Mengatasi ketergantungan gol benzodiazepine - Diskusi Dokter

general_alomedika

Izin bertanya ts mengenai salah satu pasien yang ketergantungan gol benzodiazepine sebagai analgesik.Ada pasien yang mengatakan selalu mengeluh nyeri kepala,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Mengatasi ketergantungan gol benzodiazepine

    22 Juli 2019, 17:09

    Izin bertanya ts mengenai salah satu pasien yang ketergantungan gol benzodiazepine sebagai analgesik.


    Ada pasien yang mengatakan selalu mengeluh nyeri kepala, menggunakan Paracetamol dan gol NSAID masih tetap nyeri, walaupun sudah di ct scan tidak ditemukan kelainan.


    Hingga akhirnya pasien pernah diberikan obat yang mengandung methampyrone dan diazepam, baru nyerinya reda. Dan pasien mengaku selalu menggunakan obat ini dalam 1-2 tahun terakhir, dan jika tidak menggunakan nya, akan sakit kepala terus


    Boleh minta pendapat ts dalam menangani pasien ini?

    Terima kasih 🙏

23 Juli 2019, 11:28

Alodokter Andrew, untuk management pasien dengan ketergantungan benzodiazepine diperlukan kerja sama dan keinginan yang kuat dari pasien dan penjelasan yang adekuat dari dokter dalam proses detoksifikasi obat tersebut. Prinsipnya maintain selama withdrawal symptoms yang biasanya muncul dalam waktu1-2 hari setelah pengurangan untuk short acting benzodiazepine dan sekitar 7 hari setelah mengurangi dosis long acting benzodiazepine. Withdrawal ini umumnya berlangsung dalam waktu 6 sampai 8 minggu.

Tapering off adalah inti dalam terapi disini, untuk penggunaan benzodiazepine 50mg/day equivalent diazepam dianjurkan untuk proses tapering off nya dilakukan dengan pemantauan dalam rawat inap diRS. untuk Pasien dibawah 50mg/day equivalent diazepam bisa dilakukan secara rawat jalan. Penurunan dosis secara gradual sebesar 5-10% dalam setiap minggu nya. Berikut beberapa link yang dapat membantu dan informasi lebih detail.

https://www.alomedika.com/penyakit/psikiatri/benzodiazepine-use-disorder/penatalaksanaan

 

23 Juli 2019, 12:03
Alo Dok,

Sesuai Permenkes RI nomor 3 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan psikotropika, diazepam digolongkan ke dalam psikotropika, dan berdasarkan Kepmenkes RI No 966/MENKES/SK/VIII/2002 tentang pedoman penyelenggaraan sarana pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan san ketergantungan narkotika, psikotropika dan napza (koreksi kalau ada pedoman terbaru, Dok) bahwa semua ketergantungan obat harus direhabilitasi dgn melakukan detoksifikasi dan memberikan terapi maintanace agar tidak relaps, diperlukan juga keinginan yg kuat dari pasien serta support keluarga.

Khusus mengenai benzodiazepin, setuju dgn TS sebelumnya bahwa penghentian harus dgn tappering off agar tdk terjadi withdrawal symptom. Berikut referensinya, Dok : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4657308/
23 Juli 2019, 14:29
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Dokter Specialis Psikiater

Sebelum anda menegakkan diagnosis ketergantungan benzodiazepin, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan 

1. Singkirkan etiologi biologis dari nyeri kepala yang non sistem saraf pusat, misalnya jepitan nervi cervicalws, dll. Bila ada, berikan manajemen yang lebih tepat

2. Pasien merasa nyaman dengan kombinasi parasetamol dan diazepam, yang menunjukkan kemungkinan adanya muscle spasm pada pasien, maka singkirkan kemungkinan adanya patologi otot

3. Lakukan penilaian apakah pasien mengalami psychological dependent? Dalam artian tidak pernah terjadi toleransi yang merupakan gejala khas pada penyalahgunaan zat. Bila tidak ada toleransi, maka ini bukan benzodiazepine use disorder

4. Nilai apakah ada komorbiditas psikiatri. Gangguan yang sering komorbid dengan nyeri kronis adalah depresi dan cemas. Misalnya tanyakan mengenai pola tidur, perburukan gejala dengan stresor psikososial. Bila ada, maka berikan manajemen yang tepat

5. Bila semua di atas tidak ada, maka besar kemungkinan kasus yang anada hadapi adalah nyeri psikogenik. Ganti farmakoterapi nya dengan antidepresan trisiklik amitriptilin 12.5-25 mg/24 jam malam hari

6. Untuk ketegangan motorik nya, ajarkan pasien tehnik progressive muscular relaxation (PMR) 

7. Lakukan monitoring tingkat nyeri secara rutin dgn visual analog scale. Bila pasien secara konsisten melaporkan skala nyeri dibawah 3, tappering off antidepresan tapi lanjutkan PMR

Semoga bisa membantu 

23 Juli 2019, 16:16
Terimakasih atas informasinya Dok. Sangat lengkap. 
30 Juli 2019, 07:41
Alodok, izin menambahkan. Untuk terapi nyerinya sendiri bisa menggunakan step ladder WHO karena mungkin pada tahap awal belum dicoba penggunaan analgesik multimodal seperti kombinasi NSAID Opioid dosis rendah. Multimodal bisa coba digunakan untuk membantu tappering off benzodiazepine. 
30 Juli 2019, 08:29
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Halo Dok, unt kasus pasien tersebut apa bukan termasuk MOH? Medication overuse headache. Kalau MOH, sebaiknya stop segera obat anti nyeri kepala apapun dan berikan obat sesuai tatalaksana MOH.
30 Juli 2019, 13:26
Tatalaksana MOH dengan injeksi Botox dokter ? lebih baik langsung dirujuk ke neurolog atau ada tempat bagi dokter umum untuk menanganinya ?
30 Juli 2019, 14:38
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
MOH, kalau saya lihat di SKDI kompetensi dr. Spesialis. Jd alangkah baiknya dirujuk.
30 Juli 2019, 15:44
dr. Jeffri Gunawan SpPD
dr. Jeffri Gunawan SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terimakasih Dok, maaf Dok mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut MOH itu biasa pada medikamentosa apa saja selain diazepam yang sering Dr temukan dalam praktek sehari-hari Dok? Berhubung ini cukup baru bagi kami Dr
03 Agustus 2019, 07:40
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
dr. Santoso, M.Si.Med., Sp.N
Dokter Spesialis Saraf
Unt lihat detailnya ttg MOH bisa dilihat di website IHS (International Headache Society)
30 Juli 2019, 15:44
dr. Jeffri Gunawan SpPD
dr. Jeffri Gunawan SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terimakasih Dok, maaf Dok mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut MOH itu biasa pada medikamentosa apa saja selain diazepam yang sering Dr temukan dalam praktek sehari-hari Dok? Berhubung ini cukup baru bagi kami Dr
03 Agustus 2019, 07:39
Sangat menarik diskusinya Dok,  beberapa kali dapat kasus seperti ini.