Bolehkah pasien gout mengonsumsi purine-rich vegetable? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, Selamat malam dok, ijin bertanya, sepengetahuan saya, ada beberapa makanan yang kaya akan asam urat seperti jeroan, seafood, alkohol, bayam,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bolehkah pasien gout mengonsumsi purine-rich vegetable?

    17 Juni 2019, 21:05

    Alodokter, 

    Selamat malam dok, ijin bertanya, sepengetahuan saya, ada beberapa makanan yang kaya akan asam urat seperti jeroan, seafood, alkohol, bayam, buncis, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya gouty artritis. Namun baru-baru ini saya menemukan jurnal yang justru mengatakan konsumsi sayur yang kaya purin dalam waktu lama tidak terbukti meningkatkan risiko gout, malah kacang kedelai dapat menurunkam risiko gout. Selama ini saya selalu kie pasien bahwa sebaiknya makanan di atas sebaiknya dihindari.

    Mohon asupannya dokter, sebaiknya sayur-sayuran dan kacang2an tersebut dihindari atau boleh dikonsumsi pada pasien hiperurisemia atau blm mengalami hiperuricemia? 

    Terimakasih dokter 🙏 

18 Juni 2019, 07:12

Alo dokter!

Ini diskusinya menarik sekali. Kalau selama ini, saya sendiri patokannya adalah guideline American College of Rheumatology. Di pedoman ini disebutkan sebagai berikut :

1. Pasien gout sebaiknyamembatasi konsumsi purine-rich meat dan seafood (evidence B), serta minuman ringan dan minuman energi tinggi fruktosa (evidence C)

2. Memperbanyak konsumsi produk susu rendah lemak atau tanpa lemak (evidence B)

3. Memperbanyak konsumsi sayuran (evidence C) karena ada bukti penurunan kadar urate serum dan risiko urolithiasis pada individu yang mengonsumsi sayuran

4. Menghindari konsumsi alkohol, (terutama wine dan bir) (evidence B)

Tapi, di pedoman ini tidak ada kesepakatan mengenai menghindari makanan tinggi purin yang bukan daging atau seafood (seperti sayuran dan biji-bijian tinggi purin). Ini pedoman tahun 2012 dok. Jika sejawat lain punya pedoman yg lebih update mohon dikoreksi.

 

 

18 Juni 2019, 07:27

Menambahkan sedikit dengan sumber konsensus di Taiwan tahun 2018 dok. Bisa dibaca di sini (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/1756-185X.13266) ada di poin no.13 :

"Soy bean products generally do not have a high-purine content and thus have little or no effect on sUA levels. In summary, gout patients should avoid consuming high-purine foods such as animal internal organs, seafood and alcohol, especially beer. Moderate consumption of beans and peas has been shown to be safe among gout patients, unless they have previously provoked gout attacks in the individual. "

18 Juni 2019, 19:13
What terimakasih banyak dok bermanfaat sekali 👌😉
19 Juni 2019, 09:54
Sangat setuju dokter
18 Juni 2019, 08:32
Alo Dok, 

Izin menambahkan jawaban dr. Bedry, menurut saya selain jenis makanan, perlu diperhatikan juga jumlah/porsi serta cara pengolahan misalnya makanan yg deep frying dan megandung alkohol tetap dapat mencetuskan keluhan pada pasien hiperuricemia dan gout.

Berikut tabel makanan yg mengandung purin, mgkn dpt dijadikan referensi dalam melakukan KIE, dok.

purine_table.pdf
18 Juni 2019, 17:14
izin save Dok,  sangat bermanfaat. 
18 Juni 2019, 18:06
Terima kasih dok atas sharingnya. 😊
18 Juni 2019, 18:06
Terima kasih dok atas sharingnya. 😊
19 Juni 2019, 22:57
Izin save dok, terima kasih sharingnya 🙏
19 Juni 2019, 11:42
Terima kasih sharingnya dok
19 Juni 2019, 15:58
dr. Melsa Aprima, SpPD
dr. Melsa Aprima, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
18 Juni 2019, 07:27

Menambahkan sedikit dengan sumber konsensus di Taiwan tahun 2018 dok. Bisa dibaca di sini (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/1756-185X.13266) ada di poin no.13 :

"Soy bean products generally do not have a high-purine content and thus have little or no effect on sUA levels. In summary, gout patients should avoid consuming high-purine foods such as animal internal organs, seafood and alcohol, especially beer. Moderate consumption of beans and peas has been shown to be safe among gout patients, unless they have previously provoked gout attacks in the individual. "

Nice sharing dok, terima kasih
20 Juni 2019, 07:36
saya tambahkan lagi ya Dok. mengenai diet, memang beberapa bisa meningkatkan risiko, namung dibandingkan peran genetik pada hiperuricemia, tetap lebih tinggi peran genetik. ditambah lagi sekarang ada seputar nutrigenomik di mana nutrisi yg diberikan efeknya tergantung dari gen tubuhnya. makanan yg mengandung purin ada yg rendah, sedang, dan tinggi. memang daging merah, alkohol, jeroan dan seafood termasuk tinggi purin. hanya saja, efek pada kondidsi hiperuricemia bisa berkaitan dengan respon genetik seseorang tersebut. krn itu mungkin saja ada yg makan rendah purin sekalipun asam uratnya tinggi, atau yg tinggi purin sekalipun asam uratnya biasa2 saja. jadi mengenai diet sebenarnya sekarang paling baik memang personalized diet utk semua penyakit maupun kondisi. hanya saja pemeriksaan gen utk setiap pasien sangat tidak memungkinkan :)

berikut saya bagi jurnal review yg cukup menarik ya Dok.

https://www.bmj.com/content/363/bmj.k3951
30 Juni 2019, 11:00
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
18 Juni 2019, 07:27

Menambahkan sedikit dengan sumber konsensus di Taiwan tahun 2018 dok. Bisa dibaca di sini (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/1756-185X.13266) ada di poin no.13 :

"Soy bean products generally do not have a high-purine content and thus have little or no effect on sUA levels. In summary, gout patients should avoid consuming high-purine foods such as animal internal organs, seafood and alcohol, especially beer. Moderate consumption of beans and peas has been shown to be safe among gout patients, unless they have previously provoked gout attacks in the individual. "

Terimakasih banyak dok 🙏🙏
30 Juni 2019, 22:12
18 Juni 2019, 07:12

Alo dokter!

Ini diskusinya menarik sekali. Kalau selama ini, saya sendiri patokannya adalah guideline American College of Rheumatology. Di pedoman ini disebutkan sebagai berikut :

1. Pasien gout sebaiknyamembatasi konsumsi purine-rich meat dan seafood (evidence B), serta minuman ringan dan minuman energi tinggi fruktosa (evidence C)

2. Memperbanyak konsumsi produk susu rendah lemak atau tanpa lemak (evidence B)

3. Memperbanyak konsumsi sayuran (evidence C) karena ada bukti penurunan kadar urate serum dan risiko urolithiasis pada individu yang mengonsumsi sayuran

4. Menghindari konsumsi alkohol, (terutama wine dan bir) (evidence B)

Tapi, di pedoman ini tidak ada kesepakatan mengenai menghindari makanan tinggi purin yang bukan daging atau seafood (seperti sayuran dan biji-bijian tinggi purin). Ini pedoman tahun 2012 dok. Jika sejawat lain punya pedoman yg lebih update mohon dikoreksi.

 

 

Trimakasih byk dok sharing nya.