Olahraga untuk pasien PPOK - Kedokteran Olahraga Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Alvin, Sp.KOSaya ingin bertanya, Dok. Untuk pasien PPOK, kira-kira olahraga dengan jenis, intensitas, dan frekuensi seperti apa ya Dok yang bagus...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Olahraga untuk pasien PPOK - Kedokteran Olahraga Ask the Expert

    Dibalas 04 Juni 2021, 10:19
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dr. Alvin, Sp.KO

    Saya ingin bertanya, Dok. Untuk pasien PPOK, kira-kira olahraga dengan jenis, intensitas, dan frekuensi seperti apa ya Dok yang bagus disarankan? Apakah anjurannya bervariasi tergantung pada derajat keparahan PPOK yang dialami? Terima kasih, Dok.

04 Juni 2021, 10:19
dr. Alvin Wiharja SpKO
dr. Alvin Wiharja SpKO
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Alo Dok, terima kasih atas pertanyaannya.Ini pertanyaan yang bagus, Dok. Betul sekali bahwa latihan dan olahraga pada PPOK akan bergantung pada masing-masing individu dan tingkat keparahannya. Pada stadium2 awal, misal nya mild atau moderate, kita dapat menyarankan latihan daya tahan jantung paru dengan intensitas ringan Dok, kemudian lihat responnya dan disesuaikan kembali setelah terjadi adaptasi. Yang jadi tantangan adalah untuk mengedukasi pasien bagaimana mencapai/menentukan intensitas ringan tersebut, biasanya kita akan secara objektif menggunakan pemeriksaan nadi, prinsip awal intensitas ringan dimulai dari nadi latihan kurang dari 64% denyut nadi maksimal (220-umur). Sarankan sesuai rekomendasi yaitu 150 menit per minggunya, dibagi muali dari 3-5x per minggu nya. Akan sangat baik bila bisa 30 menit per hari, namun bila dokter pantau terlalu berat, boleh dibagi menjadi 10-10-10. Kemudian lakukan penyesuaian kembali setelah adaptasi, untuk stadium yang berat, ada kala nya kita tidak menyarankan olahraga/latihan, namun tetap meningkatkan aktivitas fisik. Kita sebut metode ini sebagai NEPA (Non Exercise Physical Activity), seperti bergerak keliling ruangan, berkegiatan di dalam rumah, beres2, mengelap meja, mencuci piring dan lain2.
Dari hasil penelitian memang, exercise tidak dapat menyembuhkan masalah kesehatan tersebut namun kualitas hidup akan jauh meningkat jika dilakukan exercise/olahraga/NEPA tersebut Dok. Semoga membantu dan terima kasih 🙏