Kapitasi BPJS di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama Swasta - Diskusi Dokter

general_alomedika

1. Bagaimana pengalaman teman-teman sejawat terkait pengelolaan dana kapitasi BPJS di fasilitas kesehatan tingkat pertama khususnya yang swasta?2. Kalau dari...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Kapitasi BPJS di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama Swasta

    09 Agustus 2019, 16:21

    1. Bagaimana pengalaman teman-teman sejawat terkait pengelolaan dana kapitasi BPJS di fasilitas kesehatan tingkat pertama khususnya yang swasta?


    2. Kalau dari pengalaman saya tergantung dari peserta paham konsep bpjs atau tidak, karena kapitasi ini berdasarkan jumlah masyarakat yang sehat, sedangkan peserta bpjs kerap merasakan dibedakan saat berobat dengan pasien umum padahal dana kapitasi untuk pasien sakit terbatas hanya Rp. 8000-Rp.10.000/pasien.


    3. Konsep BPJS adalah supaya masyarakat tetap sehat perlu penyuluhan dan pola hidup sehat, bukan berarti pasien bebas berobat seperti yang dipahami masyarakat.

10 Agustus 2019, 07:33
Alo dokter Yoshua
Sebagai dokter yg berpraktek di faskes tk 1 saya senasib dan setuju dengan pendapat dokter. Masyarakat sekarang harus diedukasi utk memilih hidup sehat, bukan punya BPJS agar bisa sakit dapat obat gratis..
Semakin banyak peserta fakses kita yg tidak datang berobat, makin baik faskes kita.. Apakah ada kiat jitu dari dokter Yoshua untuk meningkatkan jumlah peserta di faskes tk 1?
10 Agustus 2019, 18:33
Terimakasih banyak dok atas masukannya, karena saat ini bpjs lebih menekankan pada preventif bukan kuratif, namun masyarakat masih banyak yang belum paham konsep kapitasi dan masyarakat sehat jkn. Jika di fasilitas pemerintah seperti puskesmas tidak masalah karena sumber daya baik manusia dan peralatan medis adalah milik Pemerintah.
11 Agustus 2019, 16:43

Benar dokter.. Saya tidak berani jadi faskes 1 di praktek pribadi.. Saya praktek BPJS di apotek yang bekerja sama dengan BPJS.. 

Trims sharing nya dokter..

12 Agustus 2019, 16:10
Terimakasih sharingnya dr. Hudayati Utomo
10 Agustus 2019, 21:22
Alodok.
Jadi kalau se pengalaman saya hal ini sangat tergantung dari kelompok masyarakat yang kita cover, ada kalanya kelompok masyarakat muda yang cenderung minimal kunjungan, namun kalau sudah mendapat kelompok masyarakat yang cenderung lansia maka untuk biaya pengobatan harus lebih Ketat, walaupun saat ini ada fitur PRB
11 Agustus 2019, 07:41
Terimakasih atas masukannya dok, iya seharusnya bpjs bukan hanya melihat berdasarkan jumlah rujukan tapi usia peserta, namun berbeda beda tiap daerah dok. BPJS meskipun peraturan sama, tapi perlakuan ke setiap faskes yang berbeda daerah beda perlakuan. Semoga ke depan lebih baik.
10 Agustus 2019, 21:23
Oyaa saya jadi ingin bertanya, apakah ada yang punya pengalaman mengenai Apotik Rujuk Balik?
Terima kasih TS
11 Agustus 2019, 07:44
Seharusnya aturan sama tapi berbeda beda tiap daerah. Di daerah saya apotik tetap mengenakan biaya tinggi untuk obat. Menurut saya, konsep jkn bisa berhasil klo dokter, klinik, apotik, masyarakat dan Pemerintah mau memahami konsep JKN khususnya di fasilitas swasta. Kalau di fasilitas kesehatan milik Pemerintah tidak terlalu bermasalah paling permasalahan hanya jumlah pasien membludak.
13 Agustus 2019, 07:01
Sharing yang sangat bermanfaat Dok 
15 Agustus 2019, 13:11
Sama sama dok Nurul Falah
15 Agustus 2019, 14:35
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Nambah info tentang pengelolaan bpjs di fktp. 
29 Agustus 2019, 15:33
Siap dok.
29 Agustus 2019, 15:33
Siap dok.
27 Agustus 2019, 05:36
11 Agustus 2019, 07:41
Terimakasih atas masukannya dok, iya seharusnya bpjs bukan hanya melihat berdasarkan jumlah rujukan tapi usia peserta, namun berbeda beda tiap daerah dok. BPJS meskipun peraturan sama, tapi perlakuan ke setiap faskes yang berbeda daerah beda perlakuan. Semoga ke depan lebih baik.
Sepakat
29 Agustus 2019, 15:32
Terimakasih.
31 Agustus 2019, 09:02
Ijin sharing dok. Tempat kerja saya merupakan klinik yg baru sekitar setahun bergabung dengan BPJS kesehatan. Selama setahun ini memang merasa kesulitan dok mengatur dana kapitasi yg belum seberapa dibandingkan dengan jumlah pasien berobat yg meningkat setiap bulannya. Bahkan ada beberapa pasien yg dalam sebulan bisa berobat 4-5 kali. Kiat dari manajemen adalah lebih menggalakkan penyuluhan untuk mengubah mindset untuk menjaga kesehatan, mengadakan senam bersama, dan mulai dilakukan kegiatan prolanis. Namun dari pantauan saya hal tersebut tidak signifikan terhadap jumlah kunjungan pasien sakit. Mungkin ada saran dari dokter-dokter, kira-kira bagaimana kiat untuk mengatasi kondisi ini? terimakasih
31 Agustus 2019, 09:16
Ikut menyimak dok, karena memang sulit pelaksanaan nya.
31 Agustus 2019, 11:06
Sulit memang dok. Ketika penyuluhan dan prolanis sudah berjalan baik, tetap saja kunjungan meningkat karna pasien sudah merasa nyaman dan murah bisa sekali bayar iuran tapi berobatnya 3-4 hari sekali.
Solusinya banyak sabar dan harus mempunyai dana extra kalau kapitasi belum banyak dok, dan mungkin mencari dana dari sisi lain misal menjual produk terkait kesehatan di klinik.
Dan memanfaatkan program PRB bisa mengendalikan kunjungan pasien.
Tapi sebentar lagi kan naik ini iurannya dok, sepertinya akan menurun kunjungannya
01 September 2019, 10:49
Terimakasih semua teman sejawat atas respon, saran dan masukannya.
31 Agustus 2019, 09:34
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Terimakasih banyak atas informasinya dok 🙏
31 Agustus 2019, 10:44
Izin menyimak dok, beberapa juga saya rasakan demikian
31 Agustus 2019, 13:19
Saya merasakan juga dok. Saya juga bekerja di klinik faskes 1. Mentalitas pasien masih : saya sudah bayar,ya saya bebas berobat kapan saja

Membuat kelimpungan dok. Dan tidak jarang semena mena minta rujukan. Jadi tujuan utama adanya asuransi utk fokus ke promosi dan prevensi jadi agak terabaikan karna mindset yg salah
31 Agustus 2019, 15:13
dr.Maria
dr.Maria
Dokter Umum
Benar sekali, untuk promotif dan preventif dr pengalaman sy msh sangat kurang. Mindset masyarakat jg hrs diubah, jd bkn berpikir dgn adanya bpjs jd bebas berobat dan mnta rujukan.  Sakit2 ringan baru 1 hr saja sdh berobat sptnya sayang kl tdk digunakan krn sdh merasa membayar. Bgmn cr merubah mindset masyarakat? 
31 Agustus 2019, 15:13
dr.Maria
dr.Maria
Dokter Umum
Benar sekali, untuk promotif dan preventif dr pengalaman sy msh sangat kurang. Mindset masyarakat jg hrs diubah, jd bkn berpikir dgn adanya bpjs jd bebas berobat dan mnta rujukan.  Sakit2 ringan baru 1 hr saja sdh berobat sptnya sayang kl tdk digunakan krn sdh merasa membayar. Bgmn cr merubah mindset masyarakat? 
31 Agustus 2019, 15:19
Terimakasih tambahan infonya ya dok👍
31 Agustus 2019, 21:05
31 Agustus 2019, 11:06
Sulit memang dok. Ketika penyuluhan dan prolanis sudah berjalan baik, tetap saja kunjungan meningkat karna pasien sudah merasa nyaman dan murah bisa sekali bayar iuran tapi berobatnya 3-4 hari sekali.
Solusinya banyak sabar dan harus mempunyai dana extra kalau kapitasi belum banyak dok, dan mungkin mencari dana dari sisi lain misal menjual produk terkait kesehatan di klinik.
Dan memanfaatkan program PRB bisa mengendalikan kunjungan pasien.
Tapi sebentar lagi kan naik ini iurannya dok, sepertinya akan menurun kunjungannya
Baik dokter, terimakasih banyak masukannya😊
01 September 2019, 10:47
Terimakasih banyak teman-teman, perlu peran Pemerintah untuk advokasi masyarakat untuk hidup sehat, mudah mudahan bisa diwakilkan oleh teman teman di organisasi Profesi. Masyarakat masih banyak yang belum paham tentang konsep hidup sehat, sehingga mengira kartu bpjs untuk berobat gratis.