ALO Dokter.Seorang pasien mengalami jantung berdebar dan tremor selama beberapa bulan terakhir. Berat badan juga terus menurun meskipun nafsu makan tetap...
Pasien dengan Jantung Berdebar, Tremor, dan Berat Badan Turun, Apa yang terjadi? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Pasien dengan Jantung Berdebar, Tremor, dan Berat Badan Turun, Apa yang terjadi?
ALO Dokter.
Seorang pasien mengalami jantung berdebar dan tremor selama beberapa bulan terakhir. Berat badan juga terus menurun meskipun nafsu makan tetap baik. Apa kelainan endokrin yang paling mungkin?
Pemeriksaan awal meliputi:
• Konfirmasi status tiroid
• Diagnosis etiologi
• Pemeriksaan pendukung
Langkah 1: Tes Darah untuk Konfirmasi Status Biokimia
Tes fungsi tiroid (TFT):
• TSH (Thyroid-Stimulating Hormone) serum: Tes skrining awal terbaik.
• TSH rendah/tertekan (<0,1 mIU/L): Menunjukkan hipertiroidisme primer (kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan).
• TSH tinggi/normal disertai kadar hormon tiroid tinggi (Jarang terjadi): hipertiroidisme sekunder (adenoma hipofisis penghasik TSH).
• Free T4 (Tiroksin) dan Free T3 (Triiodotironin): Diukur secara bersamaan atau setelah diperoleh hasil TSH rendah.
• Free T4 tinggi dan/atau Free T3 tinggi: Mengonfirmasi hipertiroidisme subklinis.
Langkah 2: Pemeriksaan etiologi. Setelah hipertiroidisme biokimiawi terkonfirmasi, dilakukan pemeriksaan untuk membedakan antara kondisi yang menyebabkan peningkatan produksi hormon (misalnya, penyakit Graves, nodul toksik) dengan kondisi yang menyebabkan peningkatan pelepasan hormon akibat kerusakan jaringan (misalnya, tiroiditis).
• Autoantibodi Tiroid:
• TRAb (Antibodi Reseptor TSH)/TSI (Imunoglobulin Penstimulasi Tiroid): Sangat spesifik untuk penyakit Graves (penyebab tersering hipertiroidisme). Hasil positif sering kali meniadakan kebutuhan akan pencitraan nuklir.
• Anti-TPO (Tiroid Peroksidase) / Anti-TG (Tiroglobulin): Sering kali positif pada gangguan tiroid autoimun.
• Uptake Iodium Radioaktif (RAIU) & Pemindaian Tiroid:
- Uptake Tinggi dan Difus: Mengonfirmasi penyakit Graves
- Uptake Tinggi dan Fokal/Nodular: Mengarah pada Goiter Multinodular Toksik atau Adenoma Toksik tunggal (“nodul panas”).
- Uptake Rendah/Tidak Ada: Menunjukkan Tiroiditis (subakut, silent, atau pascapersalinan, di mana hormon yang tersimpan sebelumnya bocor ke dalam darah) atau asupan hormon tiroid eksogen (tirotoksikosis faktisia).
• USG Tiroid (Doppler Color Flow):
• Digunakan ketika pencitraan nuklir dikontraindikasikan (misalnya, selama kehamilan atau menyusui) atau ketika nodul tiroid teraba saat palpasi
• Peningkatan aliran vaskular (“thyroid inferno”) mengarah pada penyakit Graves, sedangkan aliran rendah mengindikasikan tiroiditis.
Langkah 3: Pemeriksaan awal (Baseline) untuk Keamanan & Penunjang
Sebelum memulai pengobatan farmakologis (seperti obat antitiroid jenjs Methimazole atau PTU):
• Hitung Darah Lengkap (CBC) dengan Hitung Jenis (Differential): Menetapkan nilai awal jumlah sel darah putih/neutrofil sebelum terapi obat antitiroid (mengingat adanya risiko langka berupa agranulositosis).
• Tes Fungsi Hati (LFT): Mengevaluasi kadar enzim hati awal sebelum memulai penggunaan obat yang bersifat hepatotoksik.
• Elektrokardiogran (EKG): Disarankan bagi pasien lanjut usia atau pasien yang menunjukkan gejala, untuk mendeteksi adanya takikardia sinus atau fibrilasi atrium akibat kelebihan hormon tiroid.