Hasil PCR beda dengan hasil swab antigen - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter.Izin bertanya. Saya mempunyai pasien sekitar bulan Januari akhir dinyatakan positif Covid 19 berdasarkan hasil PCR, dirawat isolasi RS sekitar 2...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Hasil PCR beda dengan hasil swab antigen

    10 April 2021, 20:34

    Alo dokter.

    Izin bertanya. Saya mempunyai pasien sekitar bulan Januari akhir dinyatakan positif Covid 19 berdasarkan hasil PCR, dirawat isolasi RS sekitar 2 Minggu, dan bln Februari hasil PCR negatif. Sekitar bln April beliau melakukan PCR kembali dan hasilnya Positif, karena beliau tidak merasakan gejala apapun (tidak merasakan gejala awal Covid) maka beliau melakukan swab antigen dengan hasil negatif.

    Yang mau saya tanyakan mengapa bisa hasil berbeda? Dan apakah perlu dilakukan isolasi mandiri? Terimakasih.

10 April 2021, 21:28
Alo dokter
Izin bantu menjawab. Kasus ini persis seperti yg dialami bapak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yg terkonfirmasi positif PCR di bulan desember tahun 2020 kemarin. Sudah sempat ada penjelasan dr FK UI melalui websitenya di https://fk.ui.ac.id/infosehat/tes-antigen-anies-baswedan-negatif-tapi-swab-pcr-positif-apa-bedanya/


Intinya kenapa bis terjadi perbedaan hasil antara swab rapid antigen dgn swab PCR adalah dikarenakan pada tes rapid antigen hanya mampu mendeteksi antigen atau protein yang dikeluarkan oleh virus, termasuk Covid-19. Sedangkan pada swab PCR mampu mendeteksi hingga ke DNA virus, bahkan pada sejumlah kecil virus dalam sampel pasien dan kecil kemungkinan kesalahan untuk memiliki hasil negatif. Sehingga dapat diambil kesimpulan, kendati tes swab antigen lebih akurat dibanding rapid test antibodi, tapi tetap perlu diingt bahwa standar tertinggi pendeteksian Covid-19 adalah tes swab polymerase chain reaction (PCR).


Untuk penatalaksanaannya sesuai buku pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 dari Kemenkes revisi ke 5 di halaman 95, dijelaskan pada prinsipnya pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tanpa gejala tidak memerlukan rawat inap di Rumah Sakit, tetapi pasien harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.
Isolasi ini penting untuk mengurangi tingkat penularan yang terjadi di masyarakat. Pasien yang menjalani isolasi harus menjalankan aturan- aturan terkait PPI dan dilakukan monitoring secara berkala baik melalui kunjungan rumah maupun secara telemedicine oleh petugas FKTP. Pasien sebaiknya diberikan leaflet berisi hal-hal yang harus diketahui dan dilaksanakan, pasien diminta melakukan pengukuran suhu tubuh sebanyak dua kali sehari. Setelah 10 hari pasien akan kontrol ke FKTP terdekat. 

11 April 2021, 07:52
Terimakasih dok.
11 April 2021, 05:32
Alo Dokter,
Bila sudah selesai isolasi mandiri kemudian tidak ada gejala tidak perlu dilakukan PCR ulang dok. Hasil PCR bisa saja positif karena bangkai virusnya, oleh krn itu pemeriksaan dengan rapid antigen yg mendeteksi fase akut hasilnya negatif.  Kecuali dalam 3 bulan pertama (setelah terkonfirmasi positif di awal) pasien mengalami keluhan kembali boleh dilakukan PCR utk memastikn apakah terjadi reinfeksi atau tidak Utk keperluan perjalanan dinas atau utk keperluan tracing kontak erat (dan pasien tdk bergejala), bisa direkomendasikan rapid antigen saja dok.
11 April 2021, 07:52
Terimakasih dok