Kapitasi BPJS di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama Swasta - Diskusi Dokter

general_alomedika

1. Bagaimana pengalaman teman-teman sejawat terkait pengelolaan dana kapitasi BPJS di fasilitas kesehatan tingkat pertama khususnya yang swasta?2. Kalau dari...

Diskusi Dokter

01 September 2019, 12:42
Meluruskan ya dok, Besaran kapitasi memang rp8.000 hingga rp10.000 per peserta. Namun itu tidak bisa dijadikan patokan apakah faskes merugi atau tidak. yang bisa dijadikan patokan adalah unit cost yang dihitung dari jumlah peserta kapitasi dibagi dengan angka kunjungan.

Sebagai contoh apabila peserta kapitasi fktp adalah 1000 orang, dimana dana kapitasi fktp terima adalah rp8.000.000 perbulan.  Bila angka kunjungan sakit nya adalah 150 pasien per bulan alias 15%. Maka unit cost nya: 8juta rupiah:150 pasien = 53rb an.

Unit cost Tiap fktp bisa berbeda2. Saya pernah perhatikan hasil evaluasi utilisasi review bpjs di wilayah saya  range nya tinggi bgt, ada yang  per pasien unit cost nya 30rb an - 200ribuan per Pasien (untung bangettttt dong ya). Jadi tidak semua fktp merugi / untung. Tergantung angka kunjungan sakitnya, dan tergantunt nasib nya.

Pernah di satu fktp saya tahu, karena tiba2 dapat kapitasi 4000 peserta (ec.UHC semua penduduk dibayarin BPJS sama Pemda jadi semua faskes dimaksimalkan untuk bekerjasama dg bpjs) kunjungannya sangat sedikit per bulan (klinik baru blm dikenal banyak warga). Untung banget dia... :D
10 September 2019, 09:27
Terimakasih banyak dok, itu mungkin sebabnya faskes berprestasi semua ada di luar Pulau Jawa.
28 November 2019, 19:24

thanks sharing Dok :D

01 September 2019, 13:14
01 September 2019, 10:47
Terimakasih banyak teman-teman, perlu peran Pemerintah untuk advokasi masyarakat untuk hidup sehat, mudah mudahan bisa diwakilkan oleh teman teman di organisasi Profesi. Masyarakat masih banyak yang belum paham tentang konsep hidup sehat, sehingga mengira kartu bpjs untuk berobat gratis.
Sepakat dok, mungkin jika memungkinkan juga dari BPJS sendiri bisa mengadakan penyuluhan atau penjelasan saat peserta mendaftar bagaimana sebenarnya konsep JKN di mana ada prinsip gotong royong. Jadi lebih ditekankan agar peserta sadar untuk bayar iuran yg mana efeknya bukan hanya untuk dirinya namun jg untuk membantu pesrta lainnya. Jadi diharapkan mindset "kalau gak dipakai kartunya rugi krn sudah bayar" bisa diubah. 
02 September 2019, 11:19
Sebagai dokter gigi yg melayani pasien bpjs faskes tingkat 1 merasakan pasien yg datang dalam 1 hari banyak sekali, bisa 30 pasien. Memang kuota bpjs nya sudah banyak, tergantung wilayah yang dicakup.
02 September 2019, 11:44
Ibu
02 September 2019, 11:44
 
02 September 2019, 11:44
 
28 November 2019, 22:16
Alo Dok!

Sekadar sharing saya bekerja di dua fktp I yg bekerja sama dengan bpjs, menurut saya yang sulit adalah mengubah mentalitas masyarakat dan perlunya sosialisasi yang lebih gencar dari bpjs kepada masyarakat langsung. Hal-hal yang sering terjadi di fktp I :

1. Pasien overexpecting, merasa bebas berobat, bebas dirujuk kemana saja, bebas diperiksa lab/penunjang, dan ingin obat ditanggung semua atau disamakan dengan pasien umum.

2. Pasien merasa jika dalam 1 bulan tidak berobat pasien merasa rugi, sehingga banyak yg dtg hanya untuk minta vitamin atau "stok obat jaga2 kalau sakit"

3. Pasien seringkali tidak terima apabila ekspektasinya tidak sesuai, kemudian menyalahkan pihak klinik, padahal klinik hanya mengikuti aturan bpjs.

Saran saya dari BPJS harus lebih gencar lg untuk sosialisasi detail2 programnya mengenai plafon, aturan rujukan, dan aturan2 lainnya kepada masyarakat, seperti umumnya pada asuransi swasta.

Untuk pengaturan kapitasi sebetulnya fktp akan sangat diuntungkan apabila kunjungan sakit dan pemberian obat2an bisa ditekan, tp pada prakteknya sangat sulit apalagi jika mayoritas pesertanya lansia.
Terkadang juga kita meresepkan obat/melakukan pemeriksaan penunjang/tindakan tambahan yang tidak dicover BPJS (apabila pasien bersedia), sehingga bs menambah penghasilan di fktp atau apotek yg bekerja sama.
01 Desember 2019, 19:55
Terimakasih atas sharingnya
29 November 2019, 11:58
09 Agustus 2019, 16:21

1. Bagaimana pengalaman teman-teman sejawat terkait pengelolaan dana kapitasi BPJS di fasilitas kesehatan tingkat pertama khususnya yang swasta?


2. Kalau dari pengalaman saya tergantung dari peserta paham konsep bpjs atau tidak, karena kapitasi ini berdasarkan jumlah masyarakat yang sehat, sedangkan peserta bpjs kerap merasakan dibedakan saat berobat dengan pasien umum padahal dana kapitasi untuk pasien sakit terbatas hanya Rp. 8000-Rp.10.000/pasien.


3. Konsep BPJS adalah supaya masyarakat tetap sehat perlu penyuluhan dan pola hidup sehat, bukan berarti pasien bebas berobat seperti yang dipahami masyarakat.

Alo dokter Yoshua
Pengelolaan dana kapitasi di fktp swasta tergantung tatakelola yang ditetapkan pada naskah pendirian fktp swasta / klinik sehingga bisa berbeda antara satu faskes dengan faskes lainnya, 
Sedangkan pemanfaatan kapitasi di puskesmas mengacu pada peraturan menteri kesehatan tentang pemanfaatan dana kapitasi, sehingga tidak bisa dibandingkan antara faskes swasta dan faskes pemerintah 
29 November 2019, 12:13
29 November 2019, 11:58
Alo dokter Yoshua
Pengelolaan dana kapitasi di fktp swasta tergantung tatakelola yang ditetapkan pada naskah pendirian fktp swasta / klinik sehingga bisa berbeda antara satu faskes dengan faskes lainnya, 
Sedangkan pemanfaatan kapitasi di puskesmas mengacu pada peraturan menteri kesehatan tentang pemanfaatan dana kapitasi, sehingga tidak bisa dibandingkan antara faskes swasta dan faskes pemerintah 
Kalo kunjungan sakit sedikit otomatis pembiyaan akan berkurang sebaliknya bila kunjungan sakit tinggi pembiyaan juga akan meningkatkan, sedangkan kapitasi yang dibayarkan sesuai jumlah peserta yang terdaftar di fktp x 8000.
Tetapi bila kunjungan fktp  terlalu sedikit, dan terlalu banyak merujuk ke rumah sakit, kapitasi yang diperoleh bisa dipotong dengan penerapan kbkp / kapitasi berbasis komitmen  pelayann, pembayaran berdasarkan performance fktp,  jadi ada penyesuaian pembayaran 
29 November 2019, 12:22
31 Agustus 2019, 09:02
Ijin sharing dok. Tempat kerja saya merupakan klinik yg baru sekitar setahun bergabung dengan BPJS kesehatan. Selama setahun ini memang merasa kesulitan dok mengatur dana kapitasi yg belum seberapa dibandingkan dengan jumlah pasien berobat yg meningkat setiap bulannya. Bahkan ada beberapa pasien yg dalam sebulan bisa berobat 4-5 kali. Kiat dari manajemen adalah lebih menggalakkan penyuluhan untuk mengubah mindset untuk menjaga kesehatan, mengadakan senam bersama, dan mulai dilakukan kegiatan prolanis. Namun dari pantauan saya hal tersebut tidak signifikan terhadap jumlah kunjungan pasien sakit. Mungkin ada saran dari dokter-dokter, kira-kira bagaimana kiat untuk mengatasi kondisi ini? terimakasih
Alo dokter Kuntum 
Bila peserta terdaftar di fktp sedikit memang berat  untuk menjalankan pelayanan fktp, karena pemasukan yang kecil,  memiliki peserta 4000 Kartu mungkin klinik bisa mulai seimbang pendapatan dan pengeluarannya
01 Desember 2019, 19:56
Saya setuju
29 November 2019, 15:21
dr.Sary Indriany
dr.Sary Indriany
Dokter Spesialis Kandungan
terimakasih sharing informasi nya dok
30 November 2019, 14:53
Ikut menyimak dok
01 Desember 2019, 19:59
Dari diskusi lintas profesi, hampir semua masyarakat beĺum paham mengenai konsep pola hidup sehat, maklum jkn baru mulai tahun 2014, dan sebelumnya fee for service, jadi masyarakat berobat jika sakit.