Jurnal meta analisis mengenai faktor diet dan hiperurisemia - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter! Izin share sebuah jurnal meta analisis tahun 2018 berjudul “Dietary factors and risk of gout and hyperuricemia: a meta-analysis and systematic...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Jurnal meta analisis mengenai faktor diet dan hiperurisemia

    Dibalas 22 Oktober 2019, 09:42

    Alo dokter! Izin share sebuah jurnal meta analisis tahun 2018 berjudul “Dietary factors and risk of gout and hyperuricemia: a meta-analysis and systematic review”, yang hasil penelitiannya cukup berbeda dengan pemikiran konvensional kita selama ini. Dari 1004 penelitian, setelah diseleksi, akhirnya terambil 19 penelitian yang memiliki kualitas penelitian yang baik dan jumlah sampel yang baik, dimana total sampel yang diteliti adalah 579672 orang. Di sini dibagi menjadi 2, yaitu yang berhubungan dengan risiko gout, dan yang berhubungan dengan kadar asam urat dalam darah. Berikut hasil meta analisis nya.


    HUBUNGAN ANTARA DIETARY INTAKE DENGAN GOUT

    Meningkatkan risiko gout/penyakit asam urat : red meat: OR 1.29, seafoods: OR 1.31, alcohol: OR 2.58, fructose: OR 2.14. Sedangkan yang menurunkan risiko gout/penyakit asam urat : dairy products: OR 0.56, soy foods: OR 0.85 , high-purine vegetables: OR 0.86, coffee: OR 0.47.


    HUBUNGAN ANTARA DIETARY INTAKE DENGAN HYPERURICEMIA

    Meningkatkan kadar asam urat : Red meat: OR 1.24, Seafoods: OR 1.47, Alcohol: OR 2.06, Fructose: OR 1.85, coffee : OR 1.58 in women. Sedangkan yang menurunkan kadar asam urat : dairy products: OR 0.50, soy foods: OR 0.70, dan coffee:OR 0.76 in men


    Sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang signifikan pada kadar asam urat :

    high-purine vegetables ingestion: OR 1.10 (95% CI 0.88-1.39), P=0.39


    Kesimpulannya yang meningkatkan asam urat dan risiko gout adalah red meat, seafoods, alcohol, dan fructose (termasuk buah2an, madu, dan minuman2 manis). Sedangkan yang menurunkan asam urat dan risiko gout adalah dairy products dan soy foods. High purine vegetables tidak berpengaruh pada kadar asam urat, namun menurunkan risiko gout. Hal ini menarik, karena biasanya kita mengedukasi pasien untuk menghindari high purine vegetables (kembang kol, kacang, bayam, jamur, dll) dan soy foods (kacang kedelai dan produk makanannya), justru malah menurunkan risiko gout dan kadar asam urat.


    Sebagai tambahan, coffee menurunkan risiko gout, tapi hasilnya inkonsisten pada kadar hiperurisemia, yaitu meningkatkan kadar asam urat pada perempuan, namun menurunkan kadar asam urat pada laki-laki. Untuk lebih lengkapnya dapat melihat jurnal yang saya lampirkan 😊🙏

    dietary_factors_and_risk_of_gout_and_hyperuricemia___metaanalysis_and_systematic_review.pdf
11 Oktober 2019, 07:37

Terimakasih atas informasinya dok, 

Sepertinya ada penelitian yang melihat adanya hubungan antara hiperurisemia dengan dementia dan sudah pernah dibahas di alomedika dok. 

https://www.alomedika.com/hiperurisemia-dan-risiko-demensia

11 Oktober 2019, 12:43
Thx for sharing
11 Oktober 2019, 08:33
dr. Yoshua Viventius SpAk
dr. Yoshua Viventius SpAk
Dokter Spesialis Akupunktur Medik
Terimakasih dok atas infonya, menarik karena selama ini kita edukasi pasien asam urat untuk menghindari makanan seperti bayam, sayuran hijau, tahu/tempe. Makanan manis juga ternyata bukan hanya meningkatkan kadar gula darah tapi juga dapat meningkatkan kadar asam urat.
11 Oktober 2019, 17:35
Betul, saya juga cukup kaget dengan hasil penelitian nya 😁
11 Oktober 2019, 10:04
Sangat bermanfaat infonya Dok, dapat il u baru, thanks Dok.
11 Oktober 2019, 17:36
Sama-sama 🙏
11 Oktober 2019, 20:51
Terima kasih informasinya dok.. 
13 Oktober 2019, 18:24
Sama-sama dok 🙏
13 Oktober 2019, 05:50
Terima kasih dok. Diskusinya menarik sekali.
13 Oktober 2019, 18:23
Sama sama dok 🙏
14 Oktober 2019, 13:25
Wah ilmu baru untuk saya dok. Trims banyak sharingnya. Kepake banget untuk edukasi pasien😊
15 Oktober 2019, 17:56
Baik, sama-sama dok 🙏
14 Oktober 2019, 16:39
Nice sharing dok👍
14 Oktober 2019, 18:26
Terima kasih dok 😊🙏
11 Oktober 2019, 12:58
Terimakasih banyak atas sharing ilmunya dok, sangat bermanfaat 🙏
11 Oktober 2019, 13:16
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Nice sharing doc 👌
11 Oktober 2019, 20:51
Terima kasih informasinya dok.. 
11 Oktober 2019, 22:01
Terimakasih informasinya dok
11 Oktober 2019, 22:01
Terimakasih informasinya dok
13 Oktober 2019, 18:24
dr. Hendra Gunawan SpPD
dr. Hendra Gunawan SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
terima kasih informasinya
14 Oktober 2019, 02:13
dr.mahmudah
dr.mahmudah
Dokter Umum
terimakasih sharing ilmunya dok. sangat bermanfaat sekali 😊
14 Oktober 2019, 07:52
Wah, menarik sekali dok, terima kasih atas sharingnya dok