menurut saya tetap pasien covid yg sudah sembuh.
Yang masih agak kontroversi kalau pasien udah pulang, trus di swab lagi. bagaimana kita menanggapi kalau hasilnya posiif ? Apakah dimungkinkan ada suatu re-infeksi  ? Kalau dari diskusi2 yg sy ikuti, kabarnya bisa dok, walaupun mungkin gejalanya ringan, tapi tetap bisa reinfeksi yang memungkinkan terjadinya penularan. Jadi menurut saya sih yg penting adalah anamnesis kita. kalau swab positif nya baru 1 hari pasca pulang, sy kira ga sesuai dengan reinfeksi. tp kalau udah berhari2 dan ada kemungkinan paparan ulang, mungkin bisa dipertimbangkan suatu reinfeksi. demikian dok pemahaman saya.
13 September 2020, 18:58
dr.Burhan
dr.Burhan
Dokter Umum
terima kasih dpkter atas penjelasannya